Beranda Updates Astra International Catat Peningkatan Laba, Sumbangan Otomotif Turun

Astra International Catat Peningkatan Laba, Sumbangan Otomotif Turun

JAKARTA, 28 Februari 2019 – Astra International Tbk mengumumkan laporan keuangannya pada tahun 2018. Gurita bisnis Astra itu berhasil meraih peningkatan pendapatan dan laba lebih dari dua digit. Namun sektor otomotif yang selama ini menjadi penyumbang, tahun lalu kinerjanya menurun.

“Grup telah mencapai kinerja yang baik pada tahun 2018, tetapi situasi bisnis tahun 2019 tampaknya lebih menantang karena ketidakpastian kondisi makro ekonomi, pasar mobil yang sangat kompetitif dan penurunan harga komoditas,” kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra International dalam keterangan persnya.

Dalam laporan keuangannya, pendapatan bersih konsolidasian Grup untuk tahun 2018 meningkat 16% menjadi Rp239,2 triliun. Hal ini tercapai berkat pertumbuhan pendapatan pada hampir semua segmen bisnis, terutama dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta otomotif.

Laba bersih Grup mencapai Rp21,7 triliun, meningkat 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp3.383 pada 31 Desember 2018, 11% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

Otomotif

Laba bersih dari bisnis otomotif Grup lebih rendah 4% menjadi Rp 8,5 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan margin operasi, walaupun terdapat kenaikan unit penjualan otomotif.

Penjualan mobil secara nasional meningkat 7% pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 menjadi 1,15 juta unit. Penjualan mobil Astra lebih tinggi 1% menjadi 582.000 unit, namun karena meningkatnya kompetisi, pangsa pasar Astra menurun dari 54% menjadi 51%. Grup telah meluncurkan 18 model baru dan 7 model revamped sepanjang tahun 2018.

Penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 8% menjadi 6,4 juta unit. Penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) di pasar domestik meningkat 9% menjadi 4,8 juta unit, dengan pangsa pasar yang stabil sebesar 75%. Grup telah meluncurkan 6 model baru dan 19 model revamped sepanjang tahun 2018.

Satu-satunya bagian yang naik adalah PT Astra Otoparts Tbk (AOP). Bisnis komponen otomotif Grup, melaporkan peningkatan laba bersih 11% menjadi Rp 611 miliar, disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan pasar pabrikan otomotif (OEM/original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

RAJU FEBRIAN



Last Updates

IMX2019 Siap Bawa Modifikasi Indonesia ke Tingkat Dunia

JAKARTA, 26 mei 2019 – Pameran khusus modifikasi Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 akan kembali digelar National Modificator & Aftermarket...

Ini 7 Layanan Auto2000 Selama Mudik Lebaran

JAKARTA, 26 Mei 2019 – Tak terasa Hari Raya Idul Fitri 1440 H tinggal 10 hari lagi. Mudik Lebaran menjadi agenda...

Toyota Kijang, Mobil Bekas Paling Diburu Jelang Lebaran

JAKARTA, 25 Mei 2019 – Bulan suci Ramadhan dan jelang lebaran mendongkrak jual beli mobil bekas. Selain pencarian, supply mobil...

Peugeot Unjuk Gigi di Turnamen Tenis Roland Garros

PARIS, 25 Mei 2019 – Turnamen tenis Prancis Terbuka atau juga dikenal dengan Roland Garros kembali digelar selama 2 pekan...

Masalah Global, Ekspor Toyota Melorot 6% di 4 Bulan Pertama 2019

JAKARTA, 24 Mei 2019 – Ekspor kendaraan utuh (Complete Build Up/CBU) bermerek Toyota pada bulan Januari hingga April 2019 mengalami...