Beranda Updates Kemenperin Rampungkan Fase 1 Studi Mobil Listrik Toyota, Ini Hasilnya

Kemenperin Rampungkan Fase 1 Studi Mobil Listrik Toyota, Ini Hasilnya


JAKARTA, 7 November 2018Kementerian Perindustrian Republik Indonesia baru saja melalui fase 1 riset dan studi kendaraan listrik, bekerja sama dengan Toyota Indonesia dan beberapa universitas negeri. Dari studi ini, telah didapatkan gambaran tentang keuntungan dan kemampuan dari mobil berelektrifikasi untuk brekendara sehari-hari.

Hasil dari studi dan riset selama beberapa bulan tersebut, didapatkan hasil bahwa mobil berelektrifikasi yaitu hybrid mampu memberikan penghematan energi jauh lebih baik dibandingkan mobil berpenggerak konvensional atau mesin pembakaran.

Dari hasil rangkaian studi ini, diharapkan dapat menjadi dasar terbentuknya peraturan dan kebijakan terkait kendaraan bertenaga listrik di Indonesia, yang sampai saat ini tidak kunjung terwujud. Dalam studi ini juga terlibat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, “tadi pak menteri pendidikan (Menristekdikti) mengatakan, hasil studinya sudah pasti electric vehicle dengan internal combustion engine vehicle akan lebih hemat, yang hybrid saja itu hasilnya 50 persen, jadi artinya penghematan 50 persen dari energi.

“Kemudian plug-in hybrid itu 75-80 persen, artinya kalo B20 saja bisa penghematan sekitar 6 juta kiloliter maka dengan hybrid atau plug-in hybrid akan dua kali penghematan,” kata Airlangga di Kantor Kemenperin, Jakarta, hari Selasa (6/11/2018).

Kemenperin melibatkan Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Gajah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam studi ini. Sementara Toyota Indonesia mendukung dengan menyediakan unit tes berupa Toyota Corolla Altis, Prius HEV (generasi ketiga) dan Prius PHEV (generasi keempat) untuk diuji masing-masing universitas.

Studi ini nantinya akan menjadi dasar perancangan roadmap untuk mobil bertenaga listrik di Indonesia, termasuk membentuk regulasi dan pajaknya.

“Hari ini roadmap-nya kami sedang dorong, di peraturan pemerintah atau Perpres terkait dengan fasilitas-fasilitasnya juga masih dalam harmonisasi dengan Kemenkeu terutama terkait fasilitas fiskal, di mana fasilitas fiskal ini dibahas bersamaan dengan super deductable tax untuk vokasi dan inovasi,” terang Airlangga.

“Jadi di situ ada terkait dengan PPnBM, terkait dengan roadmap daripada mobil termasuk sedan dan mobil listrik.”

Di saat bersamaan, Airlangga sekaligus isyaratkan bahwa regulasi untuk mobil bertenaga listrik akan rampung dan terbit pada tahun ini.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto



Last Updates

Alonso Resmi Pisah dari McLaren, Incar Indy 500 Tahun Ini

WOKING, Carvaganza.com – Setelah setahun meninggalkan balap Formula 1 dengan menjadi pembalap McLaren terakhir kalinya membalap, Fernando Alonso kini resmi berpisah dengan tim McLaren....

Kia Seltos Resmi Masuk Indonesia, Apa Kehebatannya?

JAKARTA, Carvaganza.com – Kelahiran kembali Kia di Indonesia ditandai dengan kehadiran Kia Seltos di Tanah Air, Senin (20/1/2020). Sebagai APM...

Harga Rp 300 Jutaan, Begini Spesifikasi Lengkap Kia Seltos

JAKARTA, Carvaganza.com – Pasar SUV kompak di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran Kia Seltos di tahun 2020 ini. Tentunya, Seltos...

Toyota Ekspor 208 Ribu Kendaraan di 2019, Rush Paling Banyak

JAKARTA, Carvaganza.com – Krisis ekonomi global di 2019 tak mengganggu ekspor kendaraan produksi Toyota dari Indonesia. Pengapalan kendaraan utuh (Complete...

Harga Kia Seltos di Indonesia Senggol HR-V dan Almaz

JAKARTA, Carvaganza.com – Kia Seltos resmi hadir di Indonesia dengan rentang harga yang menarik untuk SUV di kelasnya, yaitu mulai...