Tesla Bikin Tequila Mahal, Langsung Diserbu Kolektor

PALO ALTO, Carvaganza.com – Tesla Motors selalu punya cara sendiri untuk mencuri perhatian publik pecinta otomotif dan teknologi. Bahkan kini sensasi yang dicitpakan bukan sekadar produk otomotif lagi, melainkan minuman alkohol. Mewujudkan salah satu lelucon yang dibuat beberapa waktu lalu, Tesla memperkenalkan Tesla Tequila.

Minuman berkomposisi tequila ini tampil unik dengan botol berbentuk kilat atau petir, yang dijual dengan harga $250 (setara Rp3,530 jutaan). Tesla Tequila bahkan langsung menjadi incaran banyak orang, yang langsung menyerbunya begitu diluncurkan. Bahkan konsumen di Amerika Serikat sendiri, negara asal Tesla, ada yang harus berburu dan berujung tangan kosong.

Ide Tesla Tequila diyakini berasal dari lelucon April Mop yang dibuat Tesla sendiri pada tahun 2018 lalu. Saat itu, Elon Musk sang founder disebut pingsan di sisi Tesla Model 3, dengan dikelilingi oleh banyak botol “Teslaquila”. Unggahan di Twitter itu langsung menjadi kehebohan, disertai foto Musk sedang terkapar di samping mobilnya.

https://twitter.com/elonmusk/status/980566116614291456?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E980566116614291456%7Ctwgr%5Eshare_3&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.theverge.com%2Ftldr%2F2020%2F11%2F5%2F21551970%2Fteslas-tequila-exists-website

Tesla Tequila sendiri diproduksi oleh Nosotros Tequila, yang diklaim merupakan 100 persen tequila de agave añejo yang disimpan dalam tong kayu pohon ek (oak) dari Perancis. Kandungannya termasuk buah kering dengan aroma vanilla ringan, berikut tambahan lada kayu manis sebagai pelengkapnya. Añejo biasanya berumur satu sampai tiga tahun di pohon ek; untuk yang satu ini berumur 15 bulan

Sejauh ini, tequila tersebut baru merupakan produk on-off, alias hanya diproduksi sekali. Makanya tak heran kalau banyak yang mengincarnya justru tidak kebagian karena kehabisan. Tahu akan tingginya minat pada produk ini, kabarnya mulai ada konsumen yang berhasil membeli Telsa Tequila berusaha untuk menjualnya kembali. Di pasar reseller, tidak sedikit yang berusaha mencari keuntungan dengan mematok harga sampai $999 per botolnya. Itu setara dengan Rp14,1 juta.

Tequila, seperti Champagne, tunduk pada aturan denominasi asal yang ketat; bahwa tequila harus diproduksi di salah satu dari lima negara bagian di Meksiko. Selain itu juga harus terbuat dari agave biru, di antara aturan lainnya. Dari website Nosotros Tequila produsen Tesla Tequila, dikatakan agave-nya bersumber di Jalisco, salah satu negara bagian yang diizinkan.

Terkait aturan tersebut, Tesla pernah bermasalah dengan Tequila Regulatory Council in Mexico (CRT) pada tahun 2018, saat menampilkan botol Teslaquila edisi awal. Saat itu masalah terkait pendaftaran paten yang tidak sesuai dengan aturan denominasi asal. Sempat direncanakan Teslaquila akan menjadi merchandise resmi Tesla. Namun untuk mewujudkannya,Tesla harus berasosiasi dengan produsen tequila resmi, dengan standar tertentu.

Namun apakah akan diwujudkan menjadi merchandise atau variasi produk lain, tentunya konsumen diminta bijak untuk mengonsumsi Tesla Tequila. Jangan sampai tequila dikonsumsi sambil mengemudi. Apalagi meskipun Tesla memiliki teknologi autonomous driving yang membuat pengemudi tidak perlu operasikan kendaraan sepenuhnya.

Sumber: Carscoops, The Verge

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda