Mercedes-Benz Siapkan Banyak Mobil Listrik Baru Sampai 2022

STUTTGART, Carvaganza.com – Tren kendaraan berelektrifikasi atau bertenaga listrik mulai membentuk pasar baru yang kemungkinan semakin luas dalam beberapa tahun ke depan. Mercedes-Benz sebagai salah satu pabrikan yang memimpin segmen premium, telah menyiapkan diri untuk menyambut era baru. Ada cukup banyak calon mobil baru bertenaga listrik yang siap dilansir Mercedes.

Dalam rencana yang sudah diumumkan sejauh ini, setidaknya akan ada enam model baru EV (electric vehicles) yang disiapkan pabrikan Jerman ini. Sub merek Mercedes-EQ akan tampil di segmen mobil listrk murni, menjangkau berbagai kelas. Untuk rencana ini, memang Mercedes tampak cukup ambisius.

Pabrikan berlambang Three Pointed Star itu pun tidak merahasiakan momen kedatangan para pemain listrik. Tidak perlu menanti hingga akhir dekade. Dikabarkan keenam model EQ generasi teranyar siap dirilis dalam dua tahun ini, berikut pilihannya.

Mercedes-Benz VISION EQS


EQS Sedan

Untuk saat ini, Mercedes-Benz sendiri sudah memiliki dua pemain EV murni. Adalah GLC dan GLV, menjadi bagian dari line up EQ berbasis model GLC dan V-Class – bukan platform khusus EV. Namun bukan berarti tidak punya basis khusus, mereka sudah kembangkan struktur modular spesifik mobil listrik bernama EVA (Electric Vehicle Architecture). Dicipta untuk kendaraan sedan dan SUV berukuran menengah ke atas. Aplikasi pertamanya mejeng di EQS, sebuah sedan elektrik sekelas S-Class.

Wujud EQS disingkap semester pertama 2021. Lahir di fasilitas Sindelfingen, Jerman, sontak menjadi model EQ generasi baru pertama dari Mercedes-Benz. Digadang sebagai flagship jajaran elektris, EQS disebut menawarkan akomodasi dan kemewahan tingkat tinggi berkat struktur lantai rata dan paket baterainya. Desainnya juga dipastikan unik, tidak membawa guratan dari S-Class biasa.

Akan ada tingkatan kasta sesuai output motor listrik. Opsi terkuat diduga memanfaatkan komposisi dual-motor dan diekspektasikan mengimbangi kemampuan versi konsep EQS 550 4Matic. Minimal melontarkan tenaga 470 hp dibarengi torsi 759 Nm. Diestimasikan pula sanggup menempuh jarak hingga 700 km, menjadi salah satu EV dengan kemampuan perjalanan jarak jauh. Konon itu bukan versi terkuat, masih ada versi AMG nantinya.

EQA

Setelah kedatangan EQS, jajaran sub-brand EQ segera diisi oleh model paling bontot. Sebuah crossover bernama EQA. Sebenarnya, crossover listrik setara GLA ini rencananya disingkap kuartal ketiga 2020 dan mulai didagangkan sebelum menutup tahun. Namun berbagai interupsi dan tantangan dari kegiatan produksi EV, supply baterai, hingga pandemi membuat momen peluncuran harus ditunda.

Tidak masalah, yang jelas EQA tetaplah menjadi keniscayaan. Pabrik Rastatt di Jerman dan fasilitas Beijing ditetapkan sebagai tempat kelahiran sang crossover kompak bertenaga setrum. Diyakini tidak seradikal EQS ketika ia resmi dilahirkan. Pasalnya, dari tayangan preview sekitar awal tahun ini diketahui bahwa di balik kamuflase EQA terdapat tubuh GLA teranyar. Persis, paling hanya wajah saja berbeda mengikuti arahan desain simpel nan futuristis keluarga EQ. Ekspektasinya mirip seperti hubungan GLC dan EQC.

Dua varian EQA masuk dalam rencana produk. Basisnya memanfaatkan satu motor listrik untuk memutar roda depan dan tambahan opsi dual-motor untuk menambah kemampuan AWD. Konsep awalnya mengindikasikan potensi memacu 268 hp dengan jarak tempuh hingga 400 km. Meski realisasi purwarupa hatchback digeser menjadi crossover, diharapkan angka tadi tertulis di daftar spesifikasi model produksi – mungkin di strata tertinggi.

EQB

Virus EV di kelas kendaraan kompak turut menular ke platform GLB. Kalau sudah paham membaca polanya, pasti tahu diberi nama apa. Yep, EQB, meramaikan proyek transisi besar-besaran ke produk elektris demi mengurangi emisi gas buang. Pusat produksinya ditetapkan berasal dari fasilitas Hungaria dan Beijing.

Bukan dedicated platform EVA yang diusungnya, melainkan pemanfaatan rancang bangun bawaan GLB. Sama seperti bagaimana Mercedes-Benz lahirkan EQC dan calon pemain baru EQA. Foto pengujian mengindikasikan kemiripan tubuh dengan sang crossover 7 penumpang terkecil milik pabrikan. Meski belum buka-bukaan, penyesuaian gaya EQ pada fasad depan dan belakang kemungkinan besar diaplikasikan. Selain terlihat futuristis, rancangan wajah meningkatkan kemulusan aliran udara demi efisiensi energi.

Cerita antara EQB dengan EQA boleh jadi mengikuti arahan GLB dan GLA. Berbagi satu platform sasis dan mesin kemudian dituangkan bumbu diferensiasi di atasnya. Ibarat es krim vanilla dengan topping berbeda. Ekspektasinya serupa EQA, mungkin kebagian output 268 hp dan klaim tempuhan 400 km. Rumor lainnya adalah menggendong baterai 60 kWh untuk tempuhan sekitar 499 km. Jadi, mana yang benar? Kita tunggu saja informasi resminya.

EQE

EQE menjadi kendaraan bermotor listrik terakhir dari pabrikan yang masuk lini produksi sebelum 2021 berakhir. Merupakan EV keenam yang digolkan mantan bos Mercedes-Benz Dieter Zetsche sebelum pensiun. Sedan bisnis elektris ini sendiri melantai dari fasilitas Bremen, Jerman dan tak ketinggalan pabrik di Beijing.

Kalau EQA dan EQB menggunakan rancang bangun model eksis, takdir sang EQE akan mengikuti arahan EQS. Ya, memanfaatkan platform EVA berikut mengusung desain radikal - berbeda dari versi konvensional. Sesuai namanya, EQE duduk persis di bawah EQS sebagaimana E-Class di bawah S-Class. Guratannya juga cenderung mirip EQS dengan nuansa membulat sekaligus futuristis. Platform berlantai rata dan atap melandainya mencirikan kelebihan dari E-Class di segi kelapangan kabin.

Untuk detail dari performanya masih penuh tanda tanya. Belum ada kejelasan, tapi besar kemungkinan tersedia model bertenaga buas racikan AMG. Melansir Motor1, pabrikan telah mendaftarkan nama seperti EQE 43, EQE 53, dan EQE 63 di European Union Intellectual Property Office (EUIPO). Melihat langkah ini, dapat dipatok angka di atas output 470 hp EQS standar.

EQE dan EQS SUV di Tahun Berikutnya

Lewat 2021, masih ada dua model lain berbasis platform EVA yang tengah disiapkan. Adalah EQE dan EQS berwujud SUV. Sudah sewajarnya sebab model SUV mungkin masih menjadi primadona di zaman setrum sekalipun. Eksistensi keduanya dikonfirmasi bersamaan dengan diumumkannya tiga model EV anyar termasuk EQE sedan saat konferensi investor Oktober lalu.

Seperti kebanyakan SUV Mercedes, tanggung jawab produksi ditujukan ke fasilitas Tuscaloosa di Amerika Serikat. Belum ada informasi mendetail terkait dua SUV besar mereka. Kendati begitu, dapat dipastikan rancangannya berbeda jauh dari GLS atau GLE. Yep, persis upaya ekspansi line up elektris di atas rancang bangun EVA. Diketahui dari foto unit terbungkus kamuflase, tidak ada kesamaan profil dengan dua SUV mewah konvensional mereka.

Urusan pemacu, mungkin mengikuti strategi pabrikan di model konvensional. Apalagi basisnya serupa EQS dan EQE, tidak mengherankan bila segala kemampuan dari versi sedan diterjemahkan dalam bodi SUV.

Delapan Model dan Terus Berkembang

Ketika mencapai 2022 nanti, setidaknya line up elektris Mercedes-Benz diisi 8 tingkatan kelas. Saat ini saja sudah ada EQC dan EQV lalu ditambah EQA, EQB, EQE, EQE SUV, dan EQS serta EQS SUV. Mereka nantinya akan berbagi lini produksi dengan model konvensional. Misal EQS bersama S-Class atau model keluaran AS seperti EQE dan EQS SUV diproduksi bersama GLE dan GLS.

Tapi tidak berhenti sampai di situ, delapan model tadi baru sebatas basis kelas. Dikabarkan kasta performa AMG dan puncak kemewahan Maybach akan memiliki kontestan bertenaga listrik. Begitu pula sang jip legendaris G-Class turut diboyong memasuki zaman setrum - tak hanya dibawa masuk, G sendiri dikabarkan akan menjadi sebuah sub-brand.

Jika masih kurang, pabrikan asal Stuttgart ini juga sedang mengembangkan sebuah model inovatif. Ditargetkan untuk mencetak sejarah sebagai EV dengan jarak tempuh terjauh dan paling efisien yang pernah diproduksi – senang mendengar semangat Mercedes-Benz soal terobosan teknologi mutakhir. Adalah Vision EQXX, terbayang sebagai Grand Tourer zaman setrum bila mengacu teaser. Sebagaimana Grand Tourer ditujukan kepada mobil eksotis nan praktis untuk menempuh jarak jauh, targetnya pun mendukung. Konon dapat berjalan dari Beijing ke Shanghai tanpa perlu isi ulang, berarti sampai sekitar 1.200 km (750 mil).

Sumber: Autocar UK

AHMAD KARIM

Artikel yang direkomendasikan untuk anda