PPKM Mulai Longgar, Pastikan Beberapa Hal Ini Agar Kendaraan Tetap Irit BBM

Jalan macet

JAKARTA, Carvaganza – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai diturunkan oleh pemerintah. Beberapa sektor kegiatan masyarakat mulai kembali beroperasi secara bertahap baik sekolah, perkantoran dan kegiatan lainnya. Otomatis mobilitas di beberapa kota besar mulai kembali padat terlebih lagi di jalan raya. 

Dalam melakukan kegiatan tentu saja kita akan kembali menggunakan kendaraan untuk menuju kantor, sekolah maupun tempat-tempat yang ingin dituju. Selain berkendara yang nyaman dan aman, beberapa orang juga menginginkan pengendaraan dengan tingkat efisiensi bahan bakar yang maksimal. 

Selain teknologi yang disajikan oleh pabrikan di setiap kendaraan yang bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar, ternyata kita juga bisa lho melakukan beberapa trik saat berkendara agar kendaraan tersebut bisa tetap irit. Berikut ini, tips yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar yang irit saat berkendara.

Tips Merawat Ban

1. Periksa Tekanan Udara Ban

Memeriksa tekanan ban sebelum berkendara bisa menjadi modal pertama untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar pada kendaraan. Pasalnya, jika tekanan udara ban kurang dari yang telah ditentukan, otomatis ban semakin berat menopang beban mobil. Apalagi jika penumpang di dalam mobil juga banyak, otomatis bobotnya bertambah dan mobil butuh asupan bahan bakar lebih untuk berjalan.

2. Manajemen Perjalanan

Pastikan Anda melakukan perjalanan tidak dalam kondisi yang terburu-buru dengan memulai perjalanan lebih awal. Hal tersebut mengurangi kemungkinan melalui jalanan yang macet dan bisa menciptakan perilaku berkendara yang tergesa-gesa. 

Untuk mensiasati hal tersebut, Anda juga bisa menggunakan aplikasi peta digital di smartphone maupun fitur GPS pada kendaraan untuk mendapatkan rute yang terbaik. Sehingga pengendara bisa berkendara dengan lebih smooth dan menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih baik. 

3. Jaga Emosi di Mobil

Saat berkendara di jalan raya ada baiknya kita menjaga emosi agar dapat menghasilkan pengendaraan yang rileks dan nyaman. Namun jika Anda berkendara dalam kondisi yang emosional akan menyulitkan Anda untuk mengatur irama mengemudi. Hal tersebut tidak hanya membuat penggunaan bensin meningkat, situasi ini bisa berujung pada keributan atau kecelakaan lalu lintas. Jangan terpancing emosi untuk berebut lajur jalan atau menyalip kendaraan lain sehingga membuat konsumsi bensin bertambah.

Honda CR-V 2021

4. Mengemudi dengan Santai dan Halus

Selepas menyalakan mesin, tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berjalan. Pastikan segala keperluan, seperti kartu e-toll, dompet, ponsel, dan mengatur playlist audio, sudah dipersiapkan. Membiarkan mobil idle dalam waktu lama jelas menghabiskan bensin sia-sia.

Berkendaralah dengan santai dan halus saat menginjak pedal gas dan biarkan mobil melaju dengan memanfaatkan momentum. Atur jarak yang pas dengan mobil di depan sehingga tidak perlu tergesa-gesa menginjak pedal gas atau pedal rem. Segera matikan mesin saat berhenti lama, seperti di minimarket atau rest area jalan tol. Terlihat sepele, tapi kalau diakumulasi akan terasa keuntungannya.

5. Ganti Posisi Gigi Transmisi di Momen yang Tepat

Kendaraan dengan transmisi otomatis biasanya lebih mudah dalam pergantian posisi gigi karena sudah diatur oleh sistem kendaraan. Anda hanya cukup berkendara dengan halus agar perpindahan gigi selalu berada di putaran mesin rendah, biasanya sekitar 2.000 rpm. Kalau lebih agresif dengan menekan pedal gas lebih dalam, gigi akan berpindah di putaran lebih tinggi sehingga menambah penggunaan bahan bakar.

Sementara untuk mobil bertransmisi manual, pindahkan gigi transmisi di putaran mesin 2.000 rpm lebih sedikit. Di putaran ini biasanya mobil sudah mendapatkan gaya dorong yang cukup sehingga laju kendaraan bisa lebih linear atau halus. Saat mengurangi laju mobil, tidak perlu terlalu cepat menurunkan posisi gigi transmisi. Biarkan sampai terasa nyaris habis tenaganya, baru oper ke gigi lebih rendah. Kecuali dalam situasi tertentu seperti waktu menanjak atau ingin menyalip kendaraan lain.

6. Manfaatkan Fitur ECO Indicator

Untuk beberapa kendaraan dapat memanfaatkan fitur ECO Indicator yang ada di panel instrumen mobil, salah satunya adalah Toyota Avanza. Kalau berhasil berkendara irit bensin, maka lampu indikator berwarna hijau tersebut akan muncul dan menandakan cara mengemudi bijaksana dalam mengatur injakan pedal gas. Jika sukses membuat ECO Indicator selalu menyala, berarti gaya mengemudi yang diterapkan masuk dalam level eco driving.

uji emisi

7. Servis Berkala Secara Rutin

Lakukan servis berkala secara rutin di bengkel-bengkel resmi, salah satu caranya dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi pabrikan. Hal tersebut demi mengembalikan performa mesin kendaraan agar tetap bertenaga dan efisien. Termasuk memastikan komponen pendukung mobil dalam kondisi prima. Positifnya, konsumsi BBM tidak akan berlebihan.
ALVANDO NOYA / WH

Baca Juga: Grin Miles, Helm Sepeda Multi-Fitur untuk Pesepeda Masa Kini

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya