Beranda New Cars 5 Hal Yang Perlu Diketahui Dari Mini Paling Hardcore, JCW GP

5 Hal Yang Perlu Diketahui Dari Mini Paling Hardcore, JCW GP

JAKARTA, Carvaganza.com – Mobil MINI paling buas sudah diluncurkan pada Juli lalu di Indonesia. Untuk pasar Indonesia MINI John Cooper Works GP ini hanya dijual 12 unit saja. Pasalnya, untuk pasar seluruh dunia hanya diproduksi terbatas, 3000 unit saja. Jadi setiap pasar kebagian jatah masing-masing.

Basis pembuatan MINI JCW GP ini  adalah MINI JCW standar. Terdapat sejumlah pembeda dengan versi standarnya. Misalnya, mesinnya lebih tinggi 76 hp dari JCW standar yakni 308 hp dengan 232 hp saja. Torsi puncak 450 Nm yang diperoleh sejak putaran 1.750 sampai 4500 rpm. Pabrikan mengklaim punya kemampuan sprint dari 0 – 100 km/jam dalam waktu 5,2 detik. Top speed mecapai 265 km/jam. Ini adalah MINI yang paling buas dalam line-up pabrikan Inggris itu.

Kami mengajak pembaca mengenali 5 hal penting yang perlu diketahui dari MINI JCW GP.

Tendangan tenaganya kuat.
Dalam beberapa tahun memang pabrikan MINI menyeriusi pemakaian mesin dengan kapasitas kecil. Empat silinder segaris turbo. Nah dengan mesin 2.0 liter yang diboyongnya, turbo pula, MINI JCW  GP menjadi contoh mobil yang ‘sempurna’ untuk MINI.

Untuk sprint akselerasi 0 – 100 km/jam, pabrikan mengklaim mampu dicapai dalam waktu 5,2 detik. Top speed 265 km/jam menjadi sebuah catatan sendiri. Sebagai MINI yang paling buas, memang kendaraan ini layak diperhitungkan.

Hanya Tersedia Girboks Otomatis
Banyak orang berpendapat, kalau mobil kencang itu  enaknya dikawinkan dengan girboks manual. Tapi John Cooper Works GP ini hanya tersedia eksklusif dengan transmisi otomatis Steptronic 8 percepatan. Dipadukan dengan differensial lock mekanis agar traksi dan handling lebih bagus lagi.

Tak seperti Clubman JCW, GP tidak mengadopsi sistem penggerak AWD, MINI All4, makanya kecepatan sprintnya lebih pelan. Yakni 5,2 detik versus 4,9 detik.

Terbuat dari material eksotis
Bobotnya enteng berkat material-material yang dipakai, seperti material serat karbon. Misalnya, pada bagian rumah ban (wheel arch) mengadopsi serat karbon sehingga terlihat sangat sporty. Hal ini juga sangat membantu aerodinamika mobil, terutama pada kecepatan tinggi.

Roof spoiler membantu mengoptimalkan dinamika berkendara. Saya mobil yang bisa bergerak dinamis, menghasilkan downforce dengan drag serendah mungkin.Mobil pun memiliki level aerodinamika yang sangat baik pada kecepatan tinggi.  Desainnya cukup berani karena memang mengimitasi dunia motorsport.

Pengereman
Pada bagian kaki-kaki mengadopsi velg forged 18 inci yang diklaim sangat ringan. Dibalut dengan ban Hankook 225/35. Kecepatan mobil diimbangi juga dengan sistem pengereman pabrikan agar MINI JCW GP memiliki titik henti yang presisi.

Depan memakai disc brake fixed-caliper empat piston, sedangkan belakang memakai rem model floating caliper single piston. Kaliper depan terbuat dari alumunium dan kombinasi dengan cakram berlubang (ventilated disk) 360×30 mm. Berwarna Chili Red dan terdapat emblem John Cooper Works di remnya.

Kabin Driver-Focused
Interior direkayasa sedemikian rupa agar driver-focused. Alias difokuskan pada pengemudi. Mulai dari posisi duduk, pandangan ke depan dan segala arah serta feeling juga. Biar lebih connected dengan mobil, kabin memang dibuat tidak senyap. Engineer MINI membuang material ‘penyumbat suara’ agar pengemudi mendapat sensasi lebih tinggi pada saat mengemudi.

Taktik mencabut penyumbat suara itu pernah digunakan oleh Porsche untuk 911 T. Tapi dengan mengurangi material penyumbat suara itu, bobot mobil pun menjadi lebih enteng. Jadi memang ada modusnya.

Jok belakang dihilangkan dan diganti dengan strut-bar untuk menambah kekakuan chassis. JCW GP ini juga mengadopsi jok sporty, setir berbalut kulit berkualitas serta terdapat paddle shift unik berupa logam print 3D.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Lima Crossover Yang Bisa Dijadikan Alternatif Selain Honda HR-V

JAKARTA, carvaganza.com – Pasar SUV/crossover kompak memang sedang digandrungi. Tingginya permintaan membuat pabrikan membanjiri pasar. Pertarungan di segmen ini pun semakin memanas. Di pasar...

Pilih Renault Triber atau Suzuki Ignis? Ini Masing-Masing Kelebihannya

JAKARTA, carvaganza.com – Untuk punya mobil SUV bergaya tangguh memang cukup merogoh kocek. Tapi kami memilihkan, ada dua mobil kompak bergaya ala SUV. Memang...

Enggak Kapok-Kapok Pabrikan Cina Jiplak Chevrolet Corvette, Mesinnya PHEV

BEIJING, carvaganza.com – Chevrolet Corvette C1 tahun 1958 adalah salah satu mobil yang paling diburu kolektor. Mobil klasik favorit yang memiliki desain yang tak...

DFSK Klaim 3 Keunggulan Super Cab, Benarkah?

JAKARTA, Carvaganza -- Di tengah pandemi COVID-19, permintaan kendaraan komersial ternyata tetap tinggi. PT Sokonindo Automobile, sebagai pemegang merek DFSK di Indonesia mengandalkan DFSK...

Covid-19 Berlanjut, Toyota Kembali Donasikan Kijang Innova Ambulans

BEKASI, Carvaganza -- Pandemi COVID-19, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Berbagai pihak terus melakukan upaya termasuk menyalurkan donasi guna membantu penanggulangan wabah corona. Setelah...