Demi Konten Youtuber Ini Memodifikasi Lamborghini Jadi Mobil Ski. Lihat Apa Yang Terjadi!

JAKARTA, CARVAGANZA – Lamborghini bukanlah mobil sembarangan. Monster buas seharga miliaran Rupiah itu terkenal akan performanya. Pengemudi hebat manapun tak akan meragukan kesenangan mengendarai mobil ini di lintasan balap. Tapi siapa yang sangka, seorang Youtuber Amerika Serikat (AS) menemukan ide gila untuk mengajak supercar yang sangat ceper ini meluncur di salju bak pemain ski.

Channel Youtube The Stradman atau Jeffree Star, sang pemilik, menangkap detik demi detik pengalaman uniknya mengendarai Lamborghini Aventador di atas salju. Tentu saja untuk melakukan aksinya ini, Ia melakukan sejumlah modifikasi pada bagian kaki-kakinya. Roda dan ban dilepas diganti dengan roda khusus salju yang umumnya dipakai oleh snowmobile. Ia juga memasang tow hook khusus untuk derek sebagai antisipasi kalau mobil terjerembab di salju tebal.

Setelah menurunkan Lamborghini Aventador snowmobile dari mobil gendong, Ia langsung masuk dan berkendara di atas salju. Di dalam videonya ia mengatakan kalau sangat sulit melihat ke depan karena kaca depan tertutup salju yang berhamburan. Jelas tidak menggunakan ban standar, sulit untuk bermaniver menikung di atas salju. Apalagi untuk putar balik.

Beberapa menit dilewatkan berkendara di dalam Lamborghini Aventador miliknya, Jeffree mencium bau kopling menusuk ke dalam kabin. Tak lama mobil tersangkut di salju dan enggan kembali melaju. Usai menggali, giliran jeffree sekarang yang mengambil gambar mobilnya dari luar. Untuk kedua kalinya, sang banteng harus sekali lagi tersungkur ke tebalnya lapisan salju.

Lamborghini Snowmobile

Percobaan nekat demi konten yang memikat ini ujungnya tak seindah yang dibayangkan. Mesin Lamborghini Aventador mengalami overheat lantaran lubang udara di sisi bodi yang berfungsi mendinginkan mesin tertutup salju tebal. Tak hanya itu, bahkan saat turun dari mobil towing, Aventador sudah langsung mendapat luka gores di beberapa bagian bodi. Beberapa komponen mekanis seperti transmisi, pompa power steering hingga kaki-kakinya pun sempat bermasalah. Memang ada-ada saja kelakuan Youtuber sekarang. Semua hal rela dilakukan demi konten.

Berita Lamborghini Aventador lainnya:

Tak Terpengaruh Era Downsize Dan Turbo, Lamborghini Aventador Terbaru Pertahankan Mesin V12

Lamborghini Sian

Rumor yang bersikulasi tentang mobil flagship Lamborghini yang dipasarakan saat ini, Aventador akan segera berganti model terjawab sudah. Pernyataan ini disampaikan oangsung oleh Chief Technical Officer, Maurizio Reggiani kepada Car & Driver beberapa waktu lalu.

Usia Lamborghini Aventador memang sudah cukup lama mengingat ia mulai diproduksi sejak 2011. Memang hingga kini produsen supercar asal Italia itu terus melakukan penyegaran, tetapi sudah waktunya Aventador berganti wajah. Menariknya ketika era kendaraan sekarang sedang menuju indstri yang minim polusi, Lamborghini tak terpengaruh.

Langkah Lamborghini mempertahankan mesin V12 naturally aspirated untuk Aventador layak diapresiasi. Pasalnya saat ini industri otomotif global tengah digempur mobil listrik dan banyaknya mobil berperforma tinggi yang menurunkan kapasitas mesin. Tanpa dukungan turbocharger Aventador dijamin akan tetap memberikan pengalaman berkendara yang sama menyeramkannya dengan sebelumnya.

Walaupun begitu, pabrikan yang bermarkan di Sant’Agata Bolognese ini tetap mendapat sentuhan modernisasi. Agar lulus homologasi uji emisi Lamborghini memutuskan untuk menambahkan sistem penggerak hybrid untuk Aventador mendatang. Menarik bukan? 

Lamborghini Sian

Kabarnya bukan sembarang sistem hybrid yang dipasang untuk Aventador. Model pengembangan sistem penggerak revolusioner sudah mulai diterapkan Lamborghini untuk hypercar terbarunya yang meluncur awal tahun ini. Lamborghini Sian adalah hypercar hybrid bertenaga 819 hp yang menggunakan supercapacitor.

Apa itu supercapacitor? Seperti baterai, komponen ini menyimpan energi yang digunakan untuk menggerakan motor listrik. Tetapi berbeda dari baterai biasa, supercapacitor punya kemampuan untuk menyalurkan energinya dengan sangat cepat. Komponen ini bisa diisi kembali energinya, sama cepatnya dengan ketika ia mengeluarkan energinya.

Bukan Cuma itu, supercapacitor pun lebih ringan bobot ya dari baterai yang umumnya dipakai oleh mobil listrik maupun mobil berpenggerak hybrid. Itu sebabnya kesluruhan sistem hybrid ini hanya menambah bobot sebanyak 34 kg saja pada Lamborghini Sian.

Memang belum ada keterangan resmi dari anak perusahaan Volkswagen Group ini apakah Aventador generasi kedua akan menggunakan sistem hybrid supercapacitor atau tidak. Apapun sistem hybrid yang digunakan, setidaknya Banteng liar bernama Aventador masih akan memeperpanjang usia mesin V12 yang semakin sedikit penggunanya. RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda