Strategi Baru, Jaguar Hanya Produksi Mobil Listrik Mulai Tahun 2025

COVENTRY, CARVAGANZA – Arah dan strategi baru telah ditentukan oleh Jaguar, pabrikan mewah asal Inggris. Dalam beberapa tahun ke depan, Jaguar akan bertransformasi menjadi pabrikan otomotif yang benar-benar berbeda, dengan sepenuhnya beralih menjadi produsen kendaraan listrik saja. Artinya, era mobil bertenaga fosil bagi Jaguar tidak akan berusia lama lagi.

Jaguar mengumumkan akan hanya memproduksi mobil listrik mulai tahun 2025 ke depan. Hal ini berkaitan dengan strategi Tata Motors Group selaku pemilik Jaguar Land Rover (JLR), untuk bergerak ke bisnis net-zero-carbon alias nol karbon pada tahun 2039. Bahkan pada akhir dekade ini, bukan hanya Jaguar, tapi juga Land Rover yang akan ikut beralih ke penggerak bertenaga listrik sepenuhnya.

Nantinya, seluruh line up Jaguar akan diisi oleh mobil-mobil mewah bertenaga hanya listrik mulai 2025. Setidaknya direncanakan akan ada enam varian EV yang diluncurkan oleh Land Rover dalam lima tahun ke depan. Model all-electric pertama Land Rover sebagai spesialis SUV (Sport Utility Vehicle) dijadwalkan akan lahir pada 2024. Setelahnya, Land Rover juga akan beralih sepenuhnya ke powertrain listrik.

Disampaikan oleh Thierry Bolloré yang baru saja ditunjuk menjadi CEO Jaguar Land Rover, strategi baru korporat yang disebut “Reimagine” akan lebih menekankan “kualitas daripada volume”. Targetnya, JLR akan menjadi penyedia kendaraan yang paling diinginkan oleh pelanggan yang cerdas. Jaguar akan dijadikan pabrikan yang hanya mengandalkan tenaga listrik, sementara Land Rover tetap menonjolkan kekuatan off-road dengan terus meningkatkan kelasnya.

Jaguar i-Pace

“Jaguar dan Land Rover akan memiliki dua kepribadian unik yang jelas, yang berakar pada sejarah mereka yang kaya untuk memberikan dua pilihan berbeda bagi pelanggan,” kata Bolloré.

Dalam persiapan menyambut transisi besarnya ini, JLR menyediakan tiga arsitektur sebagai platform model-model barunya nanti. Dua di antarnya akan didedikasikan khusus untuk Land Rover dan satu platform BEV (battery electric vehicle) murni untuk Jaguar. Detail lebih lanjut akan diumumkan nantinya.

Platform bernama Modular Longitudinal Architecture nantinya akan menjadi basis model-model baru Land Rover. Sementara satu platform lain bernama Electric Modular Architecture (EMA) akan dimanfaatkan untuk model baru yang lebih bias pada elektrifikasi, untuk tetap bisa mengakomodasi mesin pembakaran internal.

Dengan mengembangkan dan memproduksi platform baru ini, diharapkan akan bisa mendorong Jaguar Land Rover untuk menetapkan standar baru pada skala efisiensi dan kualitas pada sektor otomotif mewah/premium. Tentunya ini agar pabrik JLR yang ada sekarang akan tetap beroperasi dan bisa memenuhi permintaan dari seluruh dunia.

Lebih lanjut, target Jaguar pada akhir dekade ini adalah untuk 100% menjual mobil listrik. Sementara dalam periode yang sama, Land Rover diharapkan bisa menghasilkan 60% penjualan dari model full electric. Sementara model populer Land Rover akan dipertahankan, pabrikan akan tidak lagi membuat mesin diesel mulai tahun 2026. Sebagai gantinya, Land Rover berinvestasi pada teknologi sel bahan bakar hydrogen yang lebih ramah lingkungan.

Jaguar sudah memiliki model berteknologi full electric pada I-Pace yang berwujud SUV dan dimanfaatkan untuk one make race pendukung Formula E. Calon mobil listrik baru dari Jaguar diisukan akan menjadi penerus sedan mewah XJ. Namun kemungkinan adanya mobil sport listrik pengganti F-Type juga tidak dibantah untuk Jaguar. WAHYU HARIANTONO / RS

Sumber: Autocar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda