Beranda Updates Cegah PHK, Ferrari Pertimbangkan Ikut Balap IndyCar

Cegah PHK, Ferrari Pertimbangkan Ikut Balap IndyCar

MARANELLO, Carvaganza.com – Ferrari mulai melirik peluang untuk ikut meramaikan balap IndyCar di masa mendatang, menyusul rencana batasan anggaran Formula 1. Hal ini salah satunya demi menghindari PHK atau pemecatan pegawai yang kemungkinan terjadi.

F1 akan menerapkan batasan anggaran yang baru mulai tahun 2021, dengan tujuan membuat persaingan lebih seimbang dan kompetitif. Dari pembatasan ini, terjadi penurunan angka anggaran yang signifikan, khususnya untuk tim papan atas seperti Ferrari.

Dengan berkurangnya anggaran, artinya operasional tim F1 akan harus mengalami penyesuaian, termasuk mengurangi pegawai. Ikut IndyCar disebut Ferrari bisa menjadi solusi untuk mencegah hal tersebut terjadi.

“Kami telah mulai mengevaluasi program alternatif, dan saya konfirmasi bahwa kami mempertimbangkan IndyCar,” ujar Mattia Binoto, bos tim Ferrari.

Beberapa pekan terakhir telah terjadi banyak pembahasan tentang menurunkan anggaran yang diperbolehkan untuk tim Formula 1. Batas $ 175 juta yang telah ditetapkan dan dipilih (pada 2019) akan diturunkan menjadi $ 145 juta.

Pertimbangan Anggaran

Mattia Binoto mengatakan mereka harus mempertimbangkan penyusunan anggaran yang dilakukan agar efisien. “Di Ferrari, kami menyusun diri berdasarkan anggaran yang disepakati tahun lalu, dan pengurangan lebih lanjut merupakan tantangan penting yang pasti akan mengarah pada peninjauan staf, struktur, dan organisasi.”

Pertimbangan Ferrari ini datang menyusul saran dari Mario Andretti, pembalap mantan juara dunia F1 dan IndyCar untuk pikirkan peluang ajang balap di Amerika Serikat itu. Ini bukan pertama kalinya Ferrari melirik balap single-seater lain di samping F1.

Pada tahun 1986 lalu, Ferrari pernah melirik CART Series (nama IndyCar sebelumnya), bahkan sampai mempersiapkan mobil balap berkode 637. Enzo Ferrari sendiri menytakan keinginannya saat itu untuk bisa menangkan IndyCar, salah satu seri balap legendaris di dunia.

Waktu yang Tepat

Keinginan Ferrari saat itu diiringi oleh tujuan protes kepada regulasi kontrovesi F1, yang ditentang Enzo. Namun akhirnya Ferrari tetap di F1 sampai sekarang, dan rencana IndyCar tidak benar-benar terwujud.

Tahun 2022 disebut menjadi waktu yang tepat untuk Ferrari bergabung ke IndyCar, dengan akan diterapkannya regulasi baru. Seperti F1 saat ini, IndyCar akan mewajibkan mesin hybrid yang lebih kecil. Selain itu, anggaran dan operasional di IndyCar jauh lebih terjangkau daripada F1.

Dengan bergabung ke IndyCar, Ferrari tentunya berpeluang untuk bisa merebut triple crown jika memenangkan Indy 500. Selain Indy 500, gelar triple crown juga termasuk Le Mans 24 Jam dan Grand Prix Monako, yang sudah pernah dimenangkan Ferrari. Yang berbeda dengan F1, IndyCar menerapkan chassis standar dan seragam untuk semua peserta, yang dipasok oleh Dallara. Sementara saat ini ada dua pemasok mesin, yaitu Chevrolet dan Honda.

Sumber: The Drive

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Asuransi Astra Donasi Ribuan Masker Ramah Tuli dan Sembako di 24 Kota

JAKARTA, Carvaganza -- Asuransi Astra menyalurkan bantuan sebanyak 6.400 masker dan 1.100 paket sembako hasil kampanye sosial #MaskerTemanTuli. Masker-masker ramah Tuli tersebut dijahit langsung...

Lucid Air, Sedan Listrik yang Ingin Jegal Tesla Model S

NEWARK, Carvaganza.com – Sejak awal kehadirannya, Tesla Model S telah menjadi benchmark performa dan kecepatan di segmen mobil listrik. Berbagai pabrikan mencoba hadirkan pesaingnya,...

Versi Facelift 2020, Kia Picanto Punya Varian Crossover

SEOUL, Carvaganza.com – Kia Picanto generasi terbaru sudah beredar selama tiga tahun terakhir. Dari periode tersebut, kini sudah waktunya Picanto mengalami penyegaran. Kia Motors...

Banyak Permintaan Shipping, Bisnis Logisly Catat Pertumbuhan Selama Pandemi

JAKARTA, Carvaganza.com – Tahun 2020 telah berjalan menjadi periode yang sulit dari segi bisnis, khususnya karena pandemi COVID-19 yang terjadi. Banyak bisnis yang jatuh...

SPYSHOT: BMW Siapkan X8 Jadi Model SUV Termahal?

MUNICH, Carvaganza.com – BMW pernah menyatakan tidak berencana untuk membuat model SUV flagship, di atas X7 saat peluncurannya. Namun sepertinya rencana telah berubah, setelah...