Beranda EDITOR'S PICKS FEATURE: Pulau Tak Bertuan dan Cerobong Jepang di Kolaka

FEATURE: Pulau Tak Bertuan dan Cerobong Jepang di Kolaka

KOLAKA, 18 November 2019 – Selama empat hari Carvaganza menikmati tujuh ‘keajaiban’ yang disuguhkan oleh Kabupaten Kolaka di Sulawesi Tenggara bersama Daihatsu Terios 7 Wonders. Magical Kolaka Adventure adalah tema Terios 7 Wonders putaran ketiga sekaligus sebagai putaran terakhir tahun 2019.

Penulis sudah mengisahkan lima wonder (keajaiban) yang ada di Kolaka pada tulisan sebelumnya yang dilakukan pada hari Kamis (14/11). Dan pada tulisan ini, penulis ingin mengisahkan petualangan Terios 7 Wonders ke Pulau Padamarang dan Cerobong Jepang sebagai pemungkas petualangan dan menggenapi perjalanan menjadi tujuh destinasi keajaiban (wonder) yang dilakukan pada hari Jumatnya (15/11).

Usai menyelesaikan lima keajaiban pertama hari Kamis, Kami menginap di Hotel Sultan Raja, yang katanya hotel terbaik di Kolaka. Hotel dua lantai ini terintegrasi dengan pusat perniagaan kecil yang terdiri dari ruko-ruko dan sebuah kafe unik. Letaknya di tepi pantai Kolaka, yang menyerupai danau besar karena airnya tenang tidak berombak. Nah di pinggir pantai hotel itu Anda bisa melihat ikan-ikan kecil dan berukuran sedang berlarian secara berkelompok. Enaknya sembari menikmati matahari pagi. What a Magical Kolaka.

Pada Jumat pagi,  rombongan media Terios 7 Wonders sudah berkumpul di lobi hotel pada pukul 7.15  setelah breakfast. Kami akan berangkat ke Pulau Padamarang pada jam 8.00  melalui sebuah pelabuhan nelayan.

Lokasi pelabuhan dari hotel cukup dekat, hanya sekitar 15 menit. Terhitung 5 kapal nelayan bersandar di pelabuhan, salah satunya adalah kapal nelayan yang berukuran cukup besar yang kami naiki menuju Pulau Padamarang. Perjalanan selama sekitar 50 menit menuju Padamarang memberikan eksotisme sendiri. Hembusan angin, bunyi mesin perahu yang kadang terbatuk-batuk seperti kakek tua dan deburan gelombang menjadi sensasi yang menyenangkan.

Kapal nelayan ini memiliki geladak cukup besar yang berbentuk ruang terbuka dan juga ruang tertutup.  Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh anggota rombongan. Ada yang memilih duduk-duduk di geladak utama, di buritan bahkan di ruang jurumudi. Beberapa orang memilih duduk di haluan, terjemur matahari sepanjang perjalanan. Yang asyiknya lagi, kami menikmati lautan lepas sambil menyantap penganan pisang goreng, ketan, nasi uduk dan minum kopi.

Pulau ‘Perawan’ Padamarang

Sampai di Padamarang, sebuah dermaga kecil menyambut rombongan. Untungnya laut sedang pasang, jadi kapal nelayan besar yang kami tumpangi bisa merapat ke dermaga kayu sehingga tidak perlu buang jangkar di tengah dan dijemput oleh perahu kecil. Kapal kami sendiri sudah menyiapkan perahu kecil untuk berlabuh di Padamarang yang dibawa dari Pelabuhan Kolaka.

Padamarang adalah bagian dari gugusan pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kalau dilihat dari atas, bentuk pulau tersebut mirip hewan bintang laut. Menurut Ir. Dwi Dharma, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka, Padamarang adalah daerah konservasi hutan namun pulau ini kaya dengan kandungan bijih nikel. Pulau ini bisa dibilang pulau ‘perawan’, tak berpenghuni dan hanya dikunjungi oleh wisatawan yang ingin snorkeling maupun diving karena menawarkan pemandangan bawah laut yang indah. Sesekali dikunjungi oleh nelayan untuk istirahat.

Bangunan yang terdapat di Pulau Padamarang hanya beberapa unit saja yang disediakan untuk beristirahat plus  dermaga kecil. Hamparan berbagai jenis flora di Padamarang dengan ketinggian antara 300 – 650 di atas permukaan laut membentuk bentangan hutan menyelimuti seisi pulau.

Dulunya Pulau Padamarang dihuni oleh masyarakat Kabupaten Kolaka, namun karena sudah dinyatakan sebagai pulau konservasi, masyarakatnya direlokasi. Tak aneh jika laut di sepanjang pantai Padamarang begitu jernih berwarnai kehijauan dan kebiruan. Anda bisa menikmati kehidupan ragam biota lautnya dari atas dermaga mulai dari ikan ukuran kecil dan sedang, duri babi, bintang laut, ragam kerang dan lain-lain. Apalagi kalau Anda nikmati sambil snorkeling dan diving.

Pantai di Pulau Padamarang tidak berbahaya, Anda bisa berenang sepuas hati tanpa harus khawatir pada arus kencang yang umumnya terdapat di Pantai Selatan Jawa. Bahkan tak ada deburan ombak, gelombang di pinggir pantainya tenang.

Puas menikmati Padamarang dari pukul 09.00 sampai pukul 12.30 kami kembali ke hotel untuk bersih-bersih. Pasalnya di Padamarang tidak terdapat air tawar bersih untuk berbilas. Kami harus siap-siap melanjutkan perjalanan menuju ‘keajaiban’ ketujuh yaitu ke Cerobong Jepang sebagai wonder penutup perjalanan Magical Kolaka Adventure bersama Terios 7 Wonders.

Cerobong Jepang PT Antam

Semestinya kunjungan ke Cerobong Jepang milik PT Aneka Tambang (Antam) ini menjadi destinasi ‘keajaiban’ pertama yang kami kunjungi. Tapi karena pesawat Wings Air yang membawa kami dari Makassar ke Kolaka didelay selama lebih dari 2 jam, kunjungan dimundurkan dua hari ke hari Jumat karena setibanya di Bandara Sangia Nibandera hari sudah sore.

Dari Hotel Sultan Raja menuju PT Antam dapat ditempuh dengan kendaraan selama sekitar 30 menit. Daihatsu All New Terios yang kami tumpangi melaju berurutan sesuai nomor urut. Sepanjang perjalanan menuju Antam, kami tiga jurnalis tak meragukan ketangguhan Daihatsu Terios dalam melahap segala medan di Kolaka. Dari mulai jalanan aspal mulus, jalanan light off-road, tanjakan terjal, turunan curam serta twisty. Bahkan kami tidur dengan tenang menikmati kenyamanan kabin.

PT Antam Kolaka

Tapi di tulisan ini, saya tidak ingin membahas soal performa Daihatsu All New Terios yang mumpuni karena sudah berulang kali ditulis di Carvaganza. Saya hanya ingin menikmati setiap kilometer perjalanan yang disuguhkan oleh Daihatsu All New Terios dalam Terios 7 Wonders.

Setibanya di Antam, kami disambut oleh jajaran PT Antam dan mendapat pembekalan tentang safety dan profil perusahaan Antam di Kolaka yang ternyata sudah ada sejak jaman pendudukan Jepang. Perusahaan Antam di Kolaka merupakan perusahaan tambang bijih nikel yang mengekspor produknya ke India, Korea dan Cina. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi jutaan ton dalam setahun.

Ki-ka: Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT ADM, Ir. Dwi Dharma, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka, Wakil Bupati Kolaka H.M Jayadin

Kami diajak ke lokasi penambangan yang menyajikan pemandangan galian-galian raksasa dengan kedalaman 30 sampai 40 meter ke bawah tanah. Tapi menurut petinggi Antam yang mengantar kami, setiap lokasi penggalian tersebut akan diurug kembali dan ditanami lagi sehingga alamnya tidak rusak. Ia pun memperlihatkan lokasi-lokasi yang sudah diremajakan lagi dan sudah ditanami oleh hutan pinus.

Setelah melihat-lihat pabrik, kami di bawah ke sebuah cerobong peninggalan penjajahan Jepang yang terletak di atas bukit paling tinggi di lokasi itu. Cerobong menjulang tinggi ke atas dengan ketinggian sekitar 70 meter. Tidak diketahui apakah cerobong ini sudah pernah dipakai dalam proses produksi atau belum. Namun juga ada kecurigaan bahwa cerobong tersebut sebetulnya bukan cerobong pabrik, melainkan digunakan oleh tentara pendudukan Jepang untuk pengintaian.

Cerobong Jepang PT Antam Kolaka

Masuk akal juga karena lokasi cerobong berada di bukit tertinggi di lokasi tersebut yang bisa melihat ke seluruh penjuru pantai Kolaka. Di bawah cerobong tersebut terdapat dua lorong rahasia yang menghubungkan dengan dua lokasi yang jauhnya sekitar 200 meter dari tempat cerobong berdiri.

Tapi kini cerobong tersebut hanya menjadi situs sejarah, ditinggali oleh ribuan kelelawar berbau pesing dan lembab. Namun, PT Antam tetap mempertahankan situs tersebut di antaranya dengan membuatkan penopang di bagian bawah cerobong agar tidak roboh dan retak-retak karena kondisinya yang sudah tua.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

50 Tahun Mitsubishi Motors, Ini Kata Brand Ambassador Mereka

JAKARTA, Carvaganza -- Mitsubishi Motors Corporation (MMC) merayakan usianya yang ke-50 tahun ini. Artinya MMC sudah diresmikan sejak 50 tahun lalu, meski Mitsubishi sendiri...

F1: Bottas Ambisius Ingin Jegal Hamilton di GP Rusia 2020

SOCHI, Carvaganza.com - Di Formula 1 saat ini, Valtteri Bottas menjadi satu-satunya penantang realistis Lewis Hamilton untuk merebut kejuaraan dunia. Saat ini F1 2020...

Toyota dan Mitsubishi: Kita Wait and See Keputusan Pajak Nol Persen

JAKARTA, Carvaganza.com -  Rencana mengnolkan pajak untuk penjualan kendaraan baru menjadi sangat menarik. Diskusi di ruang-ruang publik pun terbangun, karena kalau itu terealisasi publik...

Asuransi Astra Salurkan Donasi Beasiswa Rp 300 Juta untuk SLB B Sana Dharma

JAKARTA, Carvaganza -- Pandemi Covid-19 berdampak ke banyak sektor, termasuk dunia pendidikan. Seperti yang dialami SLB B Sana Dharma di Cilandak Barat, Jakarta. Guna...

Beda dari Versi Global, Honda Jazz di Indonesia akan Berwujud City Hatchback?

JAKARTA, Carvaganza.com – Sudah hampir setahun Honda Jazz/Fit generasi terbaru debut sejak Tokyo Motor Show 2019. Sampai saat ini juga, belum ada titik cerah...