5 Mobil Paling Populer Sepanjang April 2021

JAKARTA, Carvaganza - April 2021 mungkin jadi periode paling menyenangan bagi para pelaku industri otomotif semenjak pandemi Covid-19 melanda Bumi. Mengapa? Karena efek dari insentif PPnBM 0 persen sudah mulai dirasakan beberapa produsen mobil di Indonesia. Peningkatan penjualan yang signifikan, bak pelepas dahaga.

Bukan cuma itu, April menjadi saksi bahwa pameran otomotif tetap bisa terselenggara di tengah pandemi. Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, 15 – 25 April 2021. IIMS Hybrid 2021 sukses membukukan nilai transaksi sebesar Rp 1,012 triliun. Angka itu merupakan hasil dari seluruh penjualan selama sepuluh hari. Bukan hanya itu, digelar di tengah situasi pandemi Covid-19, ajang pameran otomotif bertaraf internasional ini malah berhasil menggaet minat 91.050 pengunjung. Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan CHSE yang ketat.

DFSK Gelora E

Pameran otomotif ini meluncurkan beberapa kendaraan baru bahkan beberapa diantaranya adalah mobil listrik. Sebut saja Renault Zoe, MG ZS EV, hingga mobil komersial elektrik DFSK Gelora. Tentu saja selain meluncurkan mobil listrik, ada beberapa mobil lainnya yang diluncurkan selama penyelenggaraan pameran. Sebagai contoh, BMW Seri-8 Gran Coupe Golden Thunder hingga Mini Countryman 2021.

Tapi ada dua mobil paling menyita perhatian konsumen otomotif Tanah Air sepanjang April 2021, yakni duet kolaborasi Toyota Raize dan Daihatsu Rocky. Crossover compact itu meluncur 30 April 2021. Tapi jauh sebelum peluncurannya, kedua mobil ini sudah langsung diantisipasi publik.

MINI Countryman 2021

Cerita kedatangan keduanya sudah berhembus sejak tahun lalu. Tapi mulai santer sejak namanya terdaftar sebagai kendaraan penerima insentif PPnBM dari pemerintah. Padahal ketika diumumkan, kedua mobil ini belum meluncur. Makanya jadi banyak yang menantikan kedua mobil ini. Banyak yang berharap kalau harganya murah karena mendapat insenstif PPnBM dari pemerintah. Selain diharapkan bisa dijual murah, Raize dan Rocky juga dikabarkan datang menawarkan banyak kelebihan.

Selain Raize dan Rocky, ada beberapa mobil lain yang juga cukup populer di Carvaganza sepanjang April 2021. Ada beberapa mobil yang diluncurkan di Luar Negeri juga yang dibaca cukup banyak oleh pembaca Carvaganza. Misanya, Wuling Macaron. Mobil listrik berukuran ringkas yang dijual Rp 80 jutaan saja. Mobil lain yang tak kalah populer adalah Hyundai Santa Fe yang meluncur awal April lalu.

Berikut ini kami rangkum ulasannya untuk Anda, 5 mobil paling populer di Carvaganza sepanjang 2021:

1. Toyota Raize

Toyota Raize

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky akan meluncur di Indonesia pada hari Jumat mendatang, tanggal 30 April 2021. Namun sebelum peluncuran digelar, spesifikasi lengkap Raize justru sudah bocor di internet lewat brosur digital yang disebut untuk pasar Indonesia. Menarik menelusuri apa saja yang dimiliki SUV (Sporty Utility Vehicle) berdimensi ringkas pengisi segmen di bawah Rush/Terios ini.

Mulai dari spesifikasi mesin, varian, aksesoris, fitur, sampai teknologi canggih disediakan oleh Toyota untuk Raize. Cuma satu hal yang belum terungkap di brosur ini, yaitu harga jual Toyota Raize. Yang pasti, Raize dan Rocky akan membuat segmen yang sudah dihuni Nissan Magnite dan Kia Sonet ini semakin ramai pilihan dan menarik. Mari kita bedah apa saja yang tertera di dalam brosur!

Seperti pernah Carvaganza ulas sebelumnya, duo SUV kompak ini akan mendapatkan dua opsi varian mesin. Pertama adalah 1,0 liter turbo dan 1,2 liter naturally aspirated, yang sama-sama berkonfigurasi tiga silinder. Dari pilihan mesinnya, tampak bahwa Raize lebih dikembangkan menjadi SUV necis untuk berkeliling ‘hutan beton’, bukannya medan off road berat.

Untuk mesin 1,0 liter turbo dengan kode 1KR-VET, memiliki teknologi DOHC dan Dual VVT-i, yang menyimpan tenaga 98 ps (96 hp) dan torsi 14,3 kgm (140 Nm). Dengan rasio kompresi 9,5:1, mesin ini diberikan opsi transmisi manual 5-percepatan dan otomatis CVT.

Toyota Raize Daihatsu Rocky

Berbeda dengan mesin 1,2 liter, teknonlogi yang diusung adalah DOHC dan hanya VVT-i untuk unit berkode WA-VE ini. Namun output yang dihasilkan lebih tinggi, yaitu tenaga 88 ps (86 hp) dan torsinya 11,5 kgm (112 Nm). Opsi transmisi pun sama, yaitu manual 5-percepatan dan otomatis CVT.

Untuk sebuah SUV yang ditaksir akan dibanderol tidak sampai Rp 280 juta, rangkaian fitur yang akan disediakan terbilang sangat lengkap. Mulai dari fitur pendukung kenyamanan sampai dengan pendukung keselamatan. Begitu juga untuk fitur di luar maupun dalam kabin.

Toyota Raize

Dari luar, Raize sudah mendapat lampu utama LED yang dilengkapi dengan DRL, serta lampu sein sequential untuk mempercantik tampilannya. Spion luar sudah bisa dilipat secara elektris alias Auto Retractable Mirror, yang warnanya mengikuti warna sekunder seandainya memilih opsi warna two tone.

Sebelum masuk kabin, akses bisa dinikmati via Smart Entry yang kemudian dilanjutkan Push Start Button untuk mengaktifkan mesin dengan praktis. Di dalam kabin terpasang layar infotainment 9 inci dan 8 inci, tergantung pilihan varian. Namun tidak disebutkan ragam fungsi dan konektivitas yang tersedia untuk sistem infotainment. Aura digital juga ditampilkan lewat meter cluster 7 inci TFT yang interaktif dan atraktif.

Toyota Raize

Pengemudi dengan transmisi otomatis CVT akan dimanjakan dengan adanya paddle-shifter di balik setir, untuk berikan sensasi perindahan gigi artifisial. Untuk rasakan performa maksimal, akan terpasang tombol Power Mode di setir untuk versi transmisi CVT juga.

Bicara soal keselamatan, Raize akan dibekali dengan 6 unit airbag, Hill Start Assist (HSA), Vehicle Stability Control (VSC) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA) with Blind Spot Monitor (BSM) sebagai standarnya. Tidak hanya itu, ada kemasan teknologi Safety Sense juga yang menaungi fitur Lane Departure Asisst with Steering Control, Pedal Misoperation Control, Pre Collision System, Adaptive Cruise Control, dan Front Departure Alert.

Toyota Raize

Secara total, Toyota Raize akan ditawarkan dalam enam pilihan varian. Yang menarik, akan ada varian Raize GR Sport jika melihat pada halaman pembagian spesifikasinya. Raize GR Sport akan ditawarkan sebagai varian puncak, bersama dengan varian 1.2 G dan 1.0T G. Dibandingkan dua varian lain, Raize GR Sport akan punya opsi transmisi yang berbeda.

Varian 1.2G dan 1.0T G masing-masing akan mendapat opsi transmisi manual 5-percepatan dan otomatis CVT. Sedangkan GR Sport yang berpenampilan sporty akan tidak mendapat opsi transmisi manual, tapi diberikan opsi transmisi otomatis CVT dan CV TSS. Yang menjadi keistimewaan dari varian Raize GR Sport CVT TSS adalah kelengkapan fitur Toyota Safety Sense (TSS) yang dijabarkan sebelumnya.

Toyota Raize

Varian GR Sport akan punya tampilan sporty dan agresif, mendapat sentuhan body kit add-on GR Sport seperti di lip spoiler, side skirt, dan lip rear bumper. Di bagian samping juga akan diberikan stiker khas varian sporty Toyota, serta handle pintu dengan warna chrome. Velg alloy 17 inci berwarna hitam akan menjadi identitas yang disertai emblem GR Sport di sejumlah titik.

Varian GR Sport akan lebih atraktif jika dipilih dengan varian warna two tone, yang dipadukan dengan atap berwarna hitam. Secara keseluruhan akan tersedia 12 pilihan warna eksterior, terbagi dari 5 opsi two tone (hanya untuk 1.0T) dan 7 opsi one tone. Raize GR Sport sendiri hanya tersedia dengan mesin 1.0T, jadi lebih banyak mendapat opsi warna.

Toyota dan Daihatsu akan meluncurkan Raize dan Rocky di hari yang sama, yaitu hari Jumat tanggal 30 April 2021 mendatang. Dan dari peluncuran itu, kita akan tahu lebih lengkap lagi spesifikasi resmi Raize dan Rocky untuk pasar Indonesia. Salah satu hal yang paling menarik adalah mengetahui berapa banderol harga yang akan dipasang oleh Toyota. Sejauh ini, prediksi dan bocoran menyebut harga Raize tidak akan lebih dari Rp 280 juta, dengan varian 1.0T menjadi yang lebih mahal.

2. Daihatsu Rocky

Daihatsu Rocky

Daihatsu Rocky dan Toyota Raize, keduanya memang telah diperkenalkan ke publik dalam video kolaborasi Toyota dan Daihatsu di YouTube hari ini (28/4). Mengintip sedikit apa yang dimiliki, Rocky membawa potensi sangat besar. Mudah dipastikan sang crossover bakal menjadi produk berlogo D paling canggih dan berbeda di Tanah Air.

“Daihatsu Rocky adalah Compact SUV dengan konsep desain yang sepenuhnya baru termasuk platform dan powertrain. Menawarkan kelapangan ruang dalam tubuh kompak dan peningkatan drastis dalam performa berikut kualitas secara menyeluruh,” ujar Soichiro Okudaira President Director Daihatsu Motor Co., Ltd. pada kata sambutannya.

Rocky masuk dalam segmen crossover berdimensi ringkas. Mengacu market Jepang, ia siap bertarung langsung dengan para pemain segmen baru seperti Kia Sonet dan Nissan Magnite. Memiliki panjang kurang dari empat meter, tepatnya diukur 3.995 x 1.695 x 1.620 mm (PxLxT). Jelas hal ini mengisyaratkan posisinya. Tapi harus diketahui, Rocky bukan sebatas model Daihatsu lama yang ganti tubuh. Semuanya serba baru.

Seperti dijelaskan Soichiro Okudaira, Rocky punya konsep desain anyar termasuk rancang bangun dan powertrain. Sudah diketahui, ia berdiri di atas platform kembangan termutakhir Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Juga di balik bonnet, pasti tidak akan ditemukan mesin 4-silinder dari kontestan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat ini. Bukan milik Ayla, Sigra, Terios, Xenia, atau pemain lainnya.

Daihatsu Rocky

Berbagai bocoran mengindikasikan produk kembaran Daihatsu dan Toyota ini mengusung mesin 3-silinder. Serupa di tanah kelahiran, Jepang, Rocky kebagian pemacu 1,0 liter turbo yang bertenaga 98 PS dengan torsi 140 Nm. Tapi lebih dari itu, besar kemungkinan tersedia pula pilihan mesin 3- silinder 1,2 liter Naturally Aspirated yang bertenaga 88 PS dengan torsi puncak 113 Nm. Versi ini bahkan tidak akan ditemukan pada versi Jepang atau Perodua Ativa yang belum lama meluncur di Malaysia.

Dalam video kolaborasi ini, tampaknya Rocky hadir bersama Toyota Raize GR Sport dalam spek tertinggi. Dari intipan lis moulding pintu, mungkin saja diberi nama ADS. Pendekatannya berbeda dari versi termahal Toyota yang bergaya sporty. Rocky cenderung membawa nuansa tangguh lewat ornamen skid plate perak di sisi terbawah bodi. Hadir dalam pakaian two tone beratap hitam dan pelek alloy two-tone.

Tentu eksekusi desain eksterior berbeda dari sang kembaran. Paling kentara, Rocky memainkan grille heksagonal besar langsung di bawah batas kap mesin. Berhiaskan bingkai kromium. Aransemen bumper lantas menyesuaikan lewat aplikasi bezel foglamp segitiga di sisi terluar. Urusan kelengkapan, headlamp, DRL, sampai grafis lampu kombinasi belakang dari pendar dioda meramaikan. Bisa diekspektasikan pula fungsi smart entry hadir setidaknya di trim tertinggi.

Head unit berukuran besar yang bertengger di atas dasbor jadi sorotan utama bagian interior. Lanjut lirik ke sisi terbawah, besar kemungkinan mengadaptasikan kontrol AC digital. Akan wajar bila terpasang fungsi pengatur suhu kabin otomatis. Canggihnya lagi, ada probabilitas terpasang cluster meter digital meski tidak terlihat terlalu jelas pada video. Selain itu, palang setirnya diramaikan oleh set kontrol tombol di sisi kiri dan kanan.

Daihatsu Rocky

Seluruh perbekalan pendukung kenyamanan berkendara tadi tentu terlihat menjanjikan. Disesuaikan dengan kebutuhan market sini sudah pasti. Tapi tampaknya nilai jual utama akan berada di sisi fitur keselamatan berkendara. “Kami menggunakan pusat litbang PT Astra Daihatsu Motor yang terbesar di Indonesia untuk membuat kendaraan ini paling sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kami juga mengevaluasi fungsi keselamatan preventif yang diperkenalkan di Indonesia dengan harga yang terjangkau,” jelas Soichiro Okudaira.

Ekspektasinya akan diisi peranti asisten berkendara aktif. Disebut “Smart Assist” di Negeri Sakura sementara Perodua di Negeri Jiran menganut jargon “Smart Drive Assist”. Entah akan selengkap apa. Kalau mengacu market Jepang, diharapkan minimal kebagian paket setara Raize trim G.

Daihatsu Rocky

Ada indikasi pula ia membawa nilai tambah di sektor keselamatan. ADM diketahui sempat menyebar rilis teknologi penunjang keselamatan yang disebut A.S.A. (Advanced Safety Assist). Sistem ini memanfaatkan sensor dari Stereo Camera untuk mendeteksi objek di sekitar mobil. Dapat memberikan peringatan dan melakukan tindakan korektif andai terdeteksi potensi bahaya.

Sorotan lain adalah fungsi cruise control adaptif lengkap Lane Keep Control si asisten penjaga posisi dalam jalur. Tak ketinggalan juga perbekalan berupa pre-collision system untuk memberikan peringatan hingga koreksi pengereman otomatis sampai emergency braking. Selengkap apa? Kita tunggu saja di hari besarnya.

Dapat diharapkan terpasang banderol yang relatif terjangkau untuk Rocky. Seperti sudah diketahui, ia berhak atas relaksasi tarif PPnBM. Rocky sendiri baru resmi dipasarkan 30 April ini dan lahir langsung dari fasilitas produksi ADM. “Kami akan memproduksi Daihatsu Rocky di fasilitas PT Astra Daihatsu Motor dan Daihatsu Rocky akan tersedia di outlet pada 30 April 2021,” tutup Soichiro Okudaira.

3. Hyundai Santa Fe 2021

Hyundai Santa Fe 2021

New Hyundai Santa Fe 2021 akhirnya mengaspal di Indonesia dengan tampang baru dan menawarkan fitur-fitur menarik di dalamnya. Selain itu terdapat teknologi mesin terbaru pada Hyundai Santa Fe facelift ini dengan angka performa yang lebih bertenaga. New Hyundai Santa Fe 2021 dirilis di bawah bendera PT Hyundai Motors Indonesia dan merupakan unit Completely Built-Up (CBU) jadi jangan berharap untuk dapat “santunan” PPnBM 0%.

Hyundai Santa Fe 2021 juga menawarkan enam varian dengan pilihan mesin bensin dan diesel yang dikawinkan dengan satu pilihan transmisi otomatis 6-percepatan dan 8-percepatan. PT. HMID membanderol Hyundai Santa Fe facelift 2021 ini dengan kisaran harga Rp 569 Juta untuk tipe terendah dan Rp 729 Juta untuk varian tertinggi dengan mesin diesel.

Berikut hal-hal menarik yang terdapat pada Hyundai Santa Fe facelift 2021 dibandingkan dengan model sebelumnya.

Hyundai Santa Fe 2021

 

Meskipun mengusung embel-embel facelift ubahan pada eksteriornya ternyata cukup revolusioner. Desain grille dan lampu depannya yang kini terlihat terintegrasi makin menegaskan tampilan yang elegan. Selain itu lampu depan dengan LED juga diberikan sentuhan baru dengan lampu DRL berbentuk T yang menegaskan identitas Hyundai dari fascia depan.

Pada bagian belakang juga terdapat sentuhan pada lampu belakang yang kini diberikan aksen reflektor yang membentang dari kiri ke kanan. Selain itu bentangan reflektor juga terdapat pada bagian bumper depan yang kini memiliki desain yang lebih dinamis dibandingkan dengan model sebelumnya. Hyundai Santa Fe juga mengubah sedikit desain pada velg berukuran 18 inci dengan kelir two tone di keempat rodanya.

Beralih ke bagian interiornya dan satu-satunya yang mencolok adalah penggunaan warna pada material kulit jok, dashboard dan door trim. Warnanya dibuat lebih menyala dibandingkan model sebelumnya sedangkan materialnya tetap menggunakan material soft touch di setiap sudutnya.

Ubahan yang cukup kentara juga tampak pada tampilan cluster meter di balik kemudinya, mungkin model sebelum dan facelift sama-sama menampilkan speedometer analog. Tetapi pada model facelift tampilannya jauh lebih dinamis dengan konsep digital. Menunya pun dibuat lebih lengkap yang menampilkan berbagai informasi tentang kendaraan.

Hyundai Santa Fe 2021

Selain tampilan interior yang menarik, Hyundai Santa Fe facelift juga menawarkan sistem pencahayaan kabin yang tersedia hingga 64 pilihan warna. Sehingga Anda akan menikmati suasana yang lebih roomy sesuai dengan keinginan.

Sebelum beralih ke tempat lain, Anda juga harus perhatikan pada desain layar hiburan berukuran 8-inci yang berbeda dari versi sebelumnya. Tampilannya jauh lebih lebar dengan sokongan menu hiburan yang lengkap dan layar ini juga yang menampilkan kamera Surround View Monitoring saat memarkirkan kendaraan.

Sebagai sebuah kendaraan dengan konfigurasi 7-penumpang atau tiga baris, kini Hyundai menyematkan fitur one touch walk in sebagai tombol untuk akses ke baris ketiga. Serta tombol one touch fold yang berfungsi untuk melipat rata kursi di baris kedua. Tentu saja hal tersebut demi meningkatkan ruang yang lega dan lebih nyaman.

Selebihnya Hyundai Santa Fe facelift juga menyediakan panoramic sunroof yang menambah kesan mewah dan modern dari dalam kabinnya. Rasanya sedikit seperti berada di dalam kabin Hyundai Palisade namun dengan komposisi yang lebih kompak.

Hyundai Santa Fe 2021

Kurang lengkap rasanya jika tidak berbicara fitur pada Hyundai Santa Fe facelift pasalnya berbagai fitur pengendaraan dan keselamatan terdapat di dalamnya. New Hyundai Santa Fe memiliki berbagai sistem sensor membantu pengendara menghindari benturan yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Salah satu teknologi keselamatan pada New Hyundai Santa Fe adalah Forward Collision-Avoidance Assist (FCA). Sistem ini secara otomatis memberikan peringatan akan potensi tabrakan dari arah depan dan jika dibutuhkan sistem pengereman akan bekerja secara otomatis menghentikan laju kendaraan. Sensor tersebut tidak hanya membaca obyek berupa kendaraan lain seperti mobil, motor dan sepeda bahkan dapat mendeteksi pejalan kaki di depan mobil.

Tersedia pula Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA) yang membaca kondisi di belakang mobil yang tidak terlihat dari sisi pengendara. Bahkan dengan sistem ini kendaraan juga dapat berhenti secara otomatis jika terjadi kemungkinan tabrakan dari belakang. Selanjunya tersedia Blind-Spot View Monitoring yang menampilkan area tak terlihat di sekitar buritan mobil. Sehingga anda dapat melihat kondisi belakang mobil yang tampil pada layar cluster meter berukuran 12,6-inci.

New Hyundai Santa Fe juga menyempurnakan fitur blind spot dengan Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA). Selebihnya anda akan dipandu oleh Lane Keeping Assist dan Lane Following Assist yang membaca marka jalan agar kendaraan selalu dalam jalur aman sehingga mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya.

Hyundai Santa Fe 2021

New Hyundai Santa Fe lebih banyak menawarkan varian dibandingkan versi sebelumnya. Terdapat enam pilihan varian dengan pilihan mesin bensin dan diesel. Pada varian bensin akan tersedia mesin 4 silinder 2,5 liter MPi yang dikawinkan dengan transmisi otomatis 6-percepatan. Tentu saja kapasitas mesinnya berbeda dengan versi sebelumnya yang dibekali dengan mesin 2,4 liter. Tenaganya pun meningkat menjadi 178 hp dengan torsi maksimal 232 Nm yang sudah menendang di putaran 4.000 rpm.

Sedangkan pada varian diesel kini Hyundai New Santa Fe dibekali dengan mesin 4 silinder 2,2 liter CRDi dengan tenaga maksimal 200 hp dan torsi yang mencapai 441 Nm. Tenaga dan torsi tersebut dialirkan ke roda depan melalui transmisi otomatis 8-percepatan.

Selain itu pada upgrade terbaru New Hyundai Santa Fe 2021 juga seluruh sistem transmisi otomatisnya sudah didukung dengan teknologi Shift by Wire. Dengan teknologi tersebut New Hyundai Santa Fe akan memberikan perpindahan transmisi yang lebih smooth dan mengantarkan tenaga dan torsi lebih maksimal.

4. Wuling Macaron

Wuling Hong Guang Mini EV Macaron

SAIC-GM-Wuling (SGMW) memiliki kendaraan elektrik mungil bernama Macaron. Mobil ini merupakan anggota terbaru dari keluarga populer Hong Guang MINI EV. Belum lama ini, mobil listrik asal Cina itu tampil dengan tiga pilihan warna eksterior baru yang menarik serta fitur keselamatan yang lebih lengkap. Macaron tersedia di Negeri Tiongkok dengan harga antara RMB 37.600 hingga RMB 43.600. Harganyanya itu setara Rp 83 juta sampai Rp 97 jutaan. Harga ini bahkan jauh lebih murah dari LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia.

Lantaran sasaran marketnya ialah kawula muda yang aktif. Maka Wuling kerja bareng Pantone Universe, perusahaan konsultan desain pewarnaan produk. Melalui kolaborasi itu, alhasil SGMW menyodorkan tiga warna baru nan modis untuk musim semi: Avocado Green, Lemon Yellow dan White Peach Pink. Atap warna solid opsional juga tersedia. Kombinasi kelir itulah diyakini sanggup menambah minat pasar.

Saat dilihat dari tampilan tubuh dual tone. Proporsi tubuh sangat mencirikan keluarga Wuling Hong Guang EV. Bagian kisi-kisi depan dibikin kotak, rata dengan sorot mata utama. Seluruh pencahayaan Macaron menggunakan teknologi LED termasuk DRL serta lampu ekor. Di trim dasar, ia mengandalkan pelek kaleng, namun diberi dop penutup kombinasi hitam putih. Kemudian di buritan tertulis logo besar: Wuling.

Tak hanya urusuan eksterior, nilai jual yang ditawarkan Wuling dari sisi keamanan Hong Guang MINI EV Macaron. Sekarang perangkat safety ditingkatkan melalui kantong udara pengemudi standar. Kemudian sistem pengereman anti-lock braking system, dengan distribusi tenaga pengereman secara elektronik. Ada sistem pemantauan tekanan ban, peringatan pejalan kaki di kecepatan rendah dan fungsi lain. Mobil mungil ini dilengkapi pula kamera belakang plus sensor parkir mundur. Jadi menambah kepraktisan berkendara.

Wuling Hong Guang Mini EV Macaron

Hong Guang MINI EV Macaron senantiasa mempertahankan tata letak tempat duduk 2 + 2. Sandaran kursi baris kedua bisa dilipat untuk menambah fleksibilitas. Ia memiliki dimensi panjang 2.917 milimeter, lebar 1.493 milimeter, tinggi 1.621 milimeter dan jarak sumbu roda 1.940 milimeter. Ruang kargo dapat mencapai 741 liter dengan kondisi kursi belakang dilipat. Formulasi rangcang bangun itu, menurut Wuling, menjadikannya sebagai komuter perkotaan yang ideal. Kompak, mudah menyelinap di kemacetan jalanan, serta hemat energi.

Kendaraan listrik ini sanggup menghasilkan tenaga maksimum 20 kW atau 27 PS. Kemudian torsi puncak tersalur hingga 85 Nm. Ia dapat meluncur sampai kecepatan tertinggi 100 kilometer per jam. Lalu berdasar klaim perusahaan, daya jangkau unit menyentuh 170 kilometer dalam sekali pengisian penuh menggunakan baterai 13,9 kWh. Sedangkan versi dasar mengandalkan baterai 9,3 kWh untuk menempuh jarak 120 km. Hong Guang MINI EV Macaron dapat diisi daya menggunakan stop kontak normal 220V di rumahan. Pemilik juga dapat memantau status baterai kendaraan mereka dari jarak jauh.

MINI EV ini kali pertama dikenalkan pada Juli 2020. Dan sekarang menjelma menjadi kendaraan ramah lingkungan terlaris di Cina. Bahkan sangat populer di kalangan generasi muda sana. Permintaan untuk trim baru ini sangat tinggi. Dilaporkan lebih dari 10.000 pesanan dalam waktu 24 jam sejak pembukaan. Kemudian lebih dari 36.000 permintaan setelah dua minggu. Menurut usaha patungan SAIC-GM-Wuling, sedikitnya 39.745 unit seri Hong Guang MINI EV telah terjual bulan lalu. Dengan hasil seperti itu lebih dari 80.000 unit terjual di kuartal pertama 2021. Hingga kini, belum ada mobil listrik lain yang bisa menandinginya.

5. Toyota 86 dan Subaru BRZ

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Toyota memang salah satu produsen mobil yang gemar berkolaborasi. Produsen mobil asal Jepang itu di Indonesia punya beberapa proyek kolaborasi dengan Daihatsu, misalnya Toyota Avanza – Daihatsu Xenia, Toyota Rush – Daihatsu Terios, Toyota Calya – Daihatsu Sigra, Toyota Agya – Daihatsu Ayla hingga proyek terbarunya nanti, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

Bukan dengan Daihatsu, Toyota juga berkolaborasi dengan produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, dalam pembuatan mobil sport Toyota Supra – BMW Z4. Tentu saja kolaborasi yang paling sukses secara global, Toyota 86 dengan Subaru BRZ. Kebetulan keduanya baru saja dilahirkan kembali sebagai generasi keduanya.

Walaupun dikembangkan secara bersama dan punya banyak kesamaan, tetapi baik Toyota 86 dan Subaru BRZ keduanya punya keunikannya masing-masing. Nah berikut ini kami ulas 8 perbedaan antara keduanya.

Bak pinang dibelah dua, sekilas susah memang mengenali yang mana Toyota 86 dan yang mana Subaru BRZ. Tetapi bak kembar identik lainnya, kalau diperhatikan lebih seksama lagi, ada saja pembeda keduanya. Paling jelas tentu dari wajahnya. Selain punya logo yang berbeda, keduanya memiliki grille yang berbeda pula. Bentuk lesung pipit di kedua sudut wajah keduanya juga berbeda. Terakhir, lampu depan Subaru BRZ dilengkapi LED DRL (Day-time Running Lights) sampai ke alis. Sementara punya Toyota GR 86 hanya menghias garis mata bagian kelopaknya saja.

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Siapa yang lebih tampan? Keduanya sih tampan, tetapi desain grille Toyota 86 membuat ruang menaruh plat nomer kendaraan jadi terlihat seperti kumis Hitler. Sementara BRZ punya kumis yang sedikit lebih proporsional penempatannya.

Bobot kendaraan memainkan peranan penting terhadap performa. Menurut Toyota, banyak komponen 86 dibuat dari material ringan yang bisa menghemat bobot kendaraan. Toyota mengklaim, mobil sport ekonomis mereka itu lebih ringan sekitar 7 kg dari Subaru BRZ. Memang terdengar tak begitu besar perbedaannya. Tapi bagi kembar identik seperti keduanya, perbedaan bobot sedikit saja punya makna yang begitu berarti.

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Toyota GR 86 dan Subaru BRZ generasi sebelumnya berbagi mesin boxer 2,0 liter yang sama. Mesin hasil racikan Subaru itu menghasilkan tenaga sebesar 2005 hp dengan torsi puncak 250 Nm. Nah generasi terbarunya ini juga berbagi mesin yang sama sebetulnya. Tetapi versi muda keduanya ini punya mesinboxer yang berkapsitas lebih besar, 2,4 liter.

Lantas apa beda mesin keduanya. Versi Toyota mempunya spesifikasi rasio kompresi 12,5:1. Sedangkan mesin yang dipakai Subaru BRZ mempunyai spesifikasi rasio kompresi 13,5:1. Perbedaan rasio kompresi keduanya juga tak terlalu signifikan. Apakah perbedaan ini membuat performa keduanya berbeda? Lanjut baca terus ya!

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Toyota merilis detail mengenai mesin Toyota GR 86. Hasilnya mesin boxer 4-silinder 2,4 liter buatan Subaru yang digunakannya menghasilkan tenaga 232 hp pada 7.000 rpm dengan torsi puncak 250 Nm pada 3.700 rpm. Catatan performa ini disediakan untuk pasar domestik Jepang (JDM). Semoga untuk versi globalnya juga sama. Mengapa?

Karena Subaru BRZ meski memakai mesin yang sama namun hanya menghasilkan tenaga 228 hp. Performanya ini 4 hp lebih rendah dari Toyota 86. Ditambah bobotnya yang lebih berat sekitar 7 kg, tak aneh kalau kemampuan akselerasinya juga kalah dari saudara kembarnya itu. Toyota GR 86 diklaim sanggup melesat dari posisi diam sampai 100 km / jam dalam 6,3 detik. Subaru BRZ terpaut sedikit lebih lambat dengan cattan 6,5 detik.

Baik Toyota GR 86 maupun Subaru BRZ akan ditawarkan dalam dua varian. Nah apa nama varian untuk Subaru BRZ? Subaru memberinya nama varian Premium dan Limited Edition. Perbedaan antara kedua varian terletak hanya pada kelengkapan dan fiturnya.

Kalau Toyota menawarkan 86 dalam varian Standar dan GT. Menariknya, Toyota punya pendekatan yang berbeda dari Subaru soal perbedaan kedua variannya. Karena Toyota berencana menaikkan performa untuk varian termahalnya. Jadi perbedaan kedua varian tak hanya terletak pada kelengkapan dan fiturnya saja.

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Tak cuma punya nama varian yang berbeda, sebenarnya Toyota juga menamai mobil sport berdimensi ringkas miliknya ini dengan nama baru. Subaru masih mempertahankan nama BRZ untuk mobil ini. Tapi Toyota tidak. Kalau Anda perhatikan, sejak awal artikel ini kami menambahkan predikat GR di namanya. Ya, kini namanya berubah menjadi Toyota GR 86.

GR sendiri adalah kependekan dari Gazoo Racing yang merupakan divisi performa tinggi Toyota. Menggandeng nama ini, resmi sudah Toyota GR 86 masuk dalam jajaran mobil-mobil berperforma tinggi Toyota bersama dengan GR Supra dan GR Yaris.

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Belum lama ini dikabarkan kalau peluncuran Toyota GR 86 akan ditunda satu tahun paska peluncuran Subaru BRZ. Ternyata konon CEO Toyota, Akio Toyoda, ingin mobil Toyota ini punya rasa berkendara atau minimal karakter pengendalian yang berbeda dari saudara kembarnya itu. Ya, begitulah kalau produsen mobil punya presiden yang juga berprofesi sebagai pembalap dan penguji mobil. Sekedar performa yang lebih beringas saja tak cukup. Ia ingin para insinyur Toyota mengeluarkan usaha lebih dalam pengembangan kepribadian GR 86 agar benar-benar menjadi anak yang lebih menonjol dibanding saudaranya.

Bagian dalam Toyota GR 86 dengan Subaru BRZ tak ada bedanya. Keduanya menganut layout dashboard dan tata letak instrumen yang sama. Selain logo di setir, sulit membedakan interior keduanya. Keduanya sama-sama dibekali sistem multimedia layar sentuh berukuran 8-inci.

Toyota GR 86 vs Subaru BRZ

Tapi ternyata ada sedikit perbedaan keduanya. Khususnya pada varian terendah saja. Karena interior dan jok Subaru BRZ sudah dilapis material kulit dan Alcantara bahkan pada varian termuranya sekalipun. Opsi ini tak tersedia untuk Toyota GR 86 varian termurah.

Kesimpulannya sih keduanya tak berbeda jauh. Baik dari aspek desain, interior, hingga performanya. Jadi tergantung Anda, pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan maupun kepribadian Anda.

Terlepas dari segala kesamaan dan perbedaan keduanya, rencananya kedua mobil ini diharapkan sudah bisa dijual pada pertengahan tahun ini di Jepang. Negara-negara lainnya akan menyusul beberapa waktu kemudian. Harganya memang belum dirilis, tetapi diperkirakan mulai dari US$ 31.000 atau sekitar Rp 500 juta. Tentu saja kalau masuk ke Indonesia nantinya. harganya pasti tak segitu. RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda