Konsumen Batalkan SPK Xpander Karena Inden Panjang, Ini Trik Mitsubishi

Mitsubishi Xpander

JAKARTA, 23 Agustus 2018 – Tingginya permintaan Mitsubishi Xpander membuat waktu tunggu atau indent menjadi panjang. Sebagian calon konsumen kemudian membatalkan pemesanannya. Bagaimana langkah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengatasinya?

Michimasa Kono, Director of Sales and Marketing Division PT MMKSI mengatakan kehadiran Xpander memang cukup fenomenal. Sambutan konsumen terlihat dari jumlah pemesanan setiap bulannya. MMKSI mencatat Xpander dipesan antara 5.000-6.000 unit setiap bulan. Hingga bulan Juni 2018 tercatat, Xpander sudah terjual 39.948 unit. Angka ini mampu melewati pemegang tahta mobil paling laris di Indonesia, Toyota Avanza yang terjual 39.455 unit pada periode yang sama.

Meski demikian, panjangnya inden membuat sebagian konsumen kemudian membatalkan pemesanannya. “Memang ada cancellation ratio rata-rata sekitar 5-10 persen tapi ini tergantung pada besaran market di tiap-tiap daerah berbeda,” kata Kono saat peresmian diler kendaraan penumpang PT Lautan Berlian Utama Motor – Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin (20/8) kemarin.

Kono mengatakan hal ini memang cukup mengganggu karena MMKSI seharusnya bisa memenuhi keinginan konsmen yang menginginkan Xpander secepatnya.

MMKSI lewat pabriknya di Cikarang, mulai Juli lalu sudah menaikkan kapasitas produksi menjadi 10.000 unit per bulan atau menjadi 120.000 per tahun. Ini cukup drastis karena sebelumnya per tahun 100.000 unit. Dari jumlah ini 7.000 dijual untuk domestik dan 3.000 unit di ekspor ke manca negara. “Kami harap dapat mempersingkat waktu tunggu konsumen,” kata Kono.

Saat ini, Mitsubshi Xpander dijual mulai dari tipe termurah Rp 199,1 juta hingga Rp 255,4 juta on the road Jakarta. Sementara Pajero Sport dijual Rp 464 juta sampai Rp 662 juta on the road Jakarta.

RAJU FEBRIAN