Hampir Menyerah, Bugatti Butuh Dua Tahun Untuk Menyelesaikan ‘Lady Bug’ Berkelir Istimewa Ini

JAKARTA, CARVAGANZA – Ettore Bugatti pernah berkata, “Kalau masih ada bandingannya, bukan Bugatti namanya.”

Salah seorang kolektor hypercar menerima mentah-mentah sesumbar sang pendiri Bugatti itu. Ia memesan satu unit Bugatti Divo dan meminta produsen mobil mewah asal Prancis itu agar eksterior mobilnya dicat secara istimewa hingga tak ada yang dapat menyamainya.

Bugatti Divo Lady Bug

Sang pemilik menamainya Lady Bug. Sesuai namanya, mobil ini dibuat seolah memakai jubah yang dipakai seekor kumbang kecil. Konsumen asal Amerika Serikat itu secara spesifik meminta mobilnya dicat dengan pola geometris berbentuk berlian dalam warna yang kontras dan unik dari warna dasarnya. Hasilnya, Divo miliknya jelas berbeda dari 39 Divo lainnya yang terjual hingga kini.

Bugatti Divo Lady Bug

Permintaan yang terkesan sederhana ini ternyata jauh lebih rumit yang dibayangkan. Bahkan butuh waktu lebih dari dua tahun bagi para tim desain Bugatti untuk menyelesaikan proyek yang satu ini. Sangking susahnya, sampai-sampai Bugatti sempat menyerah.

“Masalahnya kami harus menerapkan grafis 2-D ke benda 3-D yang banyak lekukan. Setelah berkali-kali gagal mencoba banyak ide cara menerapkan konsep berlian di mobil ini, kami hampir saja menyerah dan sempat mengataka kalau kami tak bisa memenuhi permintaan konsumen ini”, kata Jorg Grumer, kepala desain warna dan interior Bugatti.

Bugatti Divo Lady Bug

Membuat grafis berlian timbul ke bodi mobil Bugatti Divo sangatlah sulit karena mobil ini punya banyak sekali lekukan. Jadi desain yang digambar di koputer tak serta merta dapat diterjemahkan dengan mudah ke bodi mobil.

Walau hampir menyerah, untungnya Bugatti tak sampai benar-benar menyera. Malah tim desainer mulai memodifikasi setiap berlian dari 1.600 berlian yang akan dipahat di tubuh Divo. Sekali lagi, ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena kalau salah satu saja, mereka harus merubah keseluruhan pola karena harus simetris sempurna. Akhirnya pola selesai digambar dan dicetak ke film berukuran 610 cm yang akan dipasang ke bodi mobil.

Bugatti Divo Lady Bug

Awal tahun 2020, tim Bugatti melakukan uji coba dengan memasangkan lapisan film ke dua bodi mobil tes. Tujuannya sebagai latihan agar nanti pada saat dipasangkan ke mobil konsumen, hasilnya benar-benar sempurna. Mereka menghabisakan waktu hingga berhari-hari untuk memastikan setiap berlian mendarat di posisi yang seharusnya sesuai sketsa yang digambar di komputer.

Setelah lapisan film terpasang, akhirnya, Lady Bug siap untuk disemprot car. Seperti biasa, Bugatti mengecat seluruh bagian bodi secara manual dengan tangan. Butuh sekitar dua minggu untuk menyelesaikan proses pengecatan pada bodi Lady Bug. Tim desain Bugatti mengembangkan dua tone warna metalic berbeda, customer special red dan graphite. Hasilnya warna kontras tercipta. Akhirnya busana indah Si Kumbang Kecil sudah selesai dijahit dan Ia pun siap terbang jauh.

Bugatti Divo Lady Bug

Menyimpan mesin 8,0 liter W16 quadruple-turbocharged, Bugatti Divo menghasilkan tenaga 1.500 hp dengan torsi puncak 1.600 Nm. Dijual dengan harga mulai US$ 5,4 juta atau sekitar Rp 77,7 Miliar, Bugatti Divo hanya dijual sebanyak 40 unit saja di seluruh dunia dan tahun ini seluruhnya hampir selesai diantar ke rumah konsumen. Melihat harganya, setiap Bugatti Divo jelas punya nilai yang sangat berharga. Namun hanya satu yang paling mencuri perhatian, jelas itu Si Kumbang Kecil ini. Salut! RIZKI SATRIA

Sumber: Bugatti

Artikel yang direkomendasikan untuk anda