Mengunjungi Dealer BMW di Thailand, Ini Temuan Menarik Carvaganza

JAKARTA, 30 Januari 2019 - Pada umumnya area showroom mobil baru atau dealer menjadi pusat perhatian konsumen dalam membeli mobil dengan informasi terlengkap dan waktu yang santai. Selain dapat mencoba mobil, berbagai informasi detail bisa didapatkan ketika konsumen hadir di tempat tersebut.

Carvaganza menemukan suatu informasi yang terkadang bagi konsumen tidak penting saat mengunjungi showroom BMW di Jerman Auto Pattaya, Thailand, pekan lalu. Di setiap mobil baru dipasangkan secarik kertas berisikan informasi mengenai mobil tersebut. Menariknya, selain informasi teknis mengenai mesin juga berisi informasi gas buang.

Informasi tersebut seperti kadar karbon dioksida, konsumsi bahan bakar, standar emisi, harga jual dan pajak mobil. Padahal di Indonesia informasi tersebut kadang diabaikan atau dianggap tidak penting.

“Untuk semua mobil display, informasi soal kadar emisi mobil memang harus dipasang. Ini merupakan kebijakan dari pemerintah. dan menjadi informasi bagi pembeli terkait dengan pajaknya," ujar Director of Corporate Communications BMW Group Thailand, Krisda Utamote, Jumat (25/1) lalu disela-sela kunjungan ke dealer tersebut.



Hal ini sangat penting karena menjadi kewajiban bagi pemilik dealer untuk memberikan informasi terkait bahan bakar dan emisi gas buang.

“Semakin kecil karbon dioksida yang dihasilkan mobil tersebut, maka akan semakin murah pajak  yang harus ditanggung konsumen. Dia  menjelaskan, untuk mobil BMW dengan nilai CO2 lebih dari 200 gram/kilometer, maka pajaknya mencapai 30 persen,” tambah Krisda.

Sedangkan untuk kadar CO2 dari 200-150 gr/km pajak dibebankan sebanyak 30 persen. Jika 150-100 gr/km total pajak 25 persen, 100-50 gr/km total pajak 10 persen dan jika nilai karbon dibawah 50 gr/km hanya membayar pajak 8 persen dari harga mobil.

"Jadi, semakin rendah emisinya, semakin rendah pajaknya. Ini tentunya sangat menguntungkan bagi mobil hibrida, dan membuat pasarnya tumbuh," tuturnya.

Artinya, jika mobil tersebut memiliki kadar karbon dioksida hanya 0 gr/km bisa tidak perlu membayar pajak. Kira-kira di Indonesia kapan bisa begini ya?

VALDO PRAHARA (BANGKOK)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda