Hamilton Positif COVID-19 dan Absen di Sakhir, Siapa yang akan Gantikan?

SAKHIR, Carvaganza.com – Kabar mengejutkan disampaikan oleh juara dunia F1 2020, Lewis Hamilton, yang menyatakan dirinya telah positif terjangkit COVID-19. Hal tersebut diumumkannya pada hari Selasa (1/12/2020) kemarin, di sela dua balapan yang akan digelar di Bahrain International Circuit. Praktis, Hamilton akan absen pada Grand Prix Sakhir 2020, akhir pekan mendatang.

Kondisi Hamilton tersebut ikut dikonfirmasi oleh FIA, menyatakan bahwa pembalap tim Mercedes itu sedang diisolasi. Jejak geraknya selama beberapa hari terakhir juga telah dilacak, untuk memastikan kondisi serupa tidak meluas.

“FIA, Formula 1 dan Mercedes-AMG Petronas F1 Team bisa memastikan bahwa selama tes PCR wajib pra-balapan untuk Grand Prix Sakhir, Lewis Hamilton telah dinyatakan positif COVID-19,” tulis pernyataan resmi FIA.

“Berdasarkan protokol COVID-19 dan panduan otoritas kesehatan masyarakat di Bahrain dia sekarang mengisolasikan diri. Seluruh kontak telah diumumkan. Prosedur yang diterapkan FIA dan Formula 1 akan memastikan tidak aka nada dampak lebih luas pada gelaran akhir pekan ini.”

Hari Minggu lalu, Hamilton sukses menambah kemenangannya dengan finish terdepan pada Grand PRic Bahrain 2020. Kemenangan diraihnya melewati balapan penuh insiden dan drama. Salah satu sorotannya adalah kecelakaan hebat Romain Grosjean di lap pertama, berakibat mobilnya terbelah dan terbakar.

Soal COVID-19, Hamilton bukan pembalap pertama di F1 yang dipaksa absen balapan karena virus tersebut. Sebelumnya, dua pembalap Racing Point juga pernah dinyatakan positif dalam kesempatan terpisah. Sergio Perez harus absen seri Inggris, sementara Lance Stroll absen di seri Jerman. Saat itu, Nico Hulkenberg ditunjuk mengisi posisi sementara yang dikosongkan Perez dan Stroll.

Absennya Hamilton sendiri tidak akan berdampak signifikan pada kejuaraan tahun ini. Apalagi mengingat sejak seri Turki lalu, gelar juara dunia tahun ini sudah berhasil dikuncinya. Di sisi lain, ini akan membuka peluang besar Valtteri Bottas dan Max Verstappen meraih kemenangan, demi mengejar posisi kedua di klasemen akhir.

“Lewis sudah dites tiga kali pekan lalu dan dinyatakan setiap hasilnya negatif, yang terakhir adalah pada Minggu sore di Bahrain International Circuit sebagai bagian program tes standar selama akhir pekan balap,” kata keterangan Mercedes.

“Namun, dia bangun di hari Senin pagi dengan gejala ringan dan diinformasikan pada saat yang sama diberi tahu bahwa kontak sebelum kedatangan di Bahrain kemudian diyatakan positif. Lewis kemudian melakukan tes lebih lanjut dan dinyatakan positif. Ini telah dikonfirmasi oleh tes ulang.”

Kandidat Pembalap Pengganti

Begitu berita Hamilton positif COVID-19 beredar, langsung muncul sejumlah prediksi terkait siapa pembalap yang akan mengisi kursinya. Tentunya akan ada banyak pembalap yang tertarik untuk berada di kokpit mobil terbaik tahun ini, apalagi kursi sang juara dunia. Beberapa kandidat kuat pun muncul, sebagai berikut.

Nico Hulkenberg: diprediksi menjadi salah satu kandidat terkuat, menyusul perannya di Racing Point tahun ini, sampai mendapat julukan ‘super-sub’. Bahwa mobil Racing Point tahun ini adalah ‘fotokopi’ mobil Mercedes 2019 sedikit memperkuat posisinya, denagn setidaknya sudah mengenal karakter mobil Mercedes. Dengan mengisi kursi Mercedes, juga akan membuka peluang besar Hulkenberg untuk raih podium pertamanya di F1, atau bahkan kemenangan.

Esteban Gutierrez: statusnya saat ini adalah sebagai pembalap simulator tim Mercedes. Gutierrez juga kerap hadir di seri grand prix tahun ini, sebagai pembalap cadangan. Namun terakhir kali pembalap Meksiko ini membalap di F1 adalah tahun 2016. Dan untuk bisa maju sebagai pengganti Hamilton, Gutierrez juga diperlukan melakukan tes mobil F1 setidaknya 300 km, untuk aktifkan lagi Superlicense miliknya.

Stoffel Vandoorne: salah satu pembalap yang juga berstatus sebagai pembalap cadangan Mercedes. Terakhir kali Vandoorne tampil di F1 adalah pada musim 2018, bersama McLaren. Saat ini mantan juara GP2 2015 itu mewakili Mercedes di ajang Formula E. Posisi Vandoorne cukup kuat saat ini, apalagi dengan kondisi Formula E masih dalam masa libur balapan.

Nyck de Vries: rekan setim Vandoorne di tim Mercedes Formula E, pemuda berdarah Belanda ini adalah juara F2 2019. Namun alih-alih naik kelas ke F1, de Vries justru ditarik untuk wakili Mercedes di Formula E. namun de Vries belum punya pengalaman sama sekali balapan di grand prix F1.

George Russell: aktif sebagai pembalap utama Williams sejak 2019, Russell juga merupakan bagian dari pembalap yang dibina oleh Mercedes. Toto Wolff sebagai bos tim Mercedes juga sempat menjanjikan Russell untuk promosi ke Mercedes suatu saat. Namun yang menyulitkan, kalau Russell ditunjuk Mercedes, Williams akan kesulitan mencari pembalap muda penggantinya yang sudah memenuhi syarat.

Sumber: F1, Motorsport

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda