Penerus Lamborghini Aventador Muncul Tahun Depan, Tetap V12 dan Tanpa Turbo

SANT’AGATA, Carvaganza – Lamborghini Aventador sudah hampir 10 tahun beredar di pasar sebagai model flagship supercar V12 dari Lamborghini. Tidak lama lagi, sudah mulai muncul tanda-tanda Aventador akan segera digantikan oleh penerusnya. Paling cepat, model pengganti Aventador akan lahir pada tahun 2022, mengusung format baru pula.

Kabarnya, seperti dilansir oleh Autocar, model penerus Aventador akan menjadi produk mainstream pertama Lamborghini yang menerapkan powertrain hybrid. Artinya, penerus Avantador ini akan menjadi model kedua yang diproduksi berteknologi hybrid, setelah model eksklusif Sian FKP 37. Disebutkan, hibridisasi ini merupakan langkah pertama pabrikan untuk melahirkan kembali merek mereka di era elektrik.

Dijadwalkan, model baru bermesin V12 ini akan diperkenalkan pada tahun ini, sebelum dipasarkan pada tahun depan. Model yang belum diketahui namanya ini akan dirilis setelah SUV Urus mendapat varian plug-in hybrid juga. Konon, supercar V12 ini akan menjadi penanda sejarah dari rangkaian produk Lamborghini nantinya.

Lamborghini Sian

Kenapa? Karena dikatakan bahwa supercar V12 baru ini nantinya akan menjadi model terakhir yang mengadopsi mesin V12 6,5 liter buatan Lamborghini saat ini. Dan tentunya, karena akan mengusung teknologi hybrid, akan ada sokongan powertrain listrik pada mobil ini.

Stephan Winkelmann, sosok yang kini kembali memimpin Lamborghini setelah sempat ditugaskan ke Audi Sport dan Bugatti, ingin perusahaannya bisa mengembangkan visi yang jelas pada rencana elektrifikasi. “Kami harus melakukan ini agar kami tetap menjadi Lamborghini dengan menciptakan kembali Lamborghini – untuk mengubah segalanya bukan untuk mengubah apa pun,” kata Winkelmann.

Rencana supercar hybrid untuk produksi mainstream ini juga menyusul hasil laporan finansial perusahaan yang pada 2020 mencetak pendapatan terukses kedua sepanjang sejarah. Untuk tahun 2021, disebut Winkelmann menjadi tahun stabilisasi setelah pandemi, sebelum bisa kembali ke performa terbaik pada 2022.

Pengembangan dan peluncuran model V12 generasi baru dikatakan telah tertunda beberapa kali, salah satu alasan utamanya adalah pandemi COVID-19. Selain itu, alasan lainnya adalah Lamborghini ingin mengembangkan powertrain baru ini agar sesuai dengan kebutuhan dan karakter supercarnya. Yang pasti, teknologi supercapacitor pada sistem hybrid Sian FKP 37 akan diterapkan pada calon suksesor Aventador.

Aventador

“Tantangannya adalah bagaimana memenuhi permintaan legislator sekaligus tidak menipiskan harapan pelanggan di tahun-tahun mendatang. Ini yang sedang kami usahakan,” lanjut Winkelmann.

Dari tim teknis Lamborghini, Maurizio Reggiani sebagai pimpinan menyampaikan bahwa sebisa mungkin penggunaan turbocharger dihindari untuk penerus Aventador. Dengan mempertahankan V12 naturally aspirated, sistem hybrid akan membantu hasilkan tenaga lebih banyak dan delivery output lebih efisien. Sistem penggerak seperti pada Ferrari SF90 Stradale dipertimbangkan pula untuk diadopsi, yaitu dengan memasang motor listrik di depan dan sistem torque vectoring.

Perhatian utama Lamborghini saat ini adalah bagaimana untuk mengatasi kompromi bobot tambahan atas aplikasi sistem hybrid ini. Karena bertambahnya bobot akan pengaruhi performa yang adalah hal krusial bagi supercar. Supercapacitor dari Sian FKP 37 tadi akan dipasangkan dengan baterai lithium-ion. Sebagai catatan, Sian FKP 37 punya tenaga 775 hp dari mesin V12 dan tambahan 35 hp dari sistem hybrid. Untuk penerus Avantador, bukan tidak mungkin angka output yang dihasilkan akan lebih tinggi.
WAHYU HARIANTONO

Sumber: Autocar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda