Supercar McLaren Ini Hilang Misterius, Diduga Disikat Bandar Narkoba Terbesar

LONDON, carvaganza – Supercar bagi banyak kalangan merupakan mobil seksi dan penuh passionate. Para pemiliknya hanya orang-orang tertentu, yang tentu saja banyak duit karena harganya mahal. Kalangan yang senang kecepatan, berseni tinggi dan tentu saja sarat nilai prestisius.

Salah satu supercar yang paling terkenal di era ’90-an adalah McLaren F1. Kelahiran mobil dengan konfigurasi tempat duduk unik ini sangat menarik. Ceritanya sepulang dari GP Italia 1988, bos-bos tim McLaren menunggu pesawat di bandara. Dari hasil ngobrol terbetik ide untuk membuat supercar jalan raya. Akhirnya pabrikan di bawah supervisi Gordon Murray mendesain dan membangun mobil selama empat tahun.

Pada tahap pertama jumlah unit diproduksi hanya 106 mobil. Sebanyak 10 di antaranya langsung dibeli oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah sebagai koleksi. Sejak itu, McLaren jadi collectible item dan dijual dilelang sampai jutaan dollar, salah satunya McLaren F1 spek LM yang terjual hampir US$ 20 juta.

Baca juga: Penerus McLaren F1, Gordon Murray T.50 Definisikan Makna Supercar Sejati



Nah dari jumlah 106 unit itu, ada satu unit yang sampai saat ini masih misterius. Mobil dengan chassis 039 yang tidak terlacak keberadaannya sampai sekarang.  Padahal, di era modern, mobil yang dibeli oleh konsumen mudah dijejak. Karena punya VIN number dan konsumen yang membelinya teregister. Apalagi supercar yang jumlahnya cuma segelintir, jatuh ke tangan siapapun akan bisa terlacak.

Kok misteri ini bisa terkuak? Ya ini kerjaannya Ed Bolian, pendiri channel YouTube, VINWiki. Ia mendirikan situs itu memang khusus menelusuri mobil-mobil unik, terutama supercar. Dan menurutnya, cukup banyak supercar yang di seluruh dunia mirip harta karun tersembunyi.

Salah satu mobil yang menarik perhatian Ed Bolian adalah McLaren F1 Vin Number 039. Dari hasil penelusuran, kayaknya mobil itu dibuat untuk Ron Dennis, pendiri sekaligus pemilik McLaren. Bodinya berkelir Brazillian Brown Metallic dengan interior warna merah. Mobil selesai dibangun akhir 1995.

Awal misteri muncul


McLaren 039 jarang sekali ada fotonya karena diduga warna catnya kurang menarik. Istri Dennis sepertinya tak suka kombinasi warna mobil, lalu tak mau memiliki atau mengemudikan. Dennis kemudian tak jadi mengambil mobil itu, ditukar dengan VIN Number 050 berkelir Magnesium Silver yang kelihatan lebih keren.

Dari Dennis, mobil 039 dibeli oleh seorang konsumen di Inggris. Namun di tangannya tak lama. Dari sinilah misteri itu muncul. Setelah lama tak terdengar mendadak diterima laporan mobil itu terlihat di daerah di Meksiko, sepertinya diimpor dari UK. Velgnya sudah dicat warna emas sehingga mobil terlihat makin kinclong, meski agak norak.

Anehnya, tak diketahui siapa pemilik McLaren F1 039 itu. Menurut orang-orang setempat, mobil itu milik salah seorang petinggi sindikat narkoba pimpinan Joaquin “El Chapo” Guzman alias ‘Kate’ karen postur tubuhnya pendek, hanya 167 cm. El Chapo sendiri artinya kate. Sekarang El Chapo sedang mendekam di penjara Amerika Serikat.

Video: Kesaksian Ed Bolian tentang McLaren F1 Chassis 039



Waktu pemiliknya meninggal dunia akhir ’90-an, kabarnya kunci mobil hilang. Tak ditemukan pihak keluarga. Karena tak ada kunci, mobil disembunyikan di daerah pedesaan Sinaloa, lalu akhirnya hilang. Lalu kabarnya pernah ada orang Meksiko yang mengontak McLaren agar dibuatkan kunci, tapi tanpa dokumen kepemilikan mobil pihak McLaren tak mau mengerjakan. Gosipnya juga, McLaren tak mau membuatkan karena proses impornya ke Meksiko tak jelas dan mengingat profesi sang pemilik.

Sekitar sembilan bulan lalu, ada orang Meksiko mengontak Bolian mengaku tahu keberadaan 039. Tapi diduga penipuan karena orang itu meminta Bolian agar dibelikan Jaguar untuk membiayai pencarian. Hunting 039 dihentikan karena pecah perang antar sindikat narkoba di daerah itu. Kalau pun ditemukan, kata Bolian, butuh dana US$ 500 ribu buat merestorasi mobil. Bahkan mungkin bisa disita pemerintah Meksiko karena mobil itu dibeli dari uang hasil kejahatan.

Sumber: www.thedrive.com

EKA ZULKARNAIN

 

Artikel yang direkomendasikan untuk anda