Jangan Tunggu Hingga Ban Rusak!

JAKARTA, CARVAGANZA - Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Ya! Sehebat itu lah makna ban bagi kendaraan. Kondisi kendaraan yang prima tak akan berarti apabila ban kempes apalagi sampai meletus di tengah jalan. Selain bisa mengakibatkan kecelakaan yang membahayakan nyawa sendiri dan keluarga yang ikut di dalamnya, juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Ban adalah satu-satunya komponen dari mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Itupun ketika melaju, bagian dari ban yang menempel dengan permukaan jalan hanya sebesar telapak tangan orang dewasa. Kondisi ban yang prima juga akan meningkatkan kenyamanan dalam berkendara karena bantingannya yang masih empuk atau suara artikulasi roda yang tak terlalu mengganggu.

Namun yang paling penting lagi, kondisi ban yang baik akan memberikan grip ke permukaan yang sempurna. Grip ke permukaan ini bermanfaat agar kendaraan lebih stabil dan lebih mudah dikendalikan dalam beragam kondisi jalan terutama ketika musim hujan. Berikut kami sampaikan tips mempersiapkan ban kendaraan Anda sebelum menempuh perjalanan.

1. Kembalikan ke keadaan pabrikan

Ban

Untuk perjalanan jauh, mobil sebaiknya disetel ke dalam keadaan awal (standar pabrikan). Hal ini penting untuk menurunkan tingkat resiko terjadinya kegagalan fungsi komponen tertentu (aftermarket) yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan mengingat setelan pabrik sudah mengalami uji coba kelayakan.

Jadi apabila Anda telah mengganti velg kendaraan Anda dengan yang berukuran lebih besar dan memakai ban yang berprofil lebih tipis, ada baiknya untuk perjalanan yang panjang agar lebih aman Anda mengganti kembali dengan velg standarnya dan memakai ban layak pakai dengan profil sesuai dengan bawaan pabrik.

Kendaraan yang telah dimodifikasi atau memakai velg yang berukuran lebih besar, harap perhatikan kondisi jalan yang dilewati. Tingkat kerusakan ban akan semakin besar bila melewati jalanan yang rusak. Pasalnya kondisi permukaan jalan di daerah bervariasi, berbeda dengan kondisi permukaan jalan di perkotaan yang relatif lebih halus.

2. Periksa usia pakai ban dan ketebalan ban

kondisi ban

Jangan menunggu sampai ban sudah mulai gundul, retak, ataupun benjol, barulah Anda mengganti ban mobil Anda dengan ban yang baru. Biasanya pemilik kendaraan baru mengganti ban kalau ban kendaraannya sudah rusak. Padahal ini justru meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan.

Umumnya usia pakai ban kendaraan maksimal pemakaian 40 ribu km. Tetapi kalau sudah tiga tahun pemakaian masih di bawah 40 ribu km, biasanya kualitas karet ban sudah tidak baik. Tetapi perlu diperhatikan pula tipe ban yang Anda pakai, kondisi permukaan jalan yang dilewati, sampai pola kebiasaan berkendara juga mempengaruhi usia pakai ban.

3. Lakukan Spooring dan balancing

Ban

Mobil akan berjalan dengan lurus apabila semua komponen suspensi dan kemudi dalam kondisi prima. Selain itu juga pemasangan ban dan velg harus terpasang dengan baik dan benar. Penyelarasan arah ban (alignment/spooring) ini untuk mendapatkan tingkat keausan ban yang merata dan ketepatan pengendalian.

Ban yang memiliki keseimbangan (balancing) yang baik juga sangat penting untuk kenyamanan berkendara dan dapat memperpanjang usia pakai ban. Ban yang tidak memiliki keseimbangan yang baik dapat menyebabkan getaran pada saat beroperasi yang dapat berakibat kurangnya kenyamanan berkendara, kelelahan pada pengemudi, usia pakai yang singkat dan kerusakan pada suspensi kendaraan Anda.

4. Periksa tekanan ban

 

Bacalah petunjuk rekomendasi tekanan angin yang terdapat di plakat yang ditempel dekat kursi pengemudi. Perhatikan bahwa rekomendasi ini hanya berlaku bila ban dan velg masih memakai komponen yang sesuai dengan bawaan parbikan. Saat mengukur tekanan angin ban, gunakan alat ukur yang akurat, dan pastikan ban dalam kondisi dingin karena bila ban dalam kondisi panas takanan anginnya akan lebih tinggi dari seharusnya. Ketika mengukur tekanan ban, pastikan juga mobil terparkir di permukaan yang datar.

5. Periksa kondisi ban cadangan

Ban

Jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi bancadangan. Jangan sampai ketika terjadi sesuatu yang mengharuskan Anda mengganti ban di tengah perjalanan, tiba-tiba Anda menemukan ban cadangan Anda kurang tekanan angin, atau bahkan bocor. Periksa juga tebal dan usia ban cadangan.

6. Jangan membawa muatan berlebih

Saat bepergian jauh, banyak pengemudi yang membawa muatan berlebih dan diletakkan di bagain atap kendaraan. Mohon diperhatikan bobot dari muatan tersebut agar tidak melebihi kapasitas angkut kendaraan Anda. Pasalnya ban menjadi komponen paling utama yang berperan untuk menahan bobot kendaraan. Apabila muatan berlebih maka tekanan ban menjadi lebih tinggi dan beresiko tinggi menyebabkan terjadinya pecah ban. Selain itu, muatan berlebih juga mengurangi ketepatan pengendalian kendaraan yang juga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

7. Bawalah kelengkapan pendukung

Jangan lupa juga untuk membawa kelengkapan pendukung perjalanan seperti dongkrak, kunci-kunci, senter, dan lainnya. Perlengkapan tersebut berguna sebagai alat bantu darurat sampai Anda tiba di bengkel atau tukang tambal ban dan kembali mengganti ban cadangan Anda dengan ban utama (bila ukuran ban cadangan (spare tire) tidak sama dengan ukuran ban utama).

Saat mengganti ban dengan ban cadangan, pastikan setiap baut roda sudah terpasang dengan sempurna. Jangan lupa juga untuk memeriksa tekanan ban secara periodik setiap Anda beristirahat di tempat istirahat atau saat melakukan pengisian bahan bakar. RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda