SUV Listrik Pertama Toyota Bakal Diluncurkan Empat Hari Lagi

JAKARTA, Carvaganza – Mobil listrik Toyota yang dikenal selama ini mengambil model sedan. Lewat sedan Prius, Toyota memang berkibar di line-up mobil elektrifikasi global, sekaligus sebagai salah satu pionir teknologi hybrid dalam industri berkendara.

Di industri mobil nasional, pabrikan Jepang ini juga sedang menggalakkan mobil elektrifikasi yang mencakup hybrid, Plug-In Hybrid (PHEV) dan BEV (Battery Electric Vehicle). Lewat PT Toyota-Astra Motor (TAM), Toyota telah memasarkan ragam mobil elektrifikasi. Di Jepang sendiri,  Toyota juga sudah memproduksi kendaraan hydrogen fuel-cell pada Mirai. Bahkan manufaktur bercita-cita menjadi pabrikan terdepan dalam produksi kendaraan listrik, menyaingi Tesla.

Nah, pada 19 Aril mendatang, Toyota bakal merilis SUV listrik pertama di Shanghai Motor Show. Belum ada nama pasti. Yang jelas disebut memiliki dimensi tubuh sepantaran RAV4 dan berdiri di atas platform khusus mobil listrik e-TNGA.

SUV listrik Toyota

Teaser sudah dirilis, menampilkan wajah dari sang SUV elektrik. Ia memiliki lekuk paras serba tajam dan berlekuk sibuk. Menanggalkan rongga grille besar khas Toyota masa kini. Kap mesin tegap memberikan ciri tangguh sebuah SUV. Sementara itu, pada detailnya terpampang logo Toyota berwarna biru sebagai penanda kontestan elektrifikasi.

DNA desain sang SUV disebut akan sangat ‘ke-Eropa-an’. Hal ini dijelaskan bos pengembangan produk Toyota Eropa, Andrea Carlucci. Sang SUV berukuran RAV4 ini pun dipilih sebagai BEV pertama Toyota lantaran “mobilnya bakal menjadi model global dan menawarkan keseimbangan terbaik demi memenuhi kebutuhan tiap regional”, jelasnya kepada Autocar.

SUV ini akan menjadi BEV pertama yang mengusung platform khusus e-TNGA. Pengembangannya sendiri terlaksana bersama Subaru. Diklaim sangat fleksibel, memungkinkan pemanfaatan untuk membangun kendaraan dengan berbagai jenis wheelbase sampai layout sistem penggerak. Mau tarikan roda depan, belakang, atau keempat roda sangat mungkin terlaksana sebab motor listrik bisa diposisikan di tiap poros.

SUV listrik Toyota

Jelas bukan yang terakhir, ia disebut akan membuka jalur untuk total enam produk BEV berbasis e-TNGA. Model lain sempat disebut akan termasuk SUV kompak yang tengah dikembangkan bersama Suzuki. Di samping itu ada crossover, SUV besar, saloon, dan MPV. Pabrikan juga tengah berinvestasi pada riset pengembangan solid-state battery nan praktis. Berencana meluncurkan BEV berteknologi canggih tersebut sebelum 2025.Bukan itu saja, pabrikan juga segera meluncurkan versi listrik dari van komersial Proace dan Proace City.

Kedatangan BEV menambah seleksi produk elektrifikasi di pasaran, Namun, bisa dipastikan belum menjadi kontributor utama pertumbuhan penjualan model elektrifikasi di Eropa meski eksistensinya tentu tetap dinilai penting.

Hal ini sendiri dijelaskan Executive Vice President Toyota Europe, Matthew Harrison. “Ambisi kami sampai 2021 adalah mencapai 400 ribu lebih pertumbuhan penjualan di Eropa, jadi EV bukan kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut. Pada 2025, sekitar 70 persen volume kami akan meliputi hybrid sementara 20 persen plug-in dan mobil niremisi. Namun, kendaraan e-TNGA jelas sangat penting bagi masa depan kami dan mulai 2025 sampai 2030 akan menambah kontribusi volumenya,” jelas Harrison.

Toyota juga jadi pionir urusan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Setidaknya model berjenis hybrid dijual Toyota Astra Motor sebagai pemegang merek. Saat ini ada 4 model yang masuk daftar jual. Mulai dari All New Corolla Cross Hybrid (dibanderol mulai Rp 518,480 juta), All New Corolla Altis Hybrid (Rp 592,5 juta), All New C-HR Hybrid (Rp 560,040 juta), dan All New Camry Hybrid (Rp 849,5 juta). (AHMAD KARIM/EZ)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda