TEST DRIVE: Bikin Hyundai Ioniq 5 Super Hemat, Jakarta - Lembang - Jakarta Tanpa Isi Ulang Baterai (Part 2)

  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-4.jpg
  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-3.jpg
  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-1.jpg
  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-5.jpg
  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-6.jpg
  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-2.jpg
  • 2022/06/Hyundai-Ioniq-5-Test-Drive-7.jpg

JAKARTA, Carvaganza – Perjalanan test drive Hyundai Ioniq 5 telah berhasil dilakukan dari Jakarta menuju Bandung, lalu finish di Lembang untuk hari pertama. Ajakan dari PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) ini digelar tanpa pengisian ulang (recharge) baterai Ioniq 5 untuk perjalanan selama dua hari, sampai kembali ke Jakarta. Apakah sanggup baterai Ioniq 5 dibawa kembali ke Jakarta tanpa kehabisan energi?

Jujur saja, kami sudah yakin dari awal kalau Ioniq 5 akan mampu dibawa dua kali perjalanan pergi-pulang dari dan kembali ke Jakarta tanpa perlu recharge baterainya. Karena jarak tempuhnya saja masih di bawah klaim range dari Ioniq 5 Long Range yang mampu menempuh 451 km, yaitu total sekitar 320 km. belum lagi dengan adanya sejumlah fitur yang bisa membuat konsumsi energi listriknya semakin hemat.

Perjalanan dilanjutkan setelah kami bermalam ala Glamping (glamour camping) di Cikole, sambil menikmati suasana pegunungan yang sejuk. Sebelum pulang, HMID menggelar demonstrasi fitur V2L (Vehicle to Load) dari Ioniq 5 yang bisa digunakan mengalirkan listrik dari baterai untuk kebutuhan peralatan sehari-hari dan rumah tangga. Pada kesempatan ini, aplikasi V2L yang praktis dicontohkan untuk peralatan seperti mesin kopi, treadmill, dan sistem audio di acara.

Hyundai Ioniq 5 Test Drive

Perjalanan dari Lembang kembali ke Jakarta akan banyak melewati jalan turunan, khususnya saat menuju kota Bandung. Faktor ini semakin meningkatkan keyakinan kami bahwa Ioniq 5 akan tidak menimbulkan range anxiety, meski saat mulai perjalanan baterai di mobil kami tersisa 53%. Kami memprediksi bahwa perjalanan pulang akan memakan energi yang lebih sedikit dibandingkan saat berangkat.

Baca Juga: TEST DRIVE: Mengajak Hyundai Ioniq 5 Road Trip Dari Jakarta Ke Lembang (Part 1)

Sejak start perjalanan dari Lembang, inisiatif saya aktifkan i-Pedal lagi. Selain agar kaki bisa lebih rileks, juga untuk menabung listrik di baterai saat sudah berhasil turun sampai Bandung setidaknya. Dengan i-Pedal kami cukup mengatur tekanan kaki pada pedal akselerator, yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kecepatan juga. Mengurangi tekanan kaki ke pedal secara gradual akan memicu deselerasi pada motor listrik menggunakan reduction gear, agar pada setiap deselerasi energinya diolah kembali menjadi listrik tambahan di baterai.

Walaupun di hari kerja, kemacetan yang terkenal di Lembang tetap kami jumpai. Kondisi lalu lintas yang stop-and-go semakin menguntungkan kami dalam memakai i-Pedal. Nyatanya sampai tiba di Bandung dan jelang masuk Tol Pasteur, battery meter menunjukkan masih di angka 51% paling rendah. Padahal perjalanan turun dari Lembang sampai Pasteur berjarak lebih dari 40 kilometer. Melihatnya kami jadi semakin santai menghadapi sisa perjalanan sampai Jakarta lagi.

Hyundai Ioniq 5 Test Drive

Mengingat kontur jalan di sepanjang Tol Cipularang yang berbukit dan banyak tanjakan dan turunan, menjadi kesempatan lain untuk semakin nikmati manfaat dari i-Pedal. Bahkan nyaris tidak sedikitpun terpikir untuk gunakan mode Eco dari Ioniq 5. Begitu masuk tol, giliran Smart Cruise Control kami aktifkan karena melihat kondisi jalan yang cukup lancar namun ramai.

Kondisi lalu lintas di Cipularang cukup lancar untuk aktifkan cruise control di kecepatan 90 km/jam. Jarak dengan mobil di depan bisa kita atur sesuai keinginan, dengan tiga level pilihan. Kerap kali saat terjadi perubahan kecepatan, proses perlambatan menjadi ‘makanan’ untuk regenerative braking Ioniq 5. Jadinya walaupun umumnya jalan tol sangat memakan banyak listrik, kami dibuat tenang oleh fitur di Ioniq 5.

Kami dihadapkan pada kemacetan lagi di tengah Cipularang, yang disebabkan perbaikan jalan di tengah jalur. Setidaknya ada 3 kilometer kemacetan terjadi. Di sini kembali kami dimanjakan fitur Ioniq 5 yaitu Stop & Go Function yang menjadi bagian dari Smart Cruise Control. Walau kecepatan minimal aktivasi cruise control di 30 km/jam, sistem bisa tetap menyesuaikan kecepatan mobil di depan sampai sangat pelan.

Hyundai Ioniq 5 Test Drive

Smart Cruise Control bisa mengikuti sampai mobil di depan berhenti total. Tapi saat akan kembali melaju, kita perlu menginjak lagi pedal akselerator. Operasionalnya berbeda dengan Adaptive Cruise Control with Low Speed Follow milik Honda, yang bisa otomatis melaju ikuti mobil di depan setelah berhenti. Tapi meski tidak lebih praktis, setidaknya cara ini membuat kami tetap waspada dengan keadaan sekitar di perjalanan.

Lepas dari kemacetan tadi, kembali kami tambah kecepatan menuju pemberhentian selanjutnya di Rest Area KM 72B. Melaju dalam kecepatan rata-rata 80 km/jam, laju mobil tetap stabil. Selain karena chassis platform EV yang memang nyaman untuk diajak ngebut, Lane Following Assist (LFA) menjaga posisi mobil tidak keluar lajur tak terkendali. Suara peringatan dan getaran di setir akan timbul saat posisi roda melewati marka jalan tanpa kasih sein.

Usai istirahat sejenak di rest area, perjalanan berlanjut. Lalu lintas bertambah padat saat masuk ke ruas Tol Cikampek. Tidak ada hambatan sampai sepanjang Tol Layang MBZ yang bergelombang. Lalu lintas baru tersendat saat memasuki Tol Dalam Kota Jakarta. Fungsi i-Pedal lagi-lagi kami manfaatkan saat arungi kemacetan Jakarta di jam pulang kantor.

Hyundai Ioniq 5 Test Drive

Akhirnya, setelah menempuh total perjalanan sejauh 325 km dari Jakarta – Lembang – Jakarta, kami finish kembali di Senayan Park. Ioniq 5 menyelesaikan perjalanan dua hari ini dengan menyisakan 32% di indikator baterai dan sisa jarak 145 km. Artinya, untuk perjalanan pulang sekitar 150 km, Ioniq 5 Signature Long Range yang kami pakai hanya menghabiskan 21% listrik dari baterai 72,6 kWh.

Optimisme kami di awal perjalanan terbukti benar. Dengan jarak yang sanggup ditempuhnya, Hyundai Ioniq 5 masih bisa diandalkan untuk bepergian antar kota kalau sekadar dari Jakarta ke Bandung dua arah. Seandainya ingin melakukan perjalanan lebih jauh, siapkan terlebih dulu perencanaan yang matang, khususnya soal manajemen energi dan lokasi charging station yang tersedia.
(WAHYU HARIANTONO)

Baca Juga: Baterai IONIQ 5 Awetkah? 8 Fakta Hyundai IONIQ 5 Yang Perlu Diketahui,

Pelajari lebih lanjut tentang Hyundai Ioniq 5

  • Tampak Depan Bawah Hyundai Ioniq 5
  • Tampak samping Ioniq 5
  • Tampak Depan Hyundai Ioniq 5
  • Tampak belakang Ioniq 5
  • Tampak atas Ioniq 5
  • lampu belakang Ioniq 5
  • Pelek Ioniq 5
  • Tampak belakang Ioniq 5
  • Hyundai Ioniq 5 Front Side View
Hyundai Ioniq 5
Rp 748 - 859 Juta Cicilan mulai dari : Rp 17,07 Juta

Mobil Hyundai Lainnya

  • Hyundai Santa Fe
    Hyundai Santa Fe
  • Hyundai Stargazer
    Hyundai Stargazer
  • Hyundai Creta
    Hyundai Creta
  • Hyundai Ioniq 5
    Hyundai Ioniq 5
  • Hyundai Palisade
    Hyundai Palisade
  • Hyundai Ioniq
    Hyundai Ioniq
  • Hyundai Staria
    Hyundai Staria
  • Hyundai i20
    Hyundai i20
  • Hyundai Kona
    Hyundai Kona

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Hyundai Pilihan

  • Upcoming

Pilihan mobil untuk Anda

  • MINI Countryman
    MINI Countryman
    Rp 850 - 1.52 Milyar
    • Petrol
    • Hatchback
    • 1499 cc
    • Otomatis
  • MINI 3 Door
    MINI 3 Door
    Rp 885 - 1.15 Milyar
    • Petrol
    • Hatchback
    • 1498 cc
    • Otomatis
  • Nissan Leaf
    Nissan Leaf
    Rp 728 - 730 Juta
    • Electric
    • Hatchback
    • Otomatis

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature