Beranda EDITOR'S PICKS FEATURE: Sengatan Listrik Mobil Toyota di Indonesia

FEATURE: Sengatan Listrik Mobil Toyota di Indonesia

JAKARTA, 7 Oktober 2019 – “Indonesia sedang memasuki babak baru industri otomotif nasional. Yaitu menuju era mesin hybrid dan listrik dan seperti kita ketahui pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik,” ujar Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto kepada Carvaganza sebelum melakukan test drive line-up kendaraan elektrifikasi Toyota dari Jakarta menuju Puncak minggu lalu (30/9).

Ya, Perpres No 55 Tahun 2019 telah menjadi gerbang masuknya era baru bagi dunia otomotif nasional dan pelaku industri sedang menunggu tindak lanjut dari kebijakan tersebut. Kebijakan ini diharapkan bisa segera mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan bertenaga baterei atau lebih populernya disebut electrified vehicles dengan harga yang lebih terjangkau.

Nah, untuk menyongsong kehadiran kebijakan baru ini dan juga sebagai bagian dari mengakselerasi perkenalan produk-produk mobil masa depannya, PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengajak sejumlah jurnalis untuk merasakan pengalaman mengendarai line-up mobil hybrid dan plug-in hybrid yang mereka miliki.

Terdapat lima unit kendaraan elektrifikasi yang dipasarkan oleh Toyota di Indonesia dan kelimanya dicoba oleh media, yaitu Toyota Prius PHEV, All New Toyota Corolla Altis Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Toyota Alphard Hybrid dan All New Toyota Camry Hybrid.

Baca juga: TEST DRIVE: Merasakan Sensasi Toyota Prius PHEV di GIIAS 2019

Sebetulnya, Toyota sendiri sudah pernah memberikan kesempatan kepada media untuk mencoba Toyota Prius PHEV dan empat model yang disebutkan di atas pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu. Bahkan Carvaganza menurunkan tulisan first impression dengan Toyota Prius PHEV. Namun yang istimewa dari test drive ini adalah mobil boleh dikendarai dalam  jarak yang lumayan jauh, lebih dari 100 km PP Jakarta – Puncak.

Dalam perjalanan menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, kami berhenti di sejumlah tempat untuk pergantian pengemudi. Dari lima mobil yang diturunkan Toyota, saya kebagian mengemudikan mobil Toyota Alphard Hybrid dan New Toyota Corolla Altis Hybrid dengan jarak yang tidak terlalu panjang.

Namun dari perjalanan kemarin ke Puncak dengan line-up electrified cars itu, saya melihat bahwa Toyota Indonesia sudah siap di dalam menyongsong kehadiran sebuah era baru yang saya sebut era mobil bertenaga listrik baik itu hybrid, plug-in hybrid atau pun full listrik. Toyota ingin mempertegas kepada kalangan stakeholder bahwa mereka sudah siap menghadapi era itu dan mereka sudah menyiapkan modelnya.

Penulis juga melihat kegiatan berkendara ke Puncak merupakan bagian dari gelindingan bola salju yang sudah ‘ditendang’ oleh Toyota Indonesia di GIIAS 2019. Pemantiknya adalah Perpres Tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik yang diteken Presiden Joko Widodo pada Agustus lalu. Maka mau tidak mau, kita harus menerima perubahan industri kendaraan dari mesin konvensional ke mesin-mesin bertenaga baterei yang fenomenanya sudah mengglobal.

Kendaraan Elektrifikasi Toyota di Indonesia

Toyota sendiri sudah memutuskan pengembangan kendaraan ramah lingkungan pada awal 1990-an dan menetapkan bahwa mobil ramah lingkungan menjadi prioritas utama bisnis masa depan mereka. Maka keluarlah Toyota Earth Charter tahun 1993 dengan misi untuk menyediakan sarana mobilitas yang ramah lingkungan, nyaman, aman, serta untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang nyaman dan layak untuk dihuni.

Turunan dari misi tersebut salah satunya dengan dirumuskannya Toyota Environmental Challenge 2050 yang menyasar segala aspek dalam bisnis Toyota. Dari sisi produk, Toyota ingin menurunkan emisi gas buang kendaraan yang diproduksi di tahun 2050 sebesar 90% dari level di tahun 2010.

Dalam jangka pendek, di tahun 2020 Toyota akan mengakselerasi produk Battery Electrified Vehicle (BEV) sebagai moda full electric dengan merilis 10 model baru di seluruh dunia. Lanjut di tahun 2025, seluruh model Toyota akan memiliki opsi tipe elektrifikasi atau bahkan didedikasikan khusus sebagai mobil listrik.

Prius HEV (Hybrid Electrified Vehicle) menjadi kendaraan elektrifikasi pertama yang diciptakan oleh Toyota. Mobil ini diciptakan tahun 1997 dengan dua mesin yakni mesin pembakaran dalam atau disebut mesin konvensional dan motor listrik. Prius HEV menjadi role model pengembangan produk hybrid Toyota selanjutnya.

Menurut siaran pers yang dirilis oleh Toyota Indonesia, Toyota dan Lexus telah memiliki lebih dari 40 model HEV di seluruh dunia dengan penjualan mencapai lebih dari 14 juta unit. Menurut klaim pabrikan, sebagai gambaran sampai tahun 2018 sebanyak 103 juta ton emisi karbondioksida (CO2) berhasil direduksi dimana butuh 120 juta hektar lahan hutan untuk menyerapnya dalam setahun. Ini juga berarti bahwa kendaraan HEV Toyota mampu menghemat konsumsi BBM hingga 38 juta kiloliter bahan bakar atau cukup untuk menempuh hampir 2 juta kali perjalanan dari bumi ke bulan pulang pergi.

Toyota mulai memasarkan kendaraan elektrifikasinya di Indonesia tahun 2009 silam yakni Toyota Prius HEV Gen-2. Sampai dengan tahun 2019, Toyota sudah menjual lebih dari 2.200 unit kendaraan elektrifikasi di Indonesia dengan pilihan model Prius, Alphard HEV, Camry HEV, C-HR HEV, dan yang paling baru adalah Corolla Altis HEV.

Kendaraan Elektrifikasi yang Cocok di Indonesia

Lantas jika Indonesia nanti melompat pada era electrified car, kendaraan seperti apa yang cocok untuk negeri ini? Apakah hybrid, plug-in hybrid, listrik penuh atau fuel cell?

Penulis pernah berbincang dengan Daisuke Itagaki, Senior Managing Coordinator Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing pada saat kedatangannya ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Menurutnya, pemakaian kendaraan elektrifikasi di Indonesia sebaiknya disesuaikan dengan kondisi di dalam negeri.

“Yang paling mendekati adalah mobil hybrid karena tak perlu membangun stasiun charging, baru setelah itu secara bertahap dinaikkan ke taraf yang lebih tinggi seperti plug-in hybrid dan kemudian full listrik,” ujar Itagaki di sela-sela GIIAS 2019 bulan Agustus lalu.

Daisuke Itagaki (batik coklat)

“Dengan memassalkan mobil hybrid, akan ikut mendorong pengurangan konsumsi bahan bakar minyak fosil dan menurunkan gas buang dari bahan bakar fosil. Muaranya adalah ikut melestarikan lingkungan hidup,” ujar Itagaki.

Hal senada pun dilontarkan oleh Henry Tanoto, Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM, yang ikut serta dalam test drive ke Puncak bersama media.

“Kendaraan elektrifikasi seperti yang kita coba hari ini ke Puncak merupakan bagian dari mobil sudah dipersiapkan oleh Toyota jauh-jauh hari untuk pasar Indonesia. Memang pada saat ini karena belum ada aturan baru, harganya masih sangat mahal sehingga belum banyak dilirik oleh konsumen dibandingkan dengan mobil mesin konvensional. Dengan keluarnya peraturan baru, diharapkan harga mobil-mobil ini akan memiliki harga lebih terjangkau dan akan memberikan sumbangsih pada lingkungan hidup di Indonesia,” ujar Henry Tanoto.

Lantas bagaimana kesan mengemudikan mobil hybrid? Mungkin banyak pihak yang terbiasa dengan mesin konvensional mempertanyakan responsifitas tenaga mesin maupun dinamika berkendara mobil hybrid. Carvaganza tidak merasakan perbedaan yang mendasar pada saat mengemudikan Alphard dan Altis Hybrid

Tenaga tetap responsif dan pengendaraan stabil dan menyenangkan. Malah lebih irit bahan bakar, misalnya rata-rata konsumsi BBM Altis hybrid di jalan kombinasi mencapai 1:23 berdasarkan indikator konsumsi BBM yang tertera pada cluster meter. Malah yang mengasyikkan kita dapat mengikuti kerja mesin hybrid dan konvensionalnya di layar monitor.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

GALERI FOTO: Mahindra Scorpio Pikup, Mobil 4×4 Termurah

BOGOR, 17 Oktober 2019 - Menyusul Tata Motors, Mahindra kini resmi hadir di Indonesia sebagai pabrikan asal India untuk meramaikan segmen pasar kendaraan niaga....

10 Program Unggulan Siap Ramaikan IIMS Surabaya 2019

SURABAYA, 17 Oktober 2019 – Pameran otomotif di penghujung tahun akan digelar yaitu Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2019 pada...

Jadi 4×4 Paling Murah, Harga Mahindra Scorpio Geser Jimny

BOGOR, 17 Oktober 2019 – Mahindra menandakan kebangkitannya kembali di pasar Indonesia dengan meluncurkan Scorpio Pikup, sebagai mobil 4x4 dengan harga paling terjangkau di...

Toyota Yaris Terbaru Sudah Meluncur di Jepang, Ini Penampakannya

TOYOTA CITY, 17 Oktober 2019 – Pabrikan Toyota Motor Corporation (TMC) telah meluncurkan Yaris model terbaru pada hari Rabu kemarin...

Gandeng RMA, Merek India Mahindra Bangkit Lagi di Indonesia

BOGOR, 17 Oktober 2019 – Pabrikan asal India kini bertambah di pasar otomotif Indonesia, dengan resmi datangnya merek Mahindra. Kehadiran...