Road Test Wuling Almaz: Pantaskah Jadi Mobil Termahal Wuling?

JAKARTA, CARVAGANZA - Wuling Motors menginjakkan kaki di Indonesia, menggoda lewat low Multi Purpose Vehicle (MPV) termurah Confero. Setelah itu mereka naik kelas, hadirkan Cortez, medium MPV berfitur mewah juga dengan harga termurah di kelasnya. Awal 2019 pabrikan asal Cina ini, mulai pasarkan Almaz, medium Sport Utility Vehicle (SUV) berharga Rp 318,8 juta.

Menjadi produk termahal yang dijual Wuling di Indonesia, apa yang diandalkan Almaz? Memang Almaz terhitung termurah di kelasnya. Tapi sudah layakkah Wuling memasarkan mobil mahal? Jelasnya tampilan luar Almaz menyuarakan itu.

Eksterior

Wuling Almaz

Berbeda dengan desain Confero dan Cortez yang memiliki pendekatan sederhana, Almaz memukau lewat desain yang sporty dan stylish. Jangan kaget kalau moncong Almaz yang keren itu, menjadi wajah mobil-mobil terbaru Wuling nanti. Lampu utama LED Projector diletakkan di bagian bumper, sedangkan posisi yang biasanya ditempati lampu depan dihuni lampu berkendara siang hari LED (Day-time Running Light).

Aura modern dan kemewahan juga ditampilkan oleh garis bahu menanjak dan konsep atap melayang (floating roof) di pillar-D. Sementara itu, bagian belakangnya terlihat agresif dengan bumper model diffuser dan ornamen silver sebagai aksesori figuratif mulut knalpot ganda tiruan. Adapula mika berwarna merah yang menghubungkan kedua lampu reflektor di bumper belakangnya itu. Sungguh perhatian terhadap detail yang tinggi.

Tampilan mobil ini, bukan tanpa kekurangan. Banyak yang beranggapan offset ban positif, diameter pelek serta ukuran ban tak proporsional dengan dimensi, lekukan over fender yang berotot maupun lubang fender yang besar, mengurangi keindahan. Tapi sejujurnya, bagi kami, desain Almaz tetap sesuai dengan harganya.

Interior

Wuling Almaz

Kesan mewah yang ditampilkan Almaz pada bagian luarnya, ternyata bukan gimmick belaka. Memang interiornya dijejali banyak fitur modern yang hanya ditemui pada mobil dengan banderol tinggi. Masuk ke dalam kabinnya dan lihat ke atap. Anda disambut panoramic sunroof seluas hampir satu meter persegi (0,82 m2). Sentuhan kemewahan yang tak dimiliki para rivalnya yang lebih mahal. Risikonya, atap kaca lebih rentan pecah jika kejatuhan benda dari langit seperti batang pohon, misalnya.

Duduk di kursi pengemudi, posisi berkendara cukup ideal. Apalagi pengaturan posisi mengemudi sudah elektronis. Walaupun posisi lingkar kemudi hanya bisa diatur ketinggiannya secara manual. Untungnya lingkar kemudi sudah dibalut kulit. Selain membalut setir dan jok, material kulit pun bisa dirasakan beberapa bagian interior, seperti dasbor, sandaran tangan hingga door trim. Sedangkan material plastik pada dasbor sudah paded.

Jendela, kaca depan dan kaca belakang berukuran besar, memberikan bidang pandang yang luas ke segala penjuru arah. Interiornya juga menyajikan ruang kabin yang sangat luas di kursi baris depan dan belakang. Tak cuma itu, Wuling juga menyediakan banyak ruang penyimpanan di dalam kabin Almaz. Tersedia pula ventilasi AC, lubang pengisian daya smartphone dan sandaran tangan khusus penumpang di kursi baris kedua.

Karena berkonfigurasi kursi 5-penumpang, bagasi belakangnya sepenuhnya digunakan untuk akomodasi barang. Bila masih kurang, kursi baris keduanya bisa dilipat rata lantai untuk ruang yang lebih luas lagi.

Fitur

Wuling Almaz

Melihat harga, fitur jelas menjadi keunggulan mobil ini dibanding kompetitor di kelasnya. Paling membanggakan pemilik Almaz tentunya sistem multimedia layar sentuh berukuran raksasa, 10,4-inci. Kenapa bisa sebesar itu? Karena sistem multimedianya ini sekaligus berfungsi sebagai pengaturan AC digital.

Utamanya head unit terbesar di kelasnya itu, berfungsi memutar musik dari beragam format karena memiliki konektivitas Bluetooth, USB dan AUX. Ponsel pintar bisa terhubung secara mirroring lewat fitur Wuling Link untuk memutar beragam aplikasi seperti Google Maps, Spotify, Facebook dan lainnya. Sistem multimedianya ini juga bisa menampilkan indikator tekanan angin di ban, fungsi pengaturan buka-tutup jendela hingga display untuk fitur keselamatan kamera parkir 360.

Selain kamera parkir 360, Almaz dilengkapi banyak fitur keselamatan. Mulai dari rem parkir elektris dengan mode auto hold, dual SRS airbag, rem ABS, EBD, BA, Hill Hold Control dan Emergency Stop Signal.

Terakhir untuk memudahkan pengemudi, Almaz sediakan fitur kunci pintar untuk buka-tutup kunci pintu kendaraan hingga menghidupkan dan memadamkan mesin.

Performa dan Efisiensi

Wuling Almaz

Ditenagai mesin 4-silinder, 1,5 liter turbocharged. Predikat turbo memang terdengar seksi belakangan ini. Apalagi perangkat turbocharger miliknya bukan buatan Cina, melainkan hasil karya Honeywell, perusahaan konglomerasi terkemuka dari Amerika Serikat. Padahal, maksud turbo pada Almaz, bukan semata untuk memberikan performa yang superior. Lihat saja kapasitas mesinnya yang hanya 1,5 liter atau setara dengan MPV (Multi Purpose Vehicle) sekelas Toyota Avanza.

Wuling ingin Almaz memiliki efisiensi bahan bakar seirit mobil bermesin 1,5 liter. Turbo dihadirkan untuk meningkatkan performa, kala dibutuhkan saat melaju di putaran mesin tinggi. Faktanya, hasil pengujian kami, Almaz hanya sanggup mencatatkan konsumsi bahan bakar terbaik 14,2 kpl di tol dan 10,2 kpl di dalam kota. Memang tak bisa dibilang boros, tapi tak bisa juga disebut irit. Testimoni banyak pengguna Almaz, juga mengungkap angka yang tak jauh berbeda.

Kenyataan lain, performa di atas kertas pun tak seperti yang diharapkan. Sebagai gambaran, Almaz bermesin 1,5 liter turbo menghasilkan tenaga sebesar 140 PS dengan torsi puncak 250 Nm. Outputnya ini masih kalah jauh dibanding Honda CR-V bermesin 1,5 liter turbo yang bertenaga 190 PS dengan torsi puncak 240 Nm. Harapan Wuling membuat Almaz memiliki performa setara mesin berkapasitas 2,0 liter pun meleset. Sebagai perbandingan, Honda CR-V bermesin 2,0 liter non turbo menghasilkan tenaga 155 PS dengan torsi puncak 189 Nm.

Namun tak bisa dipungkiri, torsi puncak 250 Nm yang dihasilkan Almaz menjanjikan akselerasi yang memadai. Terjawab sudah, karakter mesinnya tipikal mobil untuk perkotaan, yang lebih banyak menghabiskan waktu hadapi situasi stop and go di kemacetan.

Tapi di sisi lain, Wuling justru memadukan mesin bertorsi gemuk itu dengan transmisi otomatis jenis CVT (Continuous Variable Transmission) yang terkenal kurang begitu responsif. Maka dalam mode berkendara Sport sekalipun, melaju dari posisi diam mobil tak berlaku agresif saat pedal gas dipijak dalam. Torsi yang gemuk seakan jadi mubazir, karena mesin dipatok di rpm tinggi dan transmisi CVT yang bekerja mengatur rasio gigi secara lembut. Padahal torsi puncak mobil ini keluar di rpm rendah, sekitar 1.600 rpm - 3.600 rpm.

Beruntung transmisi bikinan Bosch menyediakan mode perpindahan transmisi manual. Tak main-main, simulasi perpindahan giginya sampai 8-percepatan. Di mode ini, karakter transmisi CVT berubah total. Mesin tak lagi dipatok di rpm tinggi. Tapi jarum rpm bergerak naik-turun secara gradual, mengikuti perpindahan posisi gigi yang dipilih secara manual lewat tuas transmisi. Gara-gara ini, mode berkendara Sport miliknya jadi tak menarik sama sekali. Sayang, belum tersedia paddle-shift untuk perpindahan gigi dari balik lingkar kemudi.

Pengendaraan dan Pengendalian

Wuling Almaz

Sebagai Sport Utility Vehicle (SUV) yang berdiri di atas rangka monokok, Almaz menawarkan rasa berkendara cukup menyenangkan. Tingkat kekakuan rangka menunjang pengendaraan di beragam tingkat kecepatan. Betul, bobot kemudi terlalu ringan dan respons roda ke kemudi pun hambar. Tapi pergerakan kemudinya cukup akurat, membuat mobil tak sulit dikendalikan.

Bagaimana pengendaraannya? Banyak yang beranggapan Almaz terlihat kurang proporsional atau ukuran ban 215/60 R17 dirasa terlalu kecil. Apalagi ia memiliki lubang fender yang cukup besar, sehingga menyisakan celah yang cukup besar. Belum lagi offset (ET) ban yang positif atau bibir terluar pelek berada di dalam fender. Ditambah lagi ada over fender yang semakin membuat posturnya kurang gagah.

Perlu diperhatikan, Almaz memiliki ground clearance yang cukup tinggi, 230 mm atau salah satu yang tertinggi di kelasnya. Semua setelan di atas sudah diperhitungkan oleh insinyur Wuling dalam merancang Almaz. Sebab ukuran pelek dan ban yang lebih besar, membuat kendaraan menjadi lebih tinggi. Ini dapat mempengaruhi stabilitas berkendara. Sebab tingkat body roll mobil ini, cukup terasa saat menikung di kecepatan tinggi, meski masih dapat diminimalkan dengan baik.

Selain itu, semakin besar ukuran pelek, profil ban tentunya jadi semakin tipis. Hasilnya pasti mengurangi kenyamanan dalam berkendara di permukaan jalan yang tak mulus. Terlebih lagi, meski bukan SUV offroader, tapi Almaz disiapkan agar tetap dapat melintasi medan non aspal ringan. Itu pula sebabnya Almaz memiliki suspensi belakang independen multi link. Jadi masing-masing roda belakang dapat bergerak vertikal secara independen. Ruang fender yang besar dibutuhkan untuk roda berartikulasi di medan ekstrem agar tak mentok bibir fender. Ini sekaligus menjelaskan mengapa offset ban dibuat positif.

Kesimpulan

Wuling Almaz

Singkatnya, Wuling Almaz versi 5-seater yang kami uji memiliki kelebihan dalam hal kelengkapan fitur, tampilan modern dan harga yang menarik. Performa dan efisiensi bahan bakar memang bukan keunggulannya, tapi rasa berkendara mobil ini patut diacungi jempol karena menyajikan stabilitas dan kenyamanan secara bersamaan. RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda