Tips Berkendara Saat Hujan, Maksimalkan Fitur di Kendaraan

Musim hujan telah tiba. Bagi Anda yang menggunakan kendaraan sebagai komuter harian membutuhkan kewaspadaan lebih. Pasalnya, berkendar di tengah hujan memiliki perbedaan dibandingkan saat kemarau. Kondisi hujan, mungkin juga kabut, kemudian jalanan licin atau tergenang banjir, membuat kita harus lebih ekstra waspada. Bagaimana menyikapinya?

Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana mengatakan musim hujan jangan jadi penghalang untuk beraktivitas. Sebelum berkendara, pertama tentunya perhatikan kondisi fisik dari pengemudi. Pastikan dalam kondisi fit untuk mengemudi di cuaca buruk. "Urungkan mengemudi kalau memang salah satu organ tubuh yang tidak dapat berfungsi normal. Kedua, cek kendaraan secara detail dan mandiri, utamanya bagian-bagian kendaraan yang dapat menunjang pengemudi dalam mengemudi dicuaca buruk," kata Sony kepada Carvaganza.

Menurut Sony, kendaraan baru seperti Wuling Almaz ditunjang berbagai fitur keselamatan yang membantu berkendara. Meski demikian, tetap diperlukan antisipasi dan persiapan. Misalnya, memeriksa bagian kendaraan seperti kaca mobil. Bersihkan kaca mobil di bagian depan dan belakang dari berbagai debu dan kotoran yang menempel agar tidak menghalangi pandangan Anda.

Kemudian cek wiper. Pastikan karet wiper mobil Anda masih dalam kondisi bagus dan wiper berfungsi dengan baik. Apabila sudah tidak dapat maksimal menyapu air di permukaan kaca, jangan ditunda dan segera ganti dengan yang baru, sekalipun fisiknya masih bagus tetapi kualitasnya sudah jelek. Karena saat hujan lebat pengemudi membutuhkan visibilitas yang baik.



Perangkat penting lainnya adalah lampu besar (head lamp) jarak dekat dan jauh, lampu sign kiri dan kanan serta lampu darurat. Lalu cek bagian arah lampu, misalnya headlight agar lebih jelas dalam melihat sekitar dan orang lain melihat kendaraan Anda. Jangan sampai headlight yang Anda gunakan malah mengganggu penglihatan pengendara lain. "Wuling Almaz sudah dilengkapi dengan Projector Headlamp yang memberikan penerangan lebih baik ke depan," kata Sony.

Selanjutnya kondisi ban. Pastikan ban masih baik. Kembang dan tekanan udara dalam ban penting untuk menghindari mobil melayang saat dikemudikan dan membuat kendaraan tergelincir. Jika ban dalam kondisi tipis, maka jangan mengambil resiko. Sebab ban yang menipis itu akan mudah membuat mobil tergelincir, bukan hanya pada saat kondisi hujan, tapi juga pada cuaca normal atau panas.



Di Wuling Almaz ada fitur Tire-Pressure Monitoring System (TMPS). Sesuai dengan namanya, TPMS merupakan fitur yang dapat memonitor tekanan angin ban. Informasi terkini soal tekanan mobil Anda nantinya akan ditampilkan di layar Multi Information Display (MID) sehigga Anda bisa mengetahui kondisi ban.

Terakhir, sitem pengereman. Dalam kondisi cuaca diburuk dibutuhkan rem yang mumpuni untuk memperpendek jarak berhenti dan minim menimbulkan gejaga selip. Wuling Almaz diakomodasi peranti keselamatan ketika berkendara pun cukup mumpuni, seperti kamera 360, 6 sensor parkir, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), Auto Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), Emergency Stop Signal (ESS), sistem pengereman ABS, EBD, BA, hingga front and side airbag. "Jadi cek fitur-fitur keselamatan sebagai penunjang kestabilan pada kendaraan, apakah berfungsi normal," kata Sony.


Anticipation Driving


Kunci dari semuanya adalah pengemudi karena kendali kendaraan ada di tangannya. Konsentrasi pengemudi harus ekstra saat kondisi hujan. Usahakan duduk dengan baik, rileks dan fokus dengan kodisi jalan. Selain jalan yang licin, jarak pandang juga akan menjadi terbatas. Untuk itulah, menjaga jarak kendaraan di atas jarak normal menjadi salah satu tindakan yang tepat selama berkendara ketika hujan. Biarkan mobil di depan Anda menjauh dengan jarak sekitar 6 detik dari mobil Anda, atau hingga di luar jarak pandang Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Almaz dibekali mesin 1.500cc turbocharged yang memproduksi tenaga maksimal 140 Hp dan torsi 250 Nm yang disalurkan melalui transmisi CVT dengan pilihan mode berkendara eco, sport dan 8-speed manual simulation yang responsif. Selain itu, Almaz juga hadir dengan opsi transmisi manual 6-percepatan.



Karena itu saat berkendara di musim hujan, jaga kecepatan saat mengemudi, jangan terlalu kencang. Pasalnya di saat hujan umumnya banyak terdapat genangan air, Anda disarankan lebih hati-hati. Perhatikan benar-benar kondisi lubang jalan, genangan air, hingga selokan, agar tidak terjebak atau terperosok di dalamnya.

Untuk itu, dibutuhkan teknik mengemudi yang lembut mulai dari memutar kemudi, melakukan akselerasi hingga deselerasi. Agar mobil lebih terkontrol saat dikendarai. "Cobalah untuk menggunakan teknik berkendara yang smooth. Berkendara secara kasar atau agresive lebih membuat kondisi kendaraa semakin tidak terkontrol. Fitur keamanan seperti si Wuling Almaz membantu, tapi kuncinya tetap pada pengendara itu sendiri," ujar Sony.

RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda