Beranda Updates Lebih Dekat Dengan Mobil Listrik Mungil BMW i3

Lebih Dekat Dengan Mobil Listrik Mungil BMW i3

BSD CITY, 19 Agustus 2017 — BMW Group Indonesia menampilkan mobil listrik BMW i3 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. BMW i3 yang dipajang di GIIAS 2017 ini merupakan mobil listrik dengan tambahan mesin bensin berkapasitas kecil sebagai generator untuk mengisi baterainya.

“Dia selalu pakai baterai. Kalau dia mesinnya merasakan harus isi baterai, mesin bensin itu akan bekerja. Mesin bensin sebagai generator isi tenaga ke baterai, bukan untuk menggerakkan mobilnya. Untuk penggeraknya full listrik,” kata Product Planning Manager BMW Group Indonesia Tami Notohutomo.

BMW i3 adalah kendaraan model produksi pertama dari BMW Group yang berorientasi penuh menggunakan tenaga listrik. Mobil diklaim sebagai standar mobilitas masa depan. Karena mobil ini menjadi kendaraan ramah lingkungan yang emisinya rendah. Mobil ini hadir dengan desain visoner hingga kenikmatan berkendara premium khas BMW.

BMW i3 memiliki desain ringan yang memberikan keseimbangan antara kenikmatan berkendara, jarak tempuh dan bobot kendaraan keseluruhan. Mobil ini juga mendapatkan struktur BMW LifeDrive Architecture, sistem penggerak roda belakang serta teknologi BMW eDrive. Elemen struktur Life Drive Architecture terdiri dari kompartemen penumpang yang terbuat dari carbon-fibre-reinforced-plastic (CFRP).

Motor listrik sinkron hibrida dikembangkan dan diproduksi khusus oleh BMW Group untuk BMW i3 ini. Motor listrik itu mampu menyemburkan tenaga hingga 170 daya kuda dengan torsi maksimal 250 Nm. Motor listrik digabungkan dengan transmisi otomatis single speed dengan fixed ratio.

BMW juga menyediakan i3 versi Range Extender (REx) dengan mesin bensin yang bertugas sebagai generator pengisi baterai jika diperlukan. Mesin bensin yang dimaksud adalah mesin dua silinder berkapasitas 647 cc.

BMW i3 dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 7,2 detik. Konsumsi energinya hanya 11,9 kWh/100 km. Dengan REx, BMW i3 dapat melaju hingga 330 km. Tenaga listrik disimpang di baterai lithium-ion 27,2 kWh. Mesin bensin yang kecil itu hanya mengeluarkan emisi 13 gram/km.

“Kalau charge di rumah kalau 3,7 kilowatt itu memakan waktu sembilan jam. Kalau kilowatt besar sampai 50 kilowatt itu bisa 45 menit sampai 80 persen. Nanti teknologi ke depan sudah wireless charging,” kata Tami.

VALDO PRAHARA

Subscribe to our newsletter

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

Beginilah Sosok DFSK Glory 560 yang Akan Meluncur Minggu Depan

JAKARTA, 23 Maret 2019 -- Setelah beberapa waktu lalu Carvaganza mendapat foto DFSK Glory 560 dari sales, kali ini kami...

Suzuki Ertiga Tambah Banyak, Suzuki Naikkan Target 20%

JAKARTA, 23 Maret 2019 – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menambah keluarga All New Ertiga dengan memperkenalkan All New Ertiga...
video

VIDEO: Merasakan Asyiknya BMW X3 sDrive20i

JAKARTA, 23 Maret 2019 – Pilihan SUV di jajaran BMW bertambah dengan kehadiran BMW X3 sDrive20i. Meski berlabel temurah, namun...

Aksesoris All New Ertiga Suzuki Sport? Ini Daftar Harganya

JAKARTA, 23 Maret 2019 -- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan All New Ertiga Suzuki Sport di Jakarta pada...

Ini Jadwal Balap Rio Haryanto Bersama T2 Motorsports

JAKARTA, 23 Maret 2019 – T2 Motorsports, tim balap yang menaungi David Tjiptobiantoro dan Rio Haryanto akan ikuti kejuaraan balap...