Joe Biden Umumkan Produksi Besar-Besaran Mobil Listrik Di AS

WASHINGTON, Carvaganza – Industri otomotif Amerika baru saja mendapat angin segar dari presiden barunya, Joe Biden. Minggu pertama Joe Biden berkantor di Gedung Putih langsung tertuju pada proyek raksasa mobil listrik. Rencananya presiden ke-46 AS tersebut akan mengganti seluruh kendaraan federal non-militer. Diketahui, kebanyakan dari kendaraan federal adalah untuk layanan surat menyurat. Lebih detail lagi, Biden menegaskan kendaraan listrik tersebut haruslah produksi Amerika.

Jika mega proyek tersebut dilakukan, berarti akan ada 382.901 unit kendaraan yang akan tukar guling dengan mobil listrik. Angka tersebut sesuai data dari General Services Administrasion atau badan administrasi umum Amerika. Jika melihat angka penjualannya hampir menyamai pencapaian Tesla dalam menjual mobil listriknya selama tahun 2020 secara global. 

Program ini bertujuan untuk meningkat pendapatan negara dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di industri otomotif lokal. Di Amerika sendiri beberapa pabrikan telah berlomba-lomba untuk memproduksi kendaraan bertenga listrik mulai dari Ford, Chevrolet dan Tesla.

Ford Mustang Mach-E

Dari tiga raksasa otomotif tersebut saja diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan kendaraan dinas pemerintah Amerika. Ford sendiri saat ini tengah melakukan pengembangan terhadap Ford Mustang Mach-E. Sedangkan Chevrolet kini tengah berkonsentrasi untuk memproduksi model-model dengan tenaga listrik. Nah kalau Tesla, siapa yang tidak kenal dengan perusahaan milik Elon Musk ini. Beliau adalah orang yang paling gencar untuk program peralihan kendaraan konvensional ke listrik lewat mobil-mobilnya.

Joe Biden belum menyatakan kapan program ini akan dimulai, namun nyatanya pemerintah AS sudah merilis nilai investasi yang mencapai USD 400.000. Seperti yang dirilis di website resmi Presiden AS, dana tersebut rencananya akan digunakan untuk kepentingan pengadaan, infrastruktur, riset dan pengembangan. Proyek ini adalah yang paling besar sepanjang sejarah AS setelah perang dunia kedua. 

Jika program ini berjalan berarti akan terjadi produksi besar-besaran di Amerika. Artinya, pemerintah juga harus bersamaan membangun fasilitas stasiun pengisian (charging) untuk kendaraan tersebut dan meningkatkan infrastruktur yang ramah bagi mobil listrik. Keuntungan lainnya adalah, akan tersedia stasiun pengisian listrik yang lebih massive di Amerika. Pasalnya saat ini, beberapa negara bagian memiliki fasilitas pengisian yang minim. Di Amerika sendiri penjualan mobil listrik masih menjadi pilihan kedua setelah mobil konvensional. Namun bukan tidak mungkin jika segala fasilitasnya sudah tersedia minat para konsumen akan mobil listrik menjadi tinggi.  (ALVANDO NOYA / WH)

Sumber: Motor Trend

Artikel yang direkomendasikan untuk anda