McLaren Elva Terlihat Lebih Cantik Pakai Kaca Depan

WOKING, Carvaganza – Speedster lansiran McLaren yang meluncur tahun lalu, Elva, menjadi supercar yang banyak menuai decak kagum. Desain cantik dan unit produksinya yang terbatas membuatnya diidamkan oleh banyak penggemar mobil. Tapi, ternyata tidak sedikit juga yang memprotes desain McLaren Elva, sampai membuat pabrikan menuruti protes ini.

Sejatinya sebuah speedster dengan tanpa atap dan kaca depan, kini Elva bisa dimiliki dengan opsi terpasang kaca depan (windshield). Benar-benar kaca depan fisik, layaknya mobil konvensional. Padahal, McLaren sampai mengembangkan Active Air Management System (AAMS) untuk Elva agar bisa menciptakan kanopi artifisial memanfaatkan angin. Tapi rupanya untuk beberapa wilayah, inovasi ini tidak diterima.

McLaren Elva

McLaren mengatakan bahwa Elva tidak dianggap legal pada beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Jadi, demi memenuhi keinginan konsumen secara menyeluruh, mau tidak mau langkah ini harus diambil juga. Jadi dengan kaca depan terpasang, Elva tidak lagi seperti Ferrari Monza dan Aston Martin V12 Speedster, melainkan justru seperti Porsche 911 Speedster.

Namun meski harus berkompromi dengan kebutuhan pasar, McLaren tetap mempertahankan beberapa hal demi menjaga kesejatian speedster Elva. Konstruksi tambahan ini hanya untuk kaca depan saja, jadi kaca samping dan belakang tetap tidak ada. Perangkat yang akan melindungi pengemudi dari arah depan ini diklaim menambah bobot keseluruhan Elva sebanyak 20 kg dari versi standarnya.

McLaren Elva

Dengan terpasangnya kaca depan, maka AAMS yang sudah dengan seksama dikembangkan khusus oleh McLaren tidak tersedia pada versi ini. Rangka kaca depan dibuat dari material serat karbon seperti body Elva yang ringan, sementara sisa bobotnya berasal dari aplikasi wiper, pemanas kaca, sun visor dan penyemprot kaca.

Seiring waktu, alokasi unit Elva menjadi semakin terbatas. Dari yang awalnya diumumkan McLaren hanya akan membuat 399 unit, berkurang menjadi 249 unit. Lalu McLaren memuruskan untuk mengurangi lagi jumlah produksi Elva menjadi hanya 149 unit saja. Namun tidak dijelakan alasan pastinya kenapa jumlah produksi Elva dikurangi oleh McLaren. Aston Martin lebih terbatas untuk V12 Speedster yang hanya 88 unti, sedangkan Ferrari masing-masing membuat 250 unit untuk Monza SP1 dan SP2.

McLaren Elva

Pada lini model McLaren, Elva masuk dalam keluarga produk Ultimate Series seperti P1, Senna dan Speedtail. Dari seluruh model yang pernah diproduksi McLaren, Elva diklaim sebagai mobil dengan bobot paling ringan. performanya mengandalkan mesin V8 4.0 liter twin-turbo yang dapat diajak berakselerasi 0-100 km/jam dalam 2,8 detik.

Mesin V8 yang dipakai seantero lini produk McLaren saat ini tersebut telah dikembangkan dan direkayasa untuk mengasilkan output lebih tinggi. Selain itu, sistem knalpot ikut dirancang ulang, begitu pun chassis yang mengejar maksimalisasi kelincahan, kesenangan dan feedbask dari pengemudi. Performa mesin V8 Elva didukung dengan komponen aerodinamika yang meliputi intake di punuk belakang kokpit, spoiler belakang aktif yang terintegrasi dengan diffuser ekstrem.

McLaren membangun Elva dengan inspirasi dari desain mobil balap mereka di era 1960-an yaitu M1A, M1B dan M1C. Nama Elva sendiri diambil dari kosakata bahasa Perancis ‘ella va’, yang bermakna’ ‘dia (wanita) melaju’. Oleh McLaren, mobil ini ditawarkan dengan harga mulai £ 1.425.000 atau Rp 28,8 miliar lebih.
WAHYU HARIANTONO

Sumber: Autocar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda