Beranda Updates Bisakah Mobil Listrik Dimodifikasi Jadi Lebih Kencang?

Bisakah Mobil Listrik Dimodifikasi Jadi Lebih Kencang?

JAKARTA, Carvaganza.com – Penyuka kecepatan pasti akan sangat menikmati menggeber mobil kencang, baik bertenaga bensin maupun listrik sekalipun. Kalau belum puas, biasanya opsi modifikasi menjadi langkah yang dilakukan untuk memenuhi hasratnya untuk lebih kencang. Tapi apakah mungkin untuk memodifikasi performa mobil listrik?

Untuk mobil tradisional atau bermesin konvensional, banyak parts yang tersedia di pasar aftermarket yang bisa didapatkan untuk modifikasi. Opsi modifikasi bahkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan performa dna biaya. Lain cerita jika kita bicara soal memodifikasi performa mobil listrik.

Mekanisme mobil listrik jauh berbeda. Tidak lagi mengandalkan mesin pembakaran internal yang menghasilkan energi dari hasil olahan bahan bakar minyak. Dua komponen utama adalah baterai dan motor listrik, berarti mengeliminasi sebagian besar komponen yang berada di model konvensional. Sebut saja knalpot, kapasitas silinder atau menyematkan turbocharger.

Dijelaskan Mayk Wienkoetter, Spokesperson Porsche E-Mobility & Model Line Taycan saat Online Technology Talk Porsche, modifikasi kendaraan listrik dalam hal mendongkrak performa mungkin saja diimplementasikan. Cara mudahnya dengan melakukan penyetelan perangkat lunak yang mengatur kinerja sistem. Tapi perlu diketahui, pengaruhnya tidak signifikan.

Sebagai contoh, mengubah Taycan 4S agar memproduksi energi dorong setara varian Turbo atau Turbo S. Ketiganya memiliki semburan tenaga yang jauh berbeda. 4S dengan baterai standar menciptakan 521 hp, sementara yang menggendong baterai lebih besar 562 hp. Turbo sendiri menyentuh 669 hp dan Turbo S di 749 hp.

Bukan tidak mungkin dilakukan. Namun, pemilik harus membongkar sistem secara menyeluruh. Kemudian mengganti jeroan sesuai spesifikasi Turbo atau Turbo S. Mulai dari baterai, power converter hingga motor yang menghasilkan output tenaga lebih besar. Ini tentunya membutuhkan pengerjaan cukup banyak, dan menguras tabungan tak sedikit.

“Secara teknis itu mungkin bisa dilakukan, tapi komponen dan pengerjaannya sendiri akan lebih murah kalau beli Turbo atau Turbo S sejak awal. Anda bisa lihat dari luar kalau e-motor Turbo S lebih besar dibanding 4S. Dan ada dua motor berukuran berbeda, depan-belakang. Masih ditambah power converter, ini teknologi yang berbeda juga,” jelas Mayk.

Penggunaan dua motor ini bukan sekadar menyalurkan daya ke roda. Tapi sudah diatur guna menjaga kestabilan dan keamanan ketika melaju. Motor dibuat lebih bertenaga sehingga melaju lebih gesit. Akselerasi masih dibantu motor depan, yang juga berfungsi memberikan traksi ketika roda belakang kehilangan cengkraman.

Tak hanya dua kekurangan di atas. Perlu diketahui memodifikasi kendaraan berisiko menghanguskan garansi berlaku. Sebagai informasi, Taycan yang menjadi model listrik perdana Porsche diganjar masa warranty baterai hingga delapan tahun atau 160 ribu km. Keberadaannya sangat membantu konsumen agar tak mengeluarkan ongkos banyak ketika mengalami kerusakan. Lantas akankah Anda membuang privilege demi mengejar performa lebih tinggi?

MUHAMMAD HAFID | WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto