Beranda Updates Tips Membeli Kendaraan Yang Pas Semasa New Normal

Tips Membeli Kendaraan Yang Pas Semasa New Normal

JAKARTA, carvaganza.com – Kita sekarang ini sedang mengalami transisi menuju fase New Normal setelah masa PSBB yang disebabkan pandemi virus Corona. Sejumlah kegiatan sudah mulai berjalan, mulai dari bekerja di kantor sampai urusan berniaga. Pusat-pusat perbelanjaan mulai buka.

Masyarakat mulai percaya diri untuk keluar rumah dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Bagi konsumen mobil, kepercayaan diri itu misalnya terlihat dari keputusan untuk memanfaatkan jasa bengkel resmi. Mungkin sebelumnya lebih memilih untuk menggunakan jasa home service yang disediakan oleh APM maupun dealer resmi.

Bagaimana jika ingin membeli mobil baru dalam kondisi fase New Normal? Sebetulnya untuk melakukan pembelian mobil baru, juga tak perlu khawatir. Pihak dealer resmi juga sudah memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 untuk menjamin kesehatan dan keamanan konsumen. Bahkan transaksi dan test drive bisa dilakukan di rumah, tanpa perlu datang ke dealernya.

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kita ingin membeli mobil baru, terutama dalam fase New Normal. Agar mobil yang kita beli memang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Auto2000, sebagai pemilik jaringan resmi dealer Toyota, sudah sejak pandemi memberikan pelayanan home service maupun transaksi penjualan mobil di rumah. Konsumen tak perlu datang ke lokasi. Bahkan sudah menyediakan jaringan digital untuk mendukung hal ini.

Untuk itu, Auto2000 memberikan rangkaian tips membeli mobil baru yang pas pada saat kondisi New Normal sehingga konsumen tetap merasa aman dan nyaman.

Pertama, menurut Auto2000, kendaraan yang pas untuk physical distancing adalah mobil berkapasitas 7 penumpang. Dengan kabin yang lebih lapang dan kapasitas penumpang yang lebih banyak, pengguna masih bisa menjaga jarak dengan aman.

Kedua, perhatikan pula soal efisiensi konsumsi bahan bakar. Buat apa mengeluarkan uang berlebih untuk membakar bensin atau solar jika kita memang bisa berhemat. Mengurangi pengeluaran rutin dari sektor manapun selama fase New Normal sangat signifikan.

Perhatikan Value For Money
Selain mesinnya irit bahan bakar, harganya pun harus kompetitif. Kendaraan yang kita beli harus memiliki value for money yang tinggi. Kita bisa menekan pemborosan uang pengeluaran karena bisa membeli kendaraan yang memang sepadan dengan harga yang kita tebus.

Value for money  di sini tidak melulu soal fitur atau pun kelengkapan mobil, juga termasuk dalam hal durabilitas kendaraan, perawatannya mudah maupun after sales servicenya. Mobil yang memiliki durabilitas tinggi berkat kualitas  prima dapat menekan biaya operasional. Yang terpenting pula membuat kita merasa nyaman dan aman selama perjalanan. Jika kendaraan kita awet dan tahan lama, tidak akan memboroskan pengeluaran dan tidak membuang waktu. Kegiatan sehari-hari tetap berjalan lancar.

Perawatan yang mudah dan after sales service ini juga menjadi hal yang saling berkaitan. Ketika kita membeli mobil, tidak hanya membeli pada saat itu saja. Kita juga harus merawat dan menjaga mobil tersebut. Untuk itu perlu juga dipertimbangkan bagaimana dengan pelayanan purna jualnya, jangan setelah beli bengkelnya susah, perawatannya juga sulit.

EKA ZULKARNAIN

 

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Nissan Magnite World Premiere di India, Ini Fitur-Fitur Menariknya

NEW DELHI, carvaganza.com – Pabrikan Nissan pada hari ini Rabu (21/10) melakukan premiere global Magnite di India. Sekaligus membuka tabir rumor yang berseliweran dalam...

MG Motor Indonesia Tunjuk Donald Rachmat Sebagai General Director Baru

JAKARTA, Carvaganza -- Sebagai pemain paling baru di kancah otomotif nasional, MG Motor Indonesia terus membuat strategi memperkuat posisinya. Yang terbaru adalah dengan mengangkat...

Hyundai i20 N 2021 mendebut, Versi Kencang Hanya Tersedia Girboks Manual

SEOUL, carvaganza.com – Memang mobil-mobil kecil dengan tenaga besar agak mengalami kemunduran. Cupra Ibiza, Audi S1 dan Renault Clio R.S sudah out, tapi masih...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta ( Bagian 3)

Klaus-Günter Jacobi berhasil membawa sahabatnya, Manfred Koster keluar dari Jerman Timur menggunakan BMW Isetta yang telah dimodifikasi. Rencananya ini dibantu dua orang pelajar yang...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Bagian 2)

Menyembunyikan orang di dalam mobil yang lebarnya tak lebih dari 127 cm dan panjang 228 cm itu jenius sekaligus gila. Jenius karena orang lain...