Beranda Updates Baru Finish Podium, McLaren Ingin Jual Saham Tim F1

Baru Finish Podium, McLaren Ingin Jual Saham Tim F1

WOKING, Carvaganza.com – McLaren baru saja menikmati kesuksesan meraih podium pada balapan pembuka Formula 1 2020, di Austria. Di balik suka cita itu, McLaren masih alami kesulitan internal akibat dampak dari pandemi COVID-19 beberapa bulan terakhir. Saat ini McLaren masih berusaha mencari investor, termasuk dengan menjual sebagian tim F1-nya.

Pabrikan otomotif di Inggris mengalami efek yang cukup berat pasca masa pandemi, dengan salah satu contoh nyatanya adalah McLaren. Situasi finansial perusahaan menurun, menyusul berhenti sementaranya pabrik dan aktivitas motorsport. Pemasukan dari penjualan mobil dan sponsor stagnan, menyeret McLaren kepada krisis.

Situasi di dalam grup induk sendiri lebih kompleks, dengan terjadi perbedaan tujuan antara divisi Automotive, Racing dan Applied Technologies. Namun pada pekan lalu, situasi sedikit membaik dengan datangnya pinjaman dana dari National Bank of Bahrain, sebanyak £ 150 juta. Saat ini McLaren terus berusaha mencari investor, demi menyelamatkan perusahaannya.

Dilansir oleh Autocar, saat ini McLaren sedang fokus hanya untuk menjual saham minoritas dari divisi Racing, meliputi tim F1. McLaren membantah saat ini ingin menjual juga saham dari divisi Automotive dan Applied Technologies. Sejauh ini hanya divisi Racing yang diberikan lampu hijau untuk dilepas sahamnya.

Informasi terkini soal nilai saham McLaren Group, dua tahun lalu Michael Latifi asal Kanada membeli 10%  saham dengan nilai lebih dari £ 200 juta. Jika tidak asing, Michael Latifi adalah ayah dari Nicholas Latifi, pembalap rookie F1 yang bergabung ke tim Williams tahun ini.

Terkait operasional F1, McLaren berharap pada pembatasan anggaran yang segera diterapkan. Regulasi baru ini berpotensi untuk menghasilkan keuntungan untuk tim. Ada kemungkinan bahwa nilai, dan peningkatan performa tim dapat ikut menaikkan harga saham tim balap.

Berlawanan dengan pernyataan sebelumnya, divisi Applied Technologies justru saat ini sedang didiskusikan untuk dijual juga. Namun hal ini disebut rumit, karena ketergantungannya pada tim balap untuk bisa berkembang. Divisi ini berperan pada penerapan pengolahan data, teknologi, dan kerja tim balap ke industri sehari-hari, khususnya kesehatan dan transportasi.

Dua bulan lalu, McLaren sudah merumahkan atau PHK sebanyak 1.200 pegawai, yang adalah seperempat dari total tenaga kerjanya. Hal tersebut demi memotong anggaran di masa pandemi, yang mayoritasnya datang dari divisi Automotive. Sejauh ini belum ada tenggat waktu yang ditentukan untuk mednapatkan investor baru tim F1, meski kabarnya sudah ada lebih dari satu peminat.

Sumber: Autocar

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Nissan Magnite World Premiere di India, Ini Fitur-Fitur Menariknya

NEW DELHI, carvaganza.com – Pabrikan Nissan pada hari ini Rabu (21/10) melakukan premiere global Magnite di India. Sekaligus membuka tabir rumor yang berseliweran dalam...

MG Motor Indonesia Tunjuk Donald Rachmat Sebagai General Director Baru

JAKARTA, Carvaganza -- Sebagai pemain paling baru di kancah otomotif nasional, MG Motor Indonesia terus membuat strategi memperkuat posisinya. Yang terbaru adalah dengan mengangkat...

Hyundai i20 N 2021 mendebut, Versi Kencang Hanya Tersedia Girboks Manual

SEOUL, carvaganza.com – Memang mobil-mobil kecil dengan tenaga besar agak mengalami kemunduran. Cupra Ibiza, Audi S1 dan Renault Clio R.S sudah out, tapi masih...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta ( Bagian 3)

Klaus-Günter Jacobi berhasil membawa sahabatnya, Manfred Koster keluar dari Jerman Timur menggunakan BMW Isetta yang telah dimodifikasi. Rencananya ini dibantu dua orang pelajar yang...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Bagian 2)

Menyembunyikan orang di dalam mobil yang lebarnya tak lebih dari 127 cm dan panjang 228 cm itu jenius sekaligus gila. Jenius karena orang lain...