Ineos Grenadier Lolos Uji Coba di Pegunungan, Tapi Produksi Molor

JAKARTA, Carvaganza -- Ineos Grenadier terus menjalani pengembangan. Ineos Automotive telah menyelesaikan tahap pengujian dinamis berikutnya untuk Grenadier, setelah melakukan uji kemampuan off-road di salah satu medan pengujian 4X4 paling tangguh di dunia. Prototipe Grenadier generasi terbaru ini telah disetujui oleh Chairman Ineos, Sir Jim Ratcliffe, setelah menaklukkan jalur menantang di gunung Schöckl, di dekat kantor pusat Magna Steyr, Austria, sebagai bagian dari penilaian awal engineering.

Pegunungan Magna Steyr bukan sembarangan lokasi. Berlokasi di Styria, pegunungan setinggi 1.445 meter di atas permukaan laut ini selama 60 tahun terakhir menjadi tempat pengujian pamungkas untuk kemampuan dan ketahanan mobil di medan off-road.

"Dibandingkan dengan versi awal Grenadier yang saya kemudikan setahun yang lalu, kami berhasil membuat langkah yang besar," ungkap Sir Jim dalam keterangan resminya.

"Gunung Schöckl adalah tantangan yang berat untuk semua mobil 4X4. Hari ini merupakan ujian yang sesungguhnya untuk prototipe-prototipe kami, dan mereka berhasil melewatinya dengan sangat baik. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya percaya bahwa Grenadier akan berfungsi seperti yang kami inginkan," tambah dia.

Ineos Grenadier Prototype
Chairman INEOS Sir Jim Ratcliffe dan Ineos Grenadier Prototype
Terkenal dengan medan berbatu yang destruktif dan tak kenal ampun, pegunungan Austria telah lama digunakan oleh Magna Steyr, mitra engineering Ineos, sebagai tempat uji coba kemampuan off-road dan ketahanan mobil untuk kendaraan bertujuan khusus.

Intensifikasi program pengujian Grenadier, yang akan menguji lebih dari 130 prototipe tahap kedua dengan akumulasi 1,8 juta kilometer di medan ekstrem di seluruh dunia, mengalami penundaan yang tidak bisa dihindari di tahun 2020. Untuk memenuhi target pengujian yang ketat, INEOS telah merevisi jadwal proyek dan menunda waktu produksi Grenadier.

Dirk Heilmann, CEO Ineos Automotive, mengatakan: "Mencapai tahap pengembangan yang penting ini adalah sebuah langkah maju ke depan yang besar untuk proyek ini. Kami hanya memiliki satu kesempatan untuk mewujudkannya, sekaligus mencapai target performa dan kualitas Grenadier. Kami tidak akan mengambil jalan pintas. Setelah hasil yang sangat positif hari ini, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target dan memulai produksi paling lambat di bulan Juli tahun depan."

Dalam keterangan disebutkan Grenadier berada di jalur untuk memenuhi target Ineos mengenai kualitas dan ketahanan dan mulai berproduksi di bulan Juli 2022 di Hambach, Jerman.

Sebelumnya di tahun ini, teknisi kami berhasil menyelesaikan kalibrasi mesin ekstensif pada prototipe Grenadier dalam kondisi cuaca dingin di bagian utara Swedia. Di tahap pengembangan dan proses validasi berikutnya, Grenadier harus menjalani pengujian cuaca panas intens di beberapa wilayah terpanas di dunia, termasuk di Death Valley di Amerika Serikat dan di padang gurun Timur Tengah. (Raju)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda