Beranda Updates Biar Awet, Ini 7 Tips Perawatan Ban Mobil Anda

Biar Awet, Ini 7 Tips Perawatan Ban Mobil Anda

JAKARTA, 13 Juni 2019 – Setelah mudik tak ada salahnya Anda melakukan perawatan pada mobil Anda. Salah satu bagian penting yang harus diperhatikan adalah ban. Kondisi dan kualitas ban yang baik akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan berkendara.

Sama seperti komponen mobil lainnya, ban juga butuh perhatian dan perlu dirawat secara rutin. Bila Anda jarang merawat ban mobil, dapat membuat umur pemakaian ban menjadi lebih singkat dan mudah rusak. Ban mobil juga membantu kinerja mesin. Ban yang jarang dirawat bisa mengurangi performa kendaraan. Bukan tidak mungkin konsumsi bahan bakar minyak menjadi meningkat alias boros.

Rata-rata ban bisa digunakan hingga tiga sampai lima tahun, bergantung pada kualitas dan cara pemakaian. Namun banyak dari pemilik kendaraan menyepelekan atau bahkan tidak peduli dalam merawat ban mobil. Selama masih bisa dipakai, ban akan tetap digunakan.

Nah, berikut beberapa tips ringan supaya ban Anda awet dan dapat dimanfaatkan secara maksimal:

1. Cek tekanan angin secara berkala

Tekanan udara dalam ban harus diatur sedemikian rupa agar nyaman dipakai. Jangan terlalu keras sehingga membuat ban cepat aus dan sulit dikontrol. Namun juga tak boleh terlalu ringan karena akan membuat tarikan mesin menjadi berat. Tekanan dalam ban biasanya juga akan berkurang dengan sendirinya meski mobil jarang dipakai. Anda disarankan mengecek tekanan angin dalam ban tiap minimal 2 minggu sekali atau ketika akan dipakai berkendara jarak jauh demi keselamatan. Sesuaikan dengan petunjuk di plakat kendaraan di samping dalam pintu atau sesuai dengan anjuran pabrik ban.

2. Bersihkan ban

Bila ban dalam kondisi kotor, cuci menggunakan sabun atau sampo mobil. Untuk hasil maksimal, lepaskan keempat roda dan bersihkan sisa kotoran di sela-sela roda dan ban secara optimal. Lakukan minimal sebulan sekali.

3. Isi angin ban menggunakan nitrogen

Isi angin ban sesuai petunjuk. Bisa menggunakan angin biasa atau nitrogen. Nitrogen banyak direkomendasikan karena memiliki beberapa keuntungan yang akan membuat ban menjadi lebih awet. Nitrogen menjaga kondisi ban tetap dingin meski harus terus bergesekan dengan aspal jalan. Nitrogen juga membuat tekanan angin dalam ban lebih stabil sehingga tidak mudah kempes.

4. Spooring and Balancing

Spooring adalah alignment atau proses pada mobil untuk meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal, sesuai dengan settingan pabrik. Biasanya dua roda depanlah yang akan diluruskan dan diatur agar kembali seperti sedia kala. Sedangkan balancing adalah penyesuaian atau upaya menjaga keseimbang pada titik atas bawah atau kiri kanan roda dengan cara menambahkan timah pada bagian yang kurang. Biasanya ini dilakukan setelah penggantian ban atau velg, dan jika kilometernya sudah mencapai batas untuk balancing.

5. Rotasi ban

Sistem pada mobil biasanya hanya memiliki satu penggerak roda entah itu di bagian depan saja (FWD) ataupun hanya bagian belakang (RWD). Oleh karena itu, 2 buah ban yang terpasang pada bagian sistem penggerak tersebut dipastikan akan lebih cepat aus. Nah untuk menyiasati hal tersebut, Anda disarankan melakukan rotasi ban depan ke belakang tiap kurang lebih 5.000-10.000 km agar ban lebih awet.

6. Gunakan ban yang dikomendasikan

Pilih jenis dan ukuran ban yang tepat. Ban terdiri dari beberapa jenis. Ada yang dirancang khusus untuk medan jalan aspal, tanah, bebatuan dan lainnya. Tiap mobil memiliki spesifikasi khusus dan tentunya ban yang dipakai akan menyesuaikan fungsinya. Jangan melakukan modifikasi atau menggunakan ban yang tidak sesuai.

7. Ganti jika diperlukan

Secara umum ban memiliki usia antar 3-5 tahun, tentunya tergantung pemakaian. Pergantian ban baru perlu dilakukan ketika sudah waktunya tiba. Ban memiliki Tread Wear Indicator (TWI) yang terdapat pada tapaknya. TWI ditunjukan dengan tanda segitiga. Jika telapak ban sudah menyentuh bagian TWI, artinya pemilik mobil harus segara mengganti ban.

RAJU FEBRIAN