Perjalanan Porsche Boxster, Berawal Dari Sebuah Kegagalan

JAKARTA, Carvaganza - Berbicara mengenai Porsche Boxster tentu saja tidak lepas dari sejarah 911. Pasalnya Boxster terlahir dengan DNA yang sama. Ibaratnya, ia adalah saudara kandung dari jajaran Porsche 911 dan memiliki keunggulan sebagai roadster sejati.

Pertama kali diluncurkan pada 1996 dengan penamaan kode 986. Mobil ini dibekali dengan mesin 6-silinder 2.5-liter. Nama Boxster sendiri diambil dari kata “boxer” yang berarti sejajar atau mesin boxer dan kata roadster yang diambil dari konfigurasi dua penumpang dengan atap konvertible.

Eksistensi dari Porsche Boxster di mulai saat tim Porsche mengunjungi Tokyo Motor Show 1991 dan mulai mencari inspirasi memperbaiki penjualan Porsche 928 yang buruk. Setahun kemudian, tim Porsche memulai pengembangan roadster terbaru dan menjadikannya penerus dari 928. Porsche tidak menunggu lama, mereka memanfaatkan moment North American International Auto Show 1993 sebagai debut Porsche Boxster Concept dan memperkenalkannya pada publik.

Namun, waktu yang singkat itu bukanlah sebuah perjalanan yang mudah bagi Porsche. Tim manufaktur Porsche mengalami kesulitan pada saat merakit prototipenya. Hambatan terdapat pada penempatan beberapa komponen di bagian hood dan hasilnya pabrikan memelarkan dimensi demi hasil terbaik. Tidak berhenti di situ, Porsche bahkan berkonsultasi dengan Toyota soal part yang digunakan hingga pada biaya yang dikeluarkan untuk sebuah roadster.

986 Boxster, Sketsa Desain, 1992, Porsche AG
986 Boxster, Sketsa Desain, 1992, Porsche AG

Porsche Boxster Generasi 1 (986)

Setelah sukses melakukan pengujian berulang untuk mesin mid-size nya, Porsche akhirnya percaya diri untuk menjualnya pada konsumen di tahun 1996. Ia sukses menarik perhatian sebagai roadster entry level pada peluncurannya. Dengan menggendong mesin segaris enam silinder 2.5-liter ini merupakann versi terendah dari 996 Carrera. Mesin tersebut ditawarkan dengan transmisi otomatis dan manual 5-kecepatan.

Keuntungan dari tata letak mesin tengah adalah memiliki titik grafitasi yang lebih baik. Di samping itu, distribusi bobot kendaraan yang cukup stabil dan handling yang rigid. Selain itu, desainnya yang mengadopsi Porsche 996 Carrera mulai dari hood, front wing, headlight hingga pada rekayasa mesinnya, hal tersebut memberikan nilai tambah dari segi aerodinamika, handling dan kenyamanan berkendara.

Porsche Boxster 986
Boxster 986

Porsche Boxster Generasi 2 (987)

Generasi kedua Porsche Boxster meningkatkan keunggulan pada Carrera GT ke dalamnya mulai dari desain hingga pada performanya. Di antaranya adalah penyempurnaan desain headlight, melebarkan ventilasi intake serta penggunaan velg berukuran 19-inci. Bagian lain yang diadospi dari Porsche Carrera adalah front fender, bagasi hingga pada interiornya. Mesin yang digunakan kini adalah 6-silinder 2.7-liter untuk model terendah dan Boxster S menggendong mesin 6-silinder 3.2-liter dan menghasilkan tenaga maksimal hingga 276 hp.

Boxster 987, 2008
Boxster 987, 2008

Porsche Boxster Generasi 3 (981)

Pada Geneva Motor Show 2012 generasi ketiga dari Porsche Boxster diluncurkan dengan beberapa perubahan yang cukup signifikan. Porsche Boxster yang dikenal dengan nama 981 ini memiliki struktur chasis yang lebih rigid, tapak roda depan yang lebih lebar 40mm hingga pada wheelbase yang dipanjangkan hingga 60mm. Selain itu tedapat pula penurunan bobot kendaraan hingga 35 kg dari generasi sebelumnya.

Varian terendah masih dilengkapi dengan mesin 6-silinder 2.7-liter dan Boxster S menggendong mesin yang ditingkatkan menjadi 3.4-liter. Kedua mesin tersebut dikawinkan dengan dua pilihan transmisi manual 6-kecepatan dan otomatis 7-kecepatan PDK.

Pada tahun berikutnya, Porsche Boxster menambahkan keluarga barunya dengan meluncurkan Porsche Boxster GTS. Varian tersebut dibekali dengan mesin 6-silinder 3.4-liter namun dengan sedikit tuningan yang meningkatkan tenaga menjadi 326 hp, lebih bertenaga dari versi Boxster S.

Porsche Boxster 981
Boxster 981

Porsche Boxster Generasi 4 (982)

Pada generasi keempat ini, Porsche Boxster mengubah beberapa basis desainnya. Dengan mengambil warisan balap Targa Florio pada 1959 dan 1960, Boxster juga mengubah kode internalnya menjadi Porsche Boxster 718. Selain pergeseran strategi dan desain, Porsche generasi keempat ini juga mendapatkan pembaruan pada sektor mesin. Mesin besar 6-silinder 2.7-liter dengan mesin 4-silinder 2.0-liter untuk varian terendahnya. Sedangkan untuk varian Boxster S dibekali mesin 4-silinder 2.5-liter, keduanya dilengkapi dengan turbocharge. Porsche mengklaim bahwa kendaraan ini tidak hanya bertenaga tapi juga lebih efisien.

Porsche Boxster 982
Boxster 982
Porsche sendiri merayakan kehadiran Boxster selama 25 tahun dengan meluncurkan versi Anniversarynya. Porsche Boxster 25 Years memiliki mesin dan fitur yang sama dengan versi standar. Namun Porsche menyematkan beberapa emblem 25 tahun di beberapa bagiannya mulai dari atap kanvasnya, dashboard soft touch berlapis chrome hingga pada door trim di kedua pintunya. Bahkan Porsche mendedikasikan model ini hanya 1.250 untuk semua konsumen di dunia.

ALVANDO NOYA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda