Honda NSX Kalah Laris Dibanding BMW i8 Selama 2020, Kok Bisa?

JAKARTA, Carvaganza – Siapa yang lebih kuat (performanya), biasanya akan lebih diminati oleh banyak orang. Tidak jarang hal tersebut berlaku di pasar otomotif, khususnya untuk mobil-mobil dengan performa tinggi. Tetapi rupanya ada yang berbeda di segmen sportscar hybrid, yang diisi oleh BMW i8 dan Honda NSX pada setahun belakangan.

Data penjualan global, menyatakan bahwa i8 justru sukses terjual lebih laris dibandingkan NSX. Padahal kalau melihat spesifikasi teknisnya, NSX jauh lebih unggul daripada i8 dalam menyajikan performa dari mesinnya. Sepertinya istilah “less is more” berlaku untuk kasus mobil sport berteknologi hybrid satu ini.

Baik i8 maupun NSX sama-sama diciptakan sebagai mobil sport dengan konfigurasi mid engine, yang disokong teknologi elektrifikasi. Namun sepanjang tahun 2020, i8 terbukti lebih menarik di masa konsumen dunia. Padahal, BMW telah resmi menyudahi produksi salah satu pelopor sportscar elektrik tersebut, pada bulan Juni lalu.

Honda NSX

Dilansir oleh Goodcarbadcar, data penjualan tahun 2020 menunjukkan bahwa NSX yang diproduksi oleh Acura, brand premium milik Honda, terjual sebanyak 128 unit. Sedangkan i8 yang masa produksinya hanya separuh dari tahun 2020, justru sanggup dibeli sebanyak 192 unit. Praktis, BMW melalui dealer-dealer resminya hanya menjual sisa unit i8 yang masih ada.

Jika melihat harganya, i8 dan NSX sama-sama ditawarkan dengan harga retail sekitar $ 150.000 atau setara Rp 2,112 miliaran. Soal spesifikasi, i8 mengandalkan kombinasi mesin tiga silinder 1,5 liter turbo, dengan sistem hybrid yang secara total menghasilkan output 369 hp dan 570 Nm. Sementara NSX punya mesin V6 3,5 liter twin-turbo, dengan hasil output kombinasi 573 hp dan 645 Nm, yang juga berasal dari powertrain hybrid.

Soal akselerasi 0-100 km/jam, i8 mencapainya dalam 4,4 detik, sementara NSX 3,1 detik. Jika dilihat dari sisi ‘value for money’, tentu NSX dengan harga relatif sama dan perofrma lebih ganas lebih menarik menjadi idaman para speed freak. Apalagi nama NSX punya cerita dan sejarah kuat dengan dunia motorsport. Namun satu hal yang tidak dimiliki NSX, adalah kemampuan i8 diisi ulang baterainya (recharge) menggunakan sumber eksternal alias sebagai PHEV (plug-in hybrid).

BMW i8

Namun ternyata tren penjualan antara i8 dan NSX ini bukan hanya terjadi di tahun 2020. Pada tahun sebelumnya juga, 2019, i8 jauh lebih populer dibandingkan NSX. Rata-rata 1.000 unit i8 setidaknya terjual setiap tahun, sementara pada 2019, NSX hanya dibeli sebanyak 238 unit. Bahkan pada tahun 2015, tahun penuh kedua i8 dipasarakan di dunia, menjadi rekor terbanyak dengan terjual 2.200 unit.

Tidak hanya dengan i8, rupanya penjualan NSX juga tidak sebanyak model sportscar premium lain yang ditawarkan dengan harga sebanding. Seperti contohnya Audi R8, sepanjang 2020 terjual 583 unit, lalu Mercedes-AMG GT sebanyak 2.400 unit. Paling menonjol adalah Porsche 911, yang hanya pada kuartal keempat terjual sampai 2.400 unit secara global.

Jadi apa yang membuat orang-orang kurang meminati NSX daripada yang lainnya? Apakah karena tidak punya pintu yang membuka ke atas seperti i8, atau model yang lain lebih menarik? Entahlah… (WAHYU HARIANTONO)

Sumber: Carscoops, Goodcarbadcar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda