7 Hal Menarik Supercar Hybrid Ferrari 296 GTB, Nomor 5 Di Luar Dugaan

Ferrari 296 GTB

JAKARTA, Carvaganza - Ferrari 296 GTB belum lama ini diluncurkan oleh PT. Eurokars Prima Utama, bersamaan peresmian showroom baru di Menteng, Jakarta Pusat. Supercar teranyar yang sejatinya sudah hadir secara global pada Juni 2021, menawarkan inovasi dari brand asal Italia. Ia adalah mobil hibrida berperforma tinggi yang juga ramah lingkungan. Lantas apa saja hal menarik dari Ferrari 296 GTB?

1. Aura Mobil Jadul

Tampil elegan, struktur modern 296 GTB ternyata terinspirasi dari salah satu model jadul Ferrari, yakni 250 LM. Mobil yang dipasarkan pada 1963 itu punya gaya eksterior yang rapi, simple, tegas, kompak dan banyak area terkesan seamless. Sumbu rodanya pendek, guna mengoptimalkan kemampuan handling. Persis seperti 250 LM. Tampangnya menyipit dengan lorong udara masif di bawah, sebagai penyuplai udara ke mesin sekaligus pengalir angin. Lampunya tentu saja tidak bulat seperti 250 LM, tapi dibuat seolah menyatu dengan bodi secara apik.

Ferrari 296 GTB

Paling mencolok adalah kaca belakang vertikal yang tertutup oleh pilar B yang melebar ke buritan. Bodi buritan dibuat membulat yang menjalar, kemudian meruncing ke bagian depan. Tatanan bokong tak jauh berbeda dengan depan. Seperti disebutkan di atas, ia terlihat rapi tapi tetap menegaskan mobil kencang yang garang. Tampak dari area diffuser yang kontras warna bodi berpadu lampu kombinasi sipit.

Baca Juga: Ferrari 296 GTB Resmi Hadir di Indonesia, Supercar Hybrid Bertenaga Buas

2. Struktur Underbody Baru

Spoiler depan punya desain yang mengizinkan aliran udara mengalir secara terstruktur. Disebut Tea-Tray, sesuai namanya salurannya memanjang seperti belalai teko. Udara diarahkan ke kolong, di mana terdapat jalur khusus yang menyebarkan aliran secara merata. Sehingga downforce dan usaha pendinginan bawa mobil lebih optimal. Berkat penggunaannya pula, pengarah udara mekanikal aktif tak perlu dipasangkan. Di mana tentunya fitur tersebut bakal menambah bobot kendaraan dan mempengaruhi performa.

3. Adopsi Teknologi SF90 Stradale

Basis antarmuka digital dapat ditemukan pada interior 296 GTB. Menariknya perangkat itu sudah digunakan lebih dulu pada SF90 Stradale. Yang membuatnya berbeda adalah tatanan dari kabin. Bila SF90 Stradale begitu galak dan seolah ingin menonjolkan fitur yang dimiliki, sebaliknya 296 GTB dibuat elegan dan rapi. Tentu saja penerapan gaya tersebut untuk menyamakan konsep yang diaplikasikan pada rupa luar.

Ferrari 296 GTB

Segala gadget tertanam diarahkan ke area pengemudi. Sehingga bisa dijamah dengan mudah, apalagi ketika tengah berpacu kencang di jalan. Sementara sektor penumpang dibikin simpel. Tapi tetap bisa merasakan keseruan menumpang di 296 GTB, lantaran ada panel instrumen di depan jok penumpang, sekaligus pengaturan pendingin kabin.

4. Performa Hasil Pengalaman Balap

Kendaraan ini merupakan mobil Ferrari PHEV pertama berpenggerak belakang. Pakai mesin baru V6 dengan sudut 120 derajat berkapasitas 2.992 cc. Konfigurasi silinder yang juga dipakai oleh model 246 SP dan 156 F1 pada 1961. Jantung pacu konvensional ini mampu menyemburkan tenaga hingga 654 hp. Ia dipadukan motor listrik yang menghasilkan energi tambahan sebesar 164 hp. Total output mencapai 818 hp dengan torsi 740 Nm.

Alat pembakaran minyak dan penggerak elektrik bekerja secara sistematis berkat actuator TMA baru. Motor listrik sendiri bisa bekerja secara independen hingga kecepatan 135 kilometer per jam. Ketika dibutuhkan tenaga lebih, barulah mesin V6 membantu suplai daya dorong.

Ferrari 296 GTB

5. Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar

Efisiensi dengan supercar mungkin suatu hal aneh untuk didengar. Mobil yang diseting untuk kecepatan tinggi, sudah pasti akan meminum banyak bahan bakar. Ferrari 296 GTB berbeda. Walau pakai V6 berkubikasi 2.992 cc, nyatanya konsumsi berdasarkan pengujian internal Ferrari didapat 6,4 liter per 100 kilometer atau tiap 1 liternya dapat menjelajah sejauh 15,6 km. Ini tak jauh berbeda dengan mobil-mobil massal yang beredar sekarang.

6. Spoiler Belakang Aktif Unik

Fungsi spoiler 296 GTB memastikan terciptanya downforce yang besar. Uniknya, mekanismenya terinspirasi dari LaFerrari. Flap atau sirip yang membentang tersimpan di rapi dalam bodi belakang ketika tak dibutuhkan. Namun, saat diperlukan flap bakal keluar dan berdiri tegak menahan angin. Menurut catatan, gaya tekan yang tercipta pada kecepatan 250 kilometer per jam mencapai 360 kilogram.

7. Punya Versi Trek

Jika Anda penggila kecepatan tinggi, Ferrari 296 GTB turut disediakan paket Assetto Fiorano. Supercar bakal disematkan perangkat yang menunjang penggunaan di trek. Mulai dari komponen peningkat aerodinamika, pengurangan bobot, multimatic damper dari GT Racing, karbon fiber bumper dan perangkat ringan lainnya. Setidaknya berat sebanyak 12 kg terpangkas berkat paket ini. Ada tambahan bersifat opsional, yakni livery terinspirasi dari 250 LM.

Ferrari 296 GTB Assetto Fiorano

Versi atap terbuka juga tersedia dengan nama 296 GTS. Ia menjadi model tersendiri dalam lini Ferrari. Meski memang pada dasarnya pakai konfigurasi sama. Dan bisa dibenamkan paket Assetto Fiorano juga.
(MUHAMMAD HAFID / WH)

Baca Juga: F1: Dihantui Masalah Mesin, Leclerc Taklukkan Verstappen di Grand Prix Austria 2022

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Ferrari Pilihan

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Artikel Feature