Cara Kerja Self-Leveling Suspension System

JAKARTA, 14 Maret 2017 - Teknologi pada sistem peredam kejut atau yang lebih familiar disebut suspensi memiliki banyak sekali ragamnya. Salah satu teknologi yang banyak diadopsi pada sebuah mobil dan sudah cukup lama adalah Self-Leveling suspension.

Teknologi seperti ini pertama kali dipelopori oleh Citroen pada tahun 1955 dengan nama hydropneumatic system. Kemudian mengalami penyempurnaan dan digunakan oleh banyak mobil seperti Cadillac pada tahun 1957 dan Rolls-Royce pada tahun 1966.

Sistem suspensi ini mirip dengan cara kerja dari air suspension, namun bedanya, pada air suspension kita bisa mengatur ketinggian mobil sesuai kemauan kita. Sedangkan untuk self-leveling suspension akan mengembalikan tinggi mobil ke posisi semula meski mengangkut beban yang berat.

Biasanya, ketika sebuah mobil membawa beban yang berat, pada bagian belakang dimana tempat menaruh barang tersebut ketinggiannya akan turun atau lebih kita kenal dengan nama amblas. Nah, dengan self-leveling suspension ini, ketinggian bagian belakang mobil akan kembali ke posisi semula sehingga tetap memberikan travel suspensi yang maksimal. Sistem ini akan bekerja ketika mobil mulai berjalan.

Salah satu fungsi dari teknologi suspensi ini adalah membuat bantingkan ketika melewati jalan rusak tetap lembut dan nyaman. Selain itu, tetap memberikan efisiensi bahan bakar mobil.

Penasara seperti apa cara kerja dari self-leveling suspension? Mari kita simak video berikut ini.

TITO LISTYADI

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya