TEST DRIVE: Eksplorasi Fitur ADAS Neta V-II Keliling Bandung dan Jakarta

Kemampuannya cukup mumpuni untuk menjelajah rute antar kota, dengan ADAS yang lengkap.

  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-7.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-5.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-8.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-9.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-1.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-4.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-3.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-2.jpg
  • 2024/07/Test-Drive-Neta-V-II-10.jpg

BANDUNG, Carvaganza - Entry level city car bisa menjadi pilihan ideal untuk masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan bermesin konvensional ke listrik. Sudah ada beberapa pilihan menarik di pasar Indonesia saat ini, salah satunya Neta V-II. Rasio harga dan paket yang ditawarkannya cukup atraktif.

Resmi mengaspal di Indonesia sejak Mei 2024, Neta V-II menjadi versi pengembangan lebih lanjut dari V yang sudah eksis sejak akhir tahun lalu. Sebuah hatchback empat pintu, berdimensi lebih besar dari LCGC, jarak tempuh 400 km lebih, harga terjangkau, dan sudah punya ADAS pula.

Baru-baru ini, Oto Media Group ikut serta dalam rangkaian test drive oleh PT Neta Auto Indonesia, menjajal V-II di Bandung dan Jakarta. Pembaruan Neta V-II sendiri menarik dipertimbangkan. Selain minor change di eksterior dan interior, ADAS menajdi menu baru dari mobil ini. Yang setidaknya tersedia 9 fitur canggih untuk mencegah kecelakaan.

Test Drive Neta V-II

Salah satu yang di-highlight oleh pabrikan, adalah baterai yang dipakai V-II berbeda dengan V. Kapasitasnya mengecil menjadi 63,1 kWh, namun jarak tempuhnya relatif sama. Lalu baterai baru ini meningkatkan TKDN dari V-II yang juga sudah dirakit lokal.

Keliling Bandung

Ada dua hari rangkaian test drive ini berlangsung, dan hari pertama kami diagendakan berkeliling kota Bandung, ibukota Jawa Barat. Saya memilih untuk menikmati perjalanan kali ini dari kursi penumpang belakang. Karena sekadar penasaran seperti apa sensasinya duduk di sebuah compact car bertenaga listrik ini.

Baca Juga: Baterai Neta V-II 'Nongol' di Bawah Sasis, Amankah Dari Gasruk dan Banjir?

Saya dan rekan satu grup mengisi penuh Neta V-II sampai empat orang. Beruntung tidak ada rekan segrup yang perawakannya sangat tinggi, dengan kaki panjang di atas rata-rata. Jadi saya duduk di kursi belakang masih dapat ruang cukup. Kepala pun masih cukup lega, dengan jarak lebih dari 5 jari dari langit-langit, untuk saya yang bertubuh 171 cm.

Sudut joknya terbilang nyaman, meski sandaran tidak bisa diubah rebahnya. Penopang paha juga membuat postur duduk nyaman, membuat posisi kaki pas. Yang menurut saya membatasi aktivitas di kursi belakang yaitu karena cenderung apa adanya. Di tengah jok tidak ada armrest, pintu tidak ada cup holder. Kompartemen hanya di seat back pocket, dan satu slot kecil di balik konsol tengah untuk taruh smartphone ketika menggunakan USB charging port di situ. Tapi setidaknya visibilitas ke depan dan samping masih luas.

Untuk menjelajah kota, menjadi penumpang di Neta V-II cukup nyaman. Selain dapat cukup ruang untuk duduk menikmati perjalanan, bantingan suspensi di belakang pun lembut. Selama pengemudi tidak bermanuver agresif atau sengaja melindas jalan bumpy tanpa kurangi kecepatan, menurut saya area kursi belakang sudah cukup nyaman.

Test Drive Neta V-II

Tes ADAS

Masih di dalam kota Bandung, rangkaian acara disertai sesi khusus untuk mencoba ADAS yang dimiliki Net V-II. Memanfaatkan area Kiara Artha Park, pengujian difokuskan pada fitur bernama Traffic Jam Assist (TJA). Yaitu sistem yang bisa menghemat energi pengemudi saat berkomuter di tengah kemacetan dalam kota.

TJA pada dasarnya beroperasi lewat Adaptive Cruise Control (ACC). Diaktifkan dalam kondisi mengikuti mobil lain di depan, fitur ini diaktifkan dengan menekan tuas transmisi dua kali ke arah bawah. Dengan begitu, ACC langsung aktif menyesuaikan kecepatan mobil di depan. Jaraknya juga bisa kita atur lewat tombol di sisi kiri setir.

Saat mobil di depan berhenti, TJA akan menyesuaikan sampai Neta V-II ikut berhenti. Dan jika berhenti hanya sesaat, secara otomatis sistem akan melajukan kembali mobil. Namun jika durasi berhenti cukup lama, seperti saat kena lampu merah, kita perlu secara manual melajukan mobil. Jika mobil di depan sudah melaju tapi kita tidak bertindak, akan ada peringatan di layar infotainment 14,6 inci, agar kita menekan pedal gas. Ini adalah peran dari fitur Front Vehicle Start Alert (FSA).

Selain TJA, fitur ADAS yang juga terasa perannya di pengujian yang memanfaatkan trek melingkar ini adalah Lane Departure Warning (LDW) dan Emergency Lane Keeping System (ELKS). Dua fitur ini bekerja saling sinergi, menjaga mobil tidak pindah lajur di luar kendali.

Test Drive Neta V-II

Meski kecepatan saat mencoba TJA tidak sampai 40 km/jam, namun LDW dan ELKS bisa dengan sigap memperingatkan lewat layar infotainment, dan mengoreksi setir saat posisi mobil melindas garis marka tanpa menyalakan sein. Tingkat sensitivitas fitur ADAS bisa disesuaikan dalam tiga level, melalui menu di layar infotainment.

Menuju Jakarta

Rute jalan tol dari Bandung ke Jakarta yang akhirnya membuat saya tertarik untuk duduk di jok pengemudi Neta V-II. Apalagi dengan kontur jalanan yang menarik, cukup lengkap dan representatif untuk uji performa mobil ini. Meski mungil dimensinya, namun powertrain listrik dari mobil ini harusnya cukup sigap untuk lahap rute tol Cipularang – Jakarta.

Waktu berangkat masih cukup pagi, jam 10 pagi, jadi lalu lintas di Bandung tidak sampai ada macet. Setelah masuk tol Pasteur, rombongan diarahkan ke Kota Baru Parahyangan (KBP) untuk menikmati waktu makan siang. Dari Pasteur ke KBP lalu lintas padat lancar, namun disuguhi medan yang cenderung menanjak.

Baca Juga: Neta X Sudah Datang di Indonesia, Bisa Dipesan Saat GIIAS 2024

Dengan driving mode Normal, performa Neta V-II cukup cekatan meluapkan torsi ke roda depan, terutama saat akan menyalip. Responsnya terbilang linear dan halus untuk motor listrik bertorsi 150 Nm, tapi masih jauh dari kata lemot. Masuk ke Kawasan KBP yang padat, kerap kali kami rumble strip untuk mengurangi kecepatan. Berkat empuknya suspensi mobil ini, jadi terasa nyaman untuk pengemudi.

Test Drive Neta V-II

Usai makan siang di KBP, langsung perjalanan dilanjutkan sampai Jakarta. Rute tol Padalarang yang berkontur pegunungan jadi sajian yang menarik untuk test drive Neta V-II. Kecepatan cukup konstan antara 80 – 100 km/jam. Akselerasi di mode Normal terbilang sigap meski linear, apalagi dengan tenaga hanya 94 hp, dan diisi empat orang dewasa. Manuver seperti untuk menyalip truk tidak merepotkan. Bisa pakai mode Sport kalau butuh akselerasi yang lebih cekatan.

Panjangnya jalan menurun di tol ini jadi kesempatan bagus untuk manfaatkan fitur One Pedal, yang mengaktifkan regenerative braking. Jadi setiap melibas turunan, dengan kurangi input ke pedal gas, powertrain akan memanen energi dari deselerasi kembali ke baterai. Dengan begini, konsumsi listrik dari baterai untuk perjalanan jarak jauh bisa lebih hemat.

Yang perlu diperhatikan adalah karakter Neta V-II saat diajak meliuk pindah lajur untuk menyalip. Lebih baik lakukan dengan halus, tanpa input setir yang agresif. Karena putaran setirnya sangat ringan, dan suspensinya yang sangat empuk. Kalau melakukan manuver setir berturut-turut dengan agresif, akan membuat mobil limbung, dan membuat penumpang tidak nyaman.

Catatan untuk suspensi Neta V-II juga datang saat melintas tol layan MBZ yang terkenal sangat bumpy. Lebih baik ikuti batas kecepatan yang ditetapkan, yaitu 80 km/jam. Jika lebih, maka penumpang akan diguncang cukup kencang karena suspensi belakangnya yang terlampau empuk untuk rute antar kota.

Test Drive Neta V-II

Perjalanan berakhir di dealer Neta Arista Tebet, Jakarta Selatan. Perjalanan berjarak sekitar 150 km, unit Neta V-II grup kami menghabiskan 35% daya baterai. Dari menu di layar infotainment, tercatat bahwa rata-rata pemakaian energinya di angka 18 kWh/100 km. Cukup hemat untuk sebuah city car listrik, apalagi perjalanan ini tidak menerapkan eco driving sama sekali.

Kesimpulan

Neta V-II bisa menjadi mobil listrik yang ideal untuk menjadi sarana mobilitas harian di dalam kota. Dimensinya tidak kekecilan, cukup nyaman untuk diisi empat orang dewasa. Hadirnya fitur ADAS menambah nilai jual Neta V-II yang kini dibanderol Rp299 juta (OTR Jakarta), khususnya dibanding rival dengan rentang harga tersebut.

Jarak tempuh sampai 400 km lebih menjadi angka psikologis yang akan mudah diterima konsumen Indonesia saat ini. Saya rasa mobil ini paling ideal untuk komuter di dalam kota, sebagaimana sebuah city car. Tidak masalah untuk dipakai tempuh rute antar kota, asalkan bisa sesuaikan gaya mengemudi agar tidak kompromikan kenyamanan penumpang.
(WAHYU HARIANTONO)

Baca Juga: Neta dan PLN Besinergi Kembangkan 3.000 SPKLU Tahun Ini

Pelajari lebih lanjut tentang Neta V-II

  • Tampak Depan Bawah Neta V-II
  • Tampak samping V-II
  • Neta V-II Front Side View
  • Tampak depan V-II, tilted
Neta V-II
Rp 299 Juta Cicilan mulai dari : Rp 6,82 Juta

Mobil Neta Lainnya

  • Neta X
    Neta X
  • Neta L
    Neta L
  • Neta U
    Neta U
  • Neta V-II
    Neta V-II

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Neta Pilihan

  • Upcoming

Pilihan mobil untuk Anda

  • Honda BRV
    Honda BRV
    Rp 307,1 - 381,2 Juta
    • Petrol
    • SUV
    • 1497 cc
    • Manual, CVT
  • Toyota Rush
    Toyota Rush
    Rp 289,4 - 315,6 Juta
    • Petrol
    • SUV
    • 1496 cc
    • Manual, Otomatis
  • DFSK Glory 560
    DFSK Glory 560
    Rp 275,9 Juta
    • Petrol
    • SUV
    • 1498 cc
    • CVT
  • MG ZS
    MG ZS
    Rp 315,8 - 339 Juta
    • Petrol
    • SUV
    • 1498 cc
    • CVT
    • 16 kmpl
  • Daihatsu Terios
    Daihatsu Terios
    Rp 248,05 - 314,25 Juta
    • Petrol
    • Crossover
    • 1496 cc
    • Manual, Otomatis
    • 14 kmpl

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review