Kalah Saing di Segmen Mobil Listrik, Mitsubishi i-MiEV Stop Produksi Akhir Tahun

TOKYO, Carvaganza.com – Mobil listrik memang lebih cocok digunakan atau dihadirkan menjadi kendaraan dalam kota, dalam bentuk city car. Mitsubishi Motors memiliki i-MiEV dalam line up mereka sebagai mobil bertenaga listirik penuh. Namun sayangnya, i-MiEV justru akan dihentikan produksinya akhir tahun ini.

Mitsubishi mengaku merasa akan memberatkan dalam hal investasi jika terus memaksakan produksi dan pemasaran electric city car tersebut. Sejak tahun 2009 i-MiEV telah dipasarkan, tersebar di lebih dari 50 negara di dunia. Namun, populasinya sampai saat ini di pasar hanya sekitar 32.000 unit. Jumlah yang termasuk sedikit untuk periode sepanjang itu.

Bandingkan dengan Nissan Leaf, dari satu aliansinya, Nissan Renault Mitsubishi Alliance, yang sampai saat ini tercatat sudah terjual 500.000 unit. Nissan baru memasarkan Leaf satu tahun setelah i-MiEV, yaitu tahun 2010. “Kami tidak punya cukup uang dan pegawai untuk terus menginvestasikan pengembangan EV,” kata direksi Mitsubishi Motors, dikutip Nikkei Asia.

Salah satu alasan kruang diminatinya i-MiEV adalah kemampuan jarak tempuh dan rangkaian teknologi tersemat yang semakin tertinggal. Selama masa produksinya, Mitsubishi tidak pernah melakukan penyegaran dan upgrade. Di saat yang sama, Mitsubishi alihkan fokusnya ke model SUV, mengesampingkan sedan dan city car.

Kalau ingat, tahun 2018 lalu, Mitsubishi pernah memperkenalkan i-MiEV ke Indonesia sebagai langkah awal pasarkan kendaraan berelektrifikasi. Dengan tujuan penelitian dan pengembangan (R&D), i-MiEV dipinjamkan ke Kementerian Perindustrian, Bersama Outlander PHEV. Namun pada akhirnya hanya Outlander PHEV yang dirilis ke pasar, tahun lalu.

Meski i-MiEV akan disuntik mati dalam waktu dekat, bukan berarti Mitsubishi tidak akan memiliki model penggantinya. Tiga Berlian berencana memanfaatkan aliansinya bersama Nissan untuk hadirkan model baru. Mobil listrik berdimensi mungil akan diluncurkan Mitsubishi, paling cepat pada tahun 2023.

Kemitraan di antara produsen mobil meningkat di tengah meningkatnya perlombaan untuk mengembangkan kendaraan listrik. Salah satu contohnya adalah kemitraan Honda dengan General Motors untuk mengembangkan dua mobil listrik yang disiapkan untuk pasar Amerika Utara. Bahkan i-MiEV sendiri juga ’dipinjam’ basisnya untuk diproduksi dengan label Citroen dan Peugeot.

Secara spesifikasi, i-MiEV hadir dengan mengusung motor listrik permanent magnet synchronous, yang menggerakkan roda belakang. Motor ini menyimpan tenaga 63 hp dan torsi 180 Nm, Bersama baterai lithium-ion berkapasitas 16 kWh. Kemampuan jelajah sistem penggerak bertenaga listrik dari mobil ini bisa diajak menempuh jarak maksimal 160 km.

Mengandalkan pengalaman dan kemitraan dengan pabrikan yang lebih sukses memasarkan mobil listrik, tentunya Mitsubishi menaruh harapan besar pada model penerus i-MiEV nanti.

Sumber: Carscoops, Nikkei Asia

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda