Setingkat Lebih Ekstrem, Lamborghini Huracan STO Siap Pecahkan Rekor Lap Time

BOLOGNA, Carvaganza.com – Menyimpan misteri selama beberapa hari terakhir untuk mengungkap mode baru, Lamborghini akhirnya resmi meluncurkan Huracan STO. Supercar track ready ini disebut sebagai mobil balap yang layak dan legal dipakai di jalan raya. Sejumlah spesifikasi teknis dari mobil balap diterapkan pada Huracan STO.

Bahkan, apa yang dimiliki mobil ini membuatnya diklaim sebagai supercar paling track-competent di dunia, terlebih dengan tampangnya yang sangat agresif. Spesifikasinya dikatakan sangat mendekati mobil balap Huracan Super Trofeo Evo atau Huracan GT3. Nama STO pada mobil ini berasal dari singkatan Super Trofeo Omologata. Artinya Huracan STO ini adalah mobil jalan raya versi homologasi dari mobil balap yang menangkan Daytona 24 Hours.

Sebelum lahir STO, Huracan terekstrem ada pada varian Performante. Level ekstrem tersebut semakin ditingkatkan oleh mobil ini. Contohnya pada eksterior, yang terinspirasi dari desain garapan divisi Squadra Corse, yang maksimalkan downforce. Bagian kap depan, bumper dan fender depan dibuat sebagai satu komponen, yang konon tersinpirasi Sesto Elemento. Spoiler depan dilengkapi splitter berdesain baru untuk mengarahkan angin ke kolong sampai diffuser.

Desain fender belakang menjadi wujud peningkatan dari Huracan Super Trofeo EVO, yang juga berfungsi sebagai intake mesin. Dari desain ini, hilangnya tekanan udara statis berkurang hingga 30%. Kemudian bentuk kap mesin di belakang atap, terintegrasi dengan ari scoop dan deflektor udara, juga sirip hiu. Sayap belakang pun membesar ukurannya dibandingkan Performante, yang dapat diatur sudut bilahnya seperti mobil balap.

Di kelasnya, Huracan STO diklaim memiliki tingkat downforce paling tinggi, juga soal keseimbangan aero untuk mobil berpenggerak roda belakang. Ya, Huracan STO dikembangkan mengandalkan penggerak roda belakang, bukan AWD lagi. Pada varian ini, efisiensi aliran udara meningkat 37% dan downforce lebih tinggi 53% dibandingkan Performante. Bobot mobil ini saja tercatat 1.339 kilogram, yang mana 43 kg lebih ringan dair Performante.

Dari sisi grip teknis, wheel track diperlebar, dan suspensi semakin kaku/rigid. Pengemudi juga akan mendapatkan respons pedal ke throttle yang lebih instan, begitu juga perpindahan gigi lebih singkat, kemudi lebih tajam, dan suara lengkingan mesin yang lebih renyah.

Pengemudi akan bisa lebih dimanjakan keinginannya saat menggeber mobil ini, yang pada sistem ANIMA ditambahkan tiga mode berkendara baru. Tiga mode baru tersebut adalah STO, Trofeo, dan Pioggia. STO ditujukan berkendara di jalan raya, sementara Trofeo akan kerahkan seluruh potensinya untuk raih lap time sekencang mungkin. Sedangkan Pioggia yang artinya “hujan”, mengoptimalkan traction control, torque vectoring, dan ABS demi grip terbaik di lintasan basah.

Kabin Huracan STO masih tampil selayaknya mobil jalan raya, tidak ditelanjangi seperti mobil balap sirkuit. Material serat karbon mendominasi trim interior, termasuk pada jok yang dibalut Alcanatara, seperti di dashboard dan konsol tengah. Material Carbonskin khas Lamborghini dipakai pada karpet dan panel pintu. Tidak ketinggalan diterapkan seatbelt empat titik dan bagasi depan yang sudah dirancang untuk menyimpan helm.

Instrument cluster tampil dengan grafis lebih baru dan informatif, yang speenuhnya terhubung dengan sistem telemetri. Jadi, pengemudi bisa juga memonitor dan merekam performanya di lintasan saat menggeber Huracan STO. Apalagi, dengan optimalisasi dari sisi teknis akan semakin membuat performa mesin lebih mumpuni.

Mesin V10 5,2 liter naturally aspirated bawaan Huracan Evo tetap melimpahkan tenaga 631 hp dan torsi 565 Nm. Torsi tersebut tidak sebesar milik Huracan Evo yang mencapai 600 Nm, karena output disalurkan hanya ke roda belakang. Akselerasi 0-100 km/jam mobil ini bisa capai dalam 3 detik, sementara ke 200 km/jam hanya 9 detik.

“Solusi teknis dan kecerdasan ekstensif yang didapat dari program Super Trofeo dan GT3 telah diperbaiki dan diwujudkan pada Huracan STO, memungkinkan pengemudi mengalami emosi seorang pembalap, sehari-hari, dalam sebuah mobil super-sport Lamborghini legal jalan raya yang sanggup cetak rekor lap,” jelas Maurizio Reggiani, CTO Lamborghini.

Untuk bisa memiliki mobil ini, Lamborghini mematok harga Huracan STO mulai dengan US$327.838 atau setara Rp 4,646 miliar lebih. Pembeli akan mulai bisa menikmati Huracan STO pesanannya pada musim semi tahun depan.

Sumber: Carscoops



WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda