F!: Pandemi Belum Reda, Grand Prix Australia 2021 Terancam Batal Jadi Seri Pembuka

MELBOURNE, Carvaganza.com – Tahun 2020 sudah berakhir yang diwarnai berbagai persitiwa sebagai dampak pandemi COVID-19. Namun meski tahun 2021 sudah bergulir, nampaknya situasi belum sepenuhnya kembali normal. Seperti yang dikabarkan dari ranah Formula 1, seri pembuka tahun ini di Australia kemungkinan besar akan ditunda kembali.

Situasi yang belum membaik signifikan di Australia berpotensi akan berdampak pada jadwal Grand Prix Australia 2021 di Melbourne. Padahal, sebelumnya Australia sudah masuk ke dalam kalender resmi Formula 1 2021, sebagai seri pembuka di tanggal 21 Maret 2021. Kalender tahun ini menyajikan sebanyak 23 balapan, jumlah terbanyak sepanjang sejarah F1.

Alasan kemungkinan akan ditunda atau bahkan dibatalkannya seri Australia adalah karena otoritas setempat yang masih memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat. Apalagi dengan kabar belakangan ini bahwa telah muncul jenis baru virus Corona di sejumlah negara. Kekhawatiran kembali meningkat, khususnya dalam skala global, yang kemudian mempertanyakan kelayakan untuk menggelar balapan.

Tahun lalu situasi yang serupa terjadi di Melbourne, bahkan saat para anggota tim dan pembalap sudah tiba dan siap berlaga di seri pertama 2020. Namun saat itu, beberapa personel tim terdiagnosa positif COVID-19, yang akhirnya membuat panitia membatalkan grand prix sebelum sesi free practice 1 dimulai. Formula 1 kemudian menjadwal ulang kalender 2020 yang dimulai di bulan Juli, dengan menerapkan protokol khusus di paddock untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara, baik F1 maupun di Melbourne, diyakini grand prix akan ditunda ke slot lain di tengah musim. Hal ini mengacu pada agenda turnamen tenis Australia Open pada Februari mendatang, yang sejatinya menjadi ajang akbar pertama Australia untuk hampir setahun ke belakang. Pemerintah Negara Bagian Victoria mengonfirmasi bahwa semua pemain yang ikut serta harus menjalani karantina dua pekan saat tiba di Australia. Hal ini demi menjamin keamanan semua pihak yang terlibat dalam turnamen.

Pengumuman terkait penundaan balapan kemungkinan akan dilakukan tidak lama pada bulan ini. Panitia penyelenggara juga belum membuka penjualan tiket grand prix sampai saat ini. Australia telah memperketat pembatasan penyebaran COVID-19 sejak wabah, menutup perbatasannya untuk non-penduduk tak lama setelah balapan F1 dibatalkan pada Maret tahun lalu.

Jika akhirnya seri Australia benar akan ditunda atau bahkan dibatalkan, maka seri pembuka F1 2021 akan dilangsungkan di Bahrain. Jadwal Bahrain hanya berselang satu pekan setelah seri Australia, dan pada tahun lalu menggelar dua balapan sebelum penutup di Abu Dhabi. Dan jika seandainya jadwal Australia digeser, maka kemungkinan besar akan berdampak pada susunan ulang kalender 2021.

Akhir pekan di 2021 yang kosong untuk jadwal F1 adalah pada paruh kedua musim setelah musim panas, antara seri Belgia (29 Agustus) dan Abu Dhabi. (5 Desember). Slot kosong untuk bisa diisi Australia yaitu pada 19 September, 17 Oktober, 7 November dan 21 November. Namun tentu saja tidak mudah, karena harus mempertimbangkan soal logistik. Paling memungkinkan jika mengambil slot 19 September atau 17 Oktober, dekat saat F1 menggelar seri Rusia, Singapura dan Jepang.

Sebenarnya bisa saja Australia mengambil slot di 23-25 April, yang masuk di kalender namun belum diputuskan untuk seri apa. Dari sisi logistik memungkinkan karena beriringan dengan seri di Asia. Namun sepertinya F1 akan menggunakan slot tersebut untuk satu seri di benua Eropa.

Sebelum status Grand Prix Australia 2021 diragukan, Formula E pada bulan lalu telah mengumumkan batalnya seri pembuka di Santiago. Keputusan itu setelah Chili menutup perbatasan negaranya untuk Inggris.

Sumber: Motorsport

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda