Beranda Features 7 Mobil Sport Jepang Yang Bikin Lutut Pabrikan Eropa Bergetar

7 Mobil Sport Jepang Yang Bikin Lutut Pabrikan Eropa Bergetar

JAKARTA, Carvaganza.com – Jepang memang bukan pionir dalam hal transportasi darat. Tapi kegigihan mereka untuk bertahan menjadikan produknya mampu melampaui mereka yang mapan.

Hal sama berlaku untuk dunia mobil kencang. Saat semua menatap Eropa (dan Amerika) soal mobil yang laju, Negeri Matahari Terbit itu datang dengan santai tapi menusuk. Inilah tujuh mobil yang menorehkan ‘panas dalam’ pada mobil-mobil kencang dunia.

Nissan Skyline GT-R

Jujur, penampilannya bukan yang paling artistik. Tapi bentuk ini dihasilkan dari pemikiran fungsi lebih penting dari rupa. Toh mobil ini bisa diterima dengan sangat baik di berbagai penjuru dunia berkat performanya yang yahud. Versi standar bermesin V6 mampu menggelontorkan 560 hp. 0-100 km/jam hanya dalam 2,6 detik! Sports car Eropa sekelas pun menangis saat coba mengejarnya.

Lexus LF-A

Saat pertama hadir, semua yakin mobil ini dipenuhi gimmick ala permainan PlayStation. Memang betul, tapi di balik moncongnya tertanam jantung monster berkonfigurasi V10 dengan lolongan yang bikin gentar Ferrari 599, pesaing terdekatnya. Daya 533 hp disalurkan melalui transmisi dengan paddle shifter ke roda belakang. Top speed mencapai 330 km/jam dengan akselerasi 0-100 kpj dalam 4,6 detik. Saat penggemar mobil Eropa berbondong-bondong mau beli, Lexus bilang, “Maaf, kami hanya bikin 500 unit.”

Toyota Supra A80 (Mk. IV)

Porsche 911 Turbo generasi 964 bagaikan dewa kalau bicara mobil sport berperforma era 90-an yang bisa digunakan harian. Tapi Saat Toyota menggelontorkan Supra generasi A80 tahun 1993, Semua mengakui, Porsche legendaris itu harus waspada. Supra hadir dengan mesin 2JZ-GE dan versi turbo 2JZ-GTE.

Yang terakhir itulah yang diakui sebagai Porsche killer. Mesin empat silinder turbo 3,0 liter mampu menghasilkan 326 hp. Sistem turbo yang bekerja secara berurutan (sequential) mengeliminir gejala turbo lag yang kerap terjadi pada mobil dengan sistem induksi seperti ini. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam dalam hitungan 4,6 detik.

Datsun 240Z Fairlady

Ini yang sebetulnya merusak pasar sports car dimanapun saat diperkenalkan tahun 1969, sekaligus menandai keseriusan Jepang di pasar mobil sport. Harganya terjangkau, performa mumpuni (pada jamannya). Orang Eropa dan Amerika suka mobil karena ini irit, enak dilihat dan punya performa meski mesinnya cuma enam silinder 2,4 liter. Angka klaim top speed 201 km/jam dan menyentuh 100 km/jam dalam delapan detik makin memukau mereka.

Lalu siapa yang disikat oleh mobil ini? MGB GT V8. Dengan harga lebih murah, dimensi kurang lebih sama tapi mesin V8 mobil Inggris itu cuma menghasilkan 130 hp. Boros pula. Bandingkan dengan Fairlady yang bertenaga 150 hp dengan mesin yang lebih sederhana.

Honda NSX

Persaingan mobil mesin tengah (mid-engine) jelang akhir 1980 mendadak riuh setelah Honda memperkenalkan NSX. Ferrari, yang saat itu dominan meski produknya (F348) kurang bisa diterima pasar pun kebakaran jenggot. Honda NSX hadir dengan mesin V6 3.0 liter VTEC bertenaga 270 hp.

Dibandingkan dengan Ferrari 348 bermesin V8 berdaya 296 hp, tenaganya jelas inferior. Tapi bobot NSX lebih ringan 150 kg (1.500 kg vs 1.350 kg) plus punya handling lebih mumpuni. Dengan NSX, Honda sukses menunjukan kalau platform mereka lebih mumpuni. Salah satu faktor pendukung sukses adalah Ayrton Senna yang turut mendesain mobil ini.

Toyota 2000GT

Inilah jawaban Toyota untuk Jaguar E-Type. Mobil Inggris ini diakui semua orang sebagai mobil yang indah dan mampu berlari sebagus bentuknya. Gerah, tahun 1967 Toyota membuahkan mobil yang tidak kalah hebat, 2000GT. Inilah, seperti yang dibilang para pengamat, mobil sport Jepang paling bagus yang pernah diproduksi. Sadar kalau bentuk tanpa kemampuan tidak ada gunanya, mereka membenamkan mesin enam silinder segaris berkapasitas 2,0 liter dengan daya 148 hp.  Sang GT pun mampu berlari hingga 217 km/jam.

Namun, pabrikan ini juga menyadari kalau mobilnya banyak disukai dan pasang harga tinggi. US $6.800 jadi ganjalan karena terlalu mahal pada waktu itu. Alhasil, hanya 351 unit yang dibuat hingga 1973. Tapi tidak bisa dipungkiri, gara-gara mobil ini Toyota jadi ikut dipandang sebagai pemain utama di kelas sports car.

Mazda MX-5 (Miata)

Semua paham kalau MX-5 adalah mobil sport mungil paling sukses sepanjang sejarah otomotif dunia. Ukuran compact, handling mumpuni dan bobot yang ringan bikin mobil ini menyenangkan. Mesin empat silinder hanya bertenaga 130 hp, tapi dua hal tadi membuktikan tidak perlu tenaga badak untuk membuat mobil sport layak dicintai. Apalagi harganya terjangkau.

Engineer Mazda mengambil inspirasi dari Lotus Elan, mobil sport compact era 1960-an asal Inggris. Mazda MX-5 mulai dijual pada 1989. Ironisnya, mobil itu juga yang kena tampar saat Lotus membangkitkan kembali nama Elan, di tahun yang sama.

INDRA ‘DEDEN’ ALFARISY

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Grup Astra Berpartisipasi Pada Pelepasan Eskpor Dipimpin Presiden Joko Widodo

JAKARTA, carvaganza -  Grup Astra pada hari ini, Jumat (4/12) ikut berpartisipasi pada acara Pelepasan Ekspor dari Indonesia ke pasar global yang dipimpin Presiden...

Beli Peugeot Bulan Desember, Dapat Voucher Belanja Plus Cicilan Ringan

JAKARTA, Carvaganza -- Desember identik dengan musim liburan. Pengujung tahun 2020 juga menjadi waktu bagi para agen pemegang merek memberikan panawaran istimewa untuk konsumen,...

Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Kompetisi Balap Virtual Honda Brio

JAKARTA, Carvaganza -- Mobile game berbasis android bertajuk Brio Virtual Drift Challenge digelar PT Honda Prospect Motor (HPM) pada September 2020 lalu. Untuk menambah...

Shell Terbitkan Buku 10 Tahun Partisipasi Indonesia di Shell Eco-marathon

JAKARTA, Carvaganza -- Shell memberikan sarana bagi anak muda dalam berkreasi dan berinovasi. Salah satunya melalui Shell Eco-marathon (SEM) Asia dan juga Drivers’ World...

Ichan Chaniago Terpilih Jadi Ketua Umum Baru AXIC 2020-2020

JAKARTA, Carvaganza - Komunitas otomotif besar di Indonesia, AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC), memiliki ketua umum baru di ujung tahun ini. Melalui pemilihan ketua umum...