Beranda Updates Kecelakaan Self-Driving, Kuncinya Tetap Manusia

Kecelakaan Self-Driving, Kuncinya Tetap Manusia

WASHINGTON, 22 Maret 2018 – Sehebat apapun teknologi kendaraan yang bisa menyetir sendiri alias self-driving aka autonomous car, manusia tetap menjadi kunci utamanya. Hal ini menjadi kesimpulan sementara polisi Tempe, California, Amerika Serikat.

Kepolisian Tempe tengah menyelidiki kasus mobil taksi online Uber, yang dilengkapi teknologi self-driving, yang menabrak seiarng wanita hingga tewas. Polisi mengatakan Uber tidak bersalah dalam insiden tersebut.

“Pengemudi (cadangan yang berada di mobil) mengatakan kejadiannya sangat cepat, orang itu berjalan keluar dan langsung berada di depan mereka. Peringatan pertama bagi si pengemudi akan terjadinya tabrakan adalah suara tabrakan itu sendir,” kata Sylvia Moir, kepala polisi Tempe, Arizona, dalam laporan yang dilansir San Francisco Chronicle.

Selama insiden itu, Volvo XC90 otonom tersebut berjalan pada kecepatan 61 km/jam (38 mph) di kawasan dengan batas kecepatan zona 56 km/jam (35 mph).

Menurut kepolisian Tempe, sistem kendaraan dan pengemudi cadangan tidak berusaha memperlambat kendaraan sebelum menabrak Elaine Herzberg yang berusia 49 tahun. Berdasarkan bukti video yang diambil dari kamera on-board kendaraan tersebut, Moir mengatakan, “Sangat jelas bahwa akan sulit untuk menghindari tabrakan ini dalam mode apapun (otonom atau berbasis manusia) berdasarkan kehadiran dia yang tiba-tiba di jalan raya.”

Ia menambahkan bahwa insiden itu terjadi 100 meter dari zerbracross. “Berbahaya menyeberang jalan raya pada jam malam ketika diterangi dengan baik, sementara penyeberangan tersedia,” katanya.

“Dugaan awal tampaknya Uber kemungkinan tidak akan bersalah dalam kecelakaan ini. Saya tidak akan mengesampingkan potensi untuk mengajukan tuntutan terhadap (pengemudi cadangan) di kendaraan Uber,” kata Moir menambahkan. “Jika itu kasus mobil yang mengemudi sendiri, dipastikan dia bersalah.”

Saat ini, polisi Tempe bekerja sama dengan penyelidik dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional dan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional dalam menyelidiki kecelakaan itu. Uber, yang melakukan tes kendaraan otonom di Arizona, Pittsburgh, Toronto, dan area lainnya, telah menghentikan pengujian kendaraan di seluruh Amerika Utara.

Uber sejak tahun lalu sudah menggembar-gemborkan teknologi ini. Dalam akun Youtube Uber Advanced Technologies Group dilansir video 2:23 menit yang menceritakan bagaimana hebat dan nyamannya teknologi ini.

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Dalam 8 Bulan, Suzuki XL7 Kuasai 12 Persen Segmen Medium SUV

JAKARTA, Carvaganza -- SUV Suzuki XL7 memang baru diluncurkan Februari 2020 lalu. Namun selama 8 bulan ia terus berkontribusi positif, baik dalam penjualan nasional...

BMW Astra Used Car Siapkan Dana 100 Milyar Untuk Beli BMW Bekas

JAKARTA, carvaganza – Dunia otomotif memang sedang terpukul karena pandemi COVID-19. Penjualan mobil baru terpuruk. Tapi bukan berarti kita harus berdiam diri. Justru hal...

Kisah Civic Bermerek Triumph dan Discovery Bermerek Honda

JAKARTA, carvaganza - Honda dan British Leyland (BL) adalah dua nama pabrikan otomotif yang satu pabrikan kampiun asal Jepang, satunya asal Inggris dan pernah...

Renault Ungkap Konsep SUV Mungil, Diprediksi Siap Masuk Indonesia

PARIS, Carvaganza.com – Renault sepertinya semakin menikmati diri bermain di segmen kendaraan kompak, dan berwujud SUV. Setelah Kwid, kini akan hadir model SUV berdimensi...

Versi Siap Produksi Porsche 911 GT3 2021 Terlihat Tanpa Kamuflase

STUTTGART, Carvaganza.com – Generasi terbaru 911 GT3 sepertinya sudah mendekati waktu peluncuran, dan Porsche pun sudah tidak malu-malu menunjukkan wujudnya. Dalam rangkaian spyshot terbaru,...