Cuma Ada 10 Unit Di Dunia, Ini Dia Bugatti Milik Cristiano Ronaldo Seharga Rp 127 Miliar

JAKARTA, CARVAGANZA – Cristiano Ronaldo ternyata tak hanya piawai menggocek lawan dan memasukkan bola ke dalam gawang. Pemain sepak bola asal Portugis ini juga seorang penggemar otomotif yang pandai memilih kendaraan sebagai koleksi pribadinya. Salah satu koleksi mewahnya, Bugatti Centodieci.

Bugatti Centodieci pertama kali diperkenalkan di Pebble Beach tahun 2019 sebagai peringatan ulang tahun ke 110 produsen mobil asal Prancis itu. Terinspirasi dari Bugatti EB110 dari tahun 1990-an, hanya 10 unit Bugatti Centodieci yang dibuat. Harga setiap unit dari mobil super langka ini menyentuh US$ 9 juta atau sekitar Rp 127 Miliar.

Kocek semahal itu harus dikeluarkan oleh Ronaldo untuk megeluarkan tenaga sebesar 1.600 hp yang dapat melesatkan Bugatti Centodieci dari posisi diam sampai 100 km/jam dalam 2,4 detik. Percaya atau tidak, hypercar bermesin 8,0 liter W16 ini bisa menembus kecepatan maksimal 380 km/jam! Itupun kecepatan maksimalnya dibatasi secara elektronis demi fator keselamatan.

Bugatti Centodieci

Sebetulnya mobil ini berdiri di atas basis Bugatti Chiron, hypercar pengganti Bugatti Veyron sang pemegang rekor mobil tercepat di dunia. Bedanya, grille tapal kuda di moncongnya didesain lebih kecil. Wajahnya juga didesain mengikuti desain inspirasinya, Bugatti EB110. Lampu depan yang tipis menyipit tampak menakutkan dari depan.

Tak main-main, Bugatti benar-benar memperhatikan performa mobil ini. Bukan hanya memberinya dengan mesin beringas, tapi bobot kendaraan juga sangat renda. Sampai-sampai wiper di kaca depan saja memakai rangka yang terbuat dari material carbon fiber yang ringan namun kokoh. Total keseluruhan mobil ini dengan segala penambahan fitur eksteriornya, justru lebih ringan 20 kg dari Bugatti Chiron yang menjadi basis produksinya.

Hypercar mewah nan langka ini bukanlah satu-satunya koleksi bernilai CR7. Eks punggawa Manchester United ini juga memiliki Lamborghini, Bentley dan tiga unit Ferrari eksklusif (Ferrari 599 GTO, 599 GTB Fiorano dan Ferrari F430. Pemegang FIFA Ballon d’Or tahun 2008, 2013, 2014, 2016 dan 2017 itu juga punya satu unit Rolls Royce Phantom, Maserati GranCabrio dan masih banyak lagi mobil mewah lainnya. Bahkan Centodieci bukanlah Bugatti satu-satunya pemain yang dinyatakan positif COVID-19 pada Oktober 2020 lalu. Ia juga memiliki Bugatti Chiron dan satu unit Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse. 

Berita Bugatti lainnya: Mengunjungi Pabrik Bugatti Di Molsheim, Prancis

Molsheim adalah rumah keluarga besar Bugatti. Tempat sang pendiri meletakkan harapannya terhadap brand berkelas itu. Berlokasi di jantung kota Alsace, Prancis, Molsheim menjadi saksi bisu lahirnya nilai seni, teknologi dan otomotif yang bersatu di 1909. Lebih dari satu abad lamanya, Bugatti masih melanjutkan tradisi kesuksesan mereka di tempat kelahirannya, sesuai apa yang diinginkan oleh sang pendiri, Ettore Bugatti.

Melewati pintu gerbang bersejarah pabrik Bugatti di Molsheim, siapa saja yang berkunjung ke tempat ini, bakal disapa oleh Château St. Jean. Rumah sekaligus museum kemenangan Ettore Bugatti ini, menceritakan sejuta cerita tentang brand Bugatti sejak awal berdiri. Di sekitar tempat inilah, terdapat ribuan kenangan yang disampaikan dengan indahnya oleh mobil-mobil klasik elegan Bugatti yang sangat langka.

Bugatti

Gaya arsitektur klasik nan megah, pun terlihat di Remise Nord. Bekas kandang kuda yang berdiri sejak 1853 itu, kini disulap menjadi tempat para customer service Bugatti memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya. Di tempat inilah berkantor sejumlah flying doctor yang siap terbang ke seluruh dunia, untuk melayani segala keluhan konsumen mereka terhadap mobil-mobil paling berharga di dunia itu.

Di sekitar area hijau yang sesekali diramaikan lalu-lalang beberapa ekor kawanan rusa itu, terdapat satu bangunan modern yang sangat menawan. The Atelier, di dalam bangunan inilah setiap mobil Bugatti dilahirkan. Tempat setiap mobil Bugatti dirakit secara manual oleh tangan-tangan trampil para insinyurnya.

Bugatti

The Atelier, mungkin lebih pantas disebut sebagai studio ketimbang pabrik. Bangunan seluas seribu meter persegi yang diresmikan pada 2005 ini, memiliki fasilitas berteknologi tinggi. Lantainya dilapisi epoxy yang bersifat kondusif untuk mengurangi resiko para pekerjanya tersengat listrik statis.

Bangunan yang memiliki bentuk menyerupai logo ‘Macaron’ Bugatti ini dirancang arsitek ternama asal Munich, Professor Gunter Henn. Bagian lantainya sengaja dibuat putih berkilau. Menurut mereka, ini dilakukan untuk menangkap esensi agar setiap Bugatti yang melintas di atasnya tampak seperti model yang sedang melenggok di atas catwalk.

Bugatti

Bugatti melakukan sedikit modifikasi pada Atelier ketika Chiron datang. Atelier menghasilkan sekitar 70 unit Chiron pada 2017. Layaknya bermain puzzle, tak kurang dari 1.800 komponen dipasang oleh 20 orang teknisi Bugatti di tempat ini, untuk menghasilkan satu unit hypercar bertenaga 1.500 hp.

Bagi mobil mewah seharga US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 34,1 miliar, Bugatti menawarkan ragam personalisasi bernama ‘La Malson Pur Sang’ yang bisa dipilih konsumennya. Mulai dari 23 pilihan warna eksterior, 8 pilihan motif serat karbon, atau 31 pilihan kombinasi warna kulit untuk interiornya.

Bugatti

Bugatti juga menawarkan 8 pilihan warna jok berbalut Alcantara dengan 30 opsi warna jahitan, 18 tipe karpet dasar, hingga 11 pilihan warna sabuk pengaman. Bila semua pilihan itu masih belum sesuai dengan keinginan konsumennya, Bugatti bersedia melayani pilihan warna individual yang diminta konsumennya.

Setelah semua personalisasi ditetapkan, dibutuhkan tidak kurang dari 6 bulan untuk merangkai semua komponen menjadi satu unit mobil yang utuh. Pertama, mesin bertenaga 1.500 hp dengan torsi puncak 1.600 Nm yang dikirim dari fasilitas perakitan mesin VW di Salzgitter dirangkai. Di saat bersamaan, transmisi 7-speed dual-clutch miliknya juga mulai dirangkai.

Bugatti

Setelah itu, keduanya disatukan ke dalam struktur rangka berbahan karbon. Struktur rangka ini, kemudian dilengkapi kaki-kaki, pipa-pipa, kabel elektronik, radiator dan komponen lainnya. Selanjutnya, keempat ban dipasangkan pada mobil. Teknisi kemudian mengisi cairan-cairan ke dalamnya seperti oli mesin, oli transmisi, oli rem, oli hidrolis, radiator coolant, lalu divacuum selama 10 menit untuk menguji jalannya sirkulasi cairan atau mencari kebocoran.

Mobil lantas diuji menggunakan dynamometer atau yang biasa lebih dikenal dengan sebutan dyno. Alat ini sanggup mencatat output Chiron yang mencapai 1.500 hp. Percaya atau tidak, saat melaju hingga kecepatan lebih dari 200 kpj, energi yang dihasilkan Bugatti Chiron selama pengujian, ternyata sanggup menghasilkan tenaga listrik hingga 1.200 amps atau setara 14.400 watt. Hebatnya, energi itu disumbangkan dan didistribusikan untuk jaringan listrik lokal di Molsheim.

Bugatti

Selama pengujian intensif ini, komputer dapat memonitor kinerja seluruh sistem penggeraknya. Mulai dari kondisi mesin, transmisi hingga program lainnya seperti traction control, ABS dan lainnya. Pengujian ini memakan waktu dua sampai tiga jam dan mobil diajak seperti menempuh perjalanan sejauh 60 km.

Lulus uji dyno, semua komponen eksterior dipasang dan mobil masuk ke water test. Selama 30 menit, Chiron dipaparkan di bawah guyuran hujan dengan berbagai intensitas untuk mencari kebocoran.

Bugatti

Pengujian tidak berhenti sampai di situ. Setelah interior dipasang, mobil diuji di jalan raya. Chiron wajib melintasi perjalanan dari Vosges ke airport di Colmar sejauh 300 km. Sesampainya di sana, Chiron melintas di landasan pacu untuk menguji kecepatannya hingga 250 kpj sebelum kembali ke Atelier melewati Autobahn. Selama pengujian Chiron dibawa memakai ban dan velg khusus pengujian untuk mencegah risiko rusak sebelum sampai ke tangan konsumen.

Proses yang sangat panjang dan masih banyak proses lain yang harus dilakukan. Misalnya setelah diuji, Chiron dipasangkan dengan ban dan velg aslinya, mengganti oli transmisi, mengecat ulang kendaraan, melapisinya dengan lapisan pelindung, dipoles dan lainnya. Lalu mobil ini wajib melintas di bawah puluhan sinar terang untuk inspeksi terakhir sebelum masuk ke garasi pemiliknya.

Studio mewah yang sarat teknologi tinggi dan proses produksi yang begitu panjang dan sangat teliti ini, mungkin adalah formula kesuksesan Bugatti dalam menghasilkan hypercar bermesin 1.500 hp. Tak heran di Eropa saja harganya mencapai lebih dari Rp 34 miliar.
RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda