Lagi, Nama Volkswagen Disebut akan Gabung ke F1

PORTIMAO, Carvaganza – Setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, nama Volkswagen kerap timbul tenggelam dikaitkan dengan Formula 1  untuk bergabung. Kini, Volkswagen kembali muncul disebut dengan klaim berpotensi untuk bergabung menjadi supplier mesin. Red Bull Racing disebut sebagai tim yang berpeluang besar untuk mengajak raksasa pabrikan asal Jerman tersebut.

Pernyataan ini bukan datang dari Red Bull, melainkan dari Toto Wolff sebagai bos tim Mercedes, rival utama Red Bull saat ini. Wolff yakin pintu F1 masih terbuka untuk Volkswagen bisa ikut meramaikan deretan pabrikan mesin F1 yang kini dihuni Ferrari, Mercedes, Honda dan Renault. Hal ini berkaitan dengan rencana Red Bull yang berniat mengembangkan mesinnya sendiri mulai tahun depan.

Seperti diumumkan tahun lalu, 2021 akan menjadi tahun terakhir Honda terlibat penuh di F1 sebagai pemasok mesin. Di tahun terakhirnya ini, Honda mengerahkan investasi besar untuk meningkatkan daya saingnya, terlebih dengan statusnya sebagai pemasok eksklusif keluarga Red Bull. Bahkan Februari lalu Red Bull mengumumkan pembentukan divisi mesin khusus bernama Red Bull Powertrains.

Red Bull F1

Divisi baru yang bermarkas di Milton Keynes ini bahkan sudah berencana untuk mengembangkan dan membuat mesinnya sendiri, untuk regulasi generasi mesin baru tahun 2025 nanti. Baru-baru ini bahkan Red Bull telah membajak Ben Hodgkinson, salah satu personil senior di divisi mesin Mercedes High Performance Powertrains. Terlihat keseriusan Red Bull untuk bangkit lagi menjadi tim juara tidak main-main.

Melihat kondisi ini, Wolff menganggap strategi yang diambil Red Bull ini bukanlah langkah yang ‘bodoh’. Dengan keseriusan strategi ini, Wolff menyebut dengan yakin bahwa peluang Volkswagen atau Audi untuk bergabung masih terbuka untuk 2025.

"Di satu sisi, mereka tertarik untuk meenggarap power unit mereka sendiri, tetapi bukan rahasia lagi bahwa Volkswagen Group dengan dua merek mereka sedang melihat Formula 1, dan telah menjadi bagian dari diskusi," kata Wolff dikutip Motorsport. "Jadi [Red Bull> dapat setiap saat memutuskan apakah mereka ingin tetap menggunakan power unit mereka sendiri, atau pergi dengan pabrikan top Jerman.”

“Di sisi lain, pengaturan yang mereka miliki di sisi IP (intellectual property) dengan Honda sangat masuk akal. Mereka mengambil alih IP dari Honda dan jelas mengembangkan unit daya baru ke tahun 2025.

Toto Wolff

"Bisa saja tetap dalam power unit Red Bull, atau bisa beralih  ke Porsche / Audi. Jadi secara keseluruhan, saya pikir masuk akal apa yang mereka lakukan."

Alasan Wolff mengaitkan Red Bull dengan Volkswagen adalah dengan melihat eratnya kedua pihak di berbagai ajang motorsport dunia. Seperti di DTM, WEC, bahkan sempat mendominasi WRC. Tapi, Volkswagen pada tahun lalu mulai kurangi aktivitasnya di motorsport, dengan memindahkan 169 pegawainya ke jaringan Volkswagen AG. Audi sebagai merek yang dinaungi juga akan meninggalkan Formula E mulai musim depan.

Sebelum muncul rencana mesin generasi baru F1 untuk tahun 2025, nama Volkswagen sempat juga kencang dirumorkan tertarik bergabung ke F1. Saat itu sebelum tahun 2014, saat F1 akan beralih dari mesin V8 2,4 liter NA ke V6 1,6 liter turbo hybrid yang dipakai sekarang. Namun karena berbagai hal, termasuk skandal Dieselgate, hal tersebut harus batal terwujud.
WAHYU HARIANTONO

Sumber: Motorsport

Artikel yang direkomendasikan untuk anda