Selama Mungkin Mercedes-Benz akan Pertahankan Produksi Mesin Konvensional

STUTTGART, Carvaganza – Sebuah pernyataan menarik dilontarkan oleh Mercedes-Benz di tengah maraknya tren beralih ke segmen kendaraan listrik. Mercedes-Benz mengatakan akan selama mungkin mempertahankan eksistensi mesin pembakaran internal, di saat mengembangkan lini kendaran listriknya. Mereka melihat masih ada potensi yang bagus dari kendaraan bermesin konvensional.

Pernyataan tersebut datang dari CEO Mercedes-Benz, yaitu Ola Källenius, yang menegaskan produksi mesin pembakaran akan tetap berlangsung selama secara komersial masih memungkinkan. Di saat yang bersamaan, Three Pointed Star juga akan siap beralih ke elektrifikasi murni sepenuhnya saat memang sudah memungkinkan.

“Dalam menuju nol emisi, kami akan sampai pada titik di mana penskalaan berubah, di mana penggerak listrik akan menjadi produksi dominan kami, dan akhirnya Anda benar-benar kehilangan skala pada mesin pembakaran,” kata Källenius saat hadiri Future of The Car Summit.

Mercedes-AMG CLA45

“Kalau begitu, ada baiknya bahwa dari sudut pandang asset, investasi tunai terletak di masa lalu. Anda dapat, secara ekonomis, menggunakan asset tersebut selama pasarnya ada dan masuk akal.”

Dari pernyataannya, ditujukan bahwa Mercedes tidak akan berinvestasi besar dalam mengembangkan powertrain bensin dan diesel baru. Sebaliknya, rangkaian jenis mesin yang mereka punya sekarang akan ditingkatkan agar bisa memenuhi standar regulasi Euro 7. Sementara teknologi elektrifikasi akan ditambahkan seandainya dibutuhkan untuk efisiensi dan mengurangi tingkat emisi.

Ini yang menjadi alasan Källenius untuk tidak beralih langsung memaksakan sepenuhnya ke elektrik murni. Menurutnya, seiring teknologi berkembang, akan ada titik di mana pertumbuhan eksponensial sagnat cepat memicu pergeseran terjadi dengan sendirinya. Dan bila itu terjadi, Källenius menegaskan akan sudah siap dan tidak ragu lagi untuk beralih ke teknologi baru 100%.

Soal elektrifikasi, Daimler sebagai induk perusahaan sudah mengubah merek Smart untuk hanya memproduksi mobil listrik. Lini model baru Smart akan dipertunjukan tahun ini melalui model SUV, yang dikembangkan bersama Geely, raksasa pabrikan China. Selain itu, Mercedes juga sudah punya sub merek sendiri khusus elektrifikasi, yaitu EQ yang kini mulai berkembang.

Sementara dengan mesin pembakaran internal, Mercedes akan berpartner dengan Geely dan Volvo dalam mengembangkan mesin untuk mobil entry-level. Produksi mesin Mercedes-Benz empat silinder akan dipindahkan ke Cina, sebelum kemudian kedua pihak juga memprodiksi lokal mesin empat silinder hybrid.

Mercedes-Benz EQS

“Bersama Geely, kami punya kemitraan yang sangat baik. Proyek yang kami kerjakan punya alasan yang jelas: sama-sama menguntungkan. Jika kedua belah pihak bisa untung secara ekonomi, waktu dan teknis, kami akan melakukannya,” tambah Källenius.

“Efek penskalaan dari mengerjakannya bersama-sama lebih cerdas daripada melakukannya sendiri, terutama dalam satu dekade transformasi ketika sejumlah volume dialihkan ke elektrifikasi saja.”

Kemungkinan, pernyataan tetap dipertahankannya mesin pembakaran ini agar Mercedes bisa tetap menjaga eksistensi merek AMG sebagai penyedia kendaraan performa tinggi. Contohnya, generasi baru AMG C63 rumornya akan menggunakan mesin empat silinder dengan dukungan elektrifikasi, bukan lagi V8. Tapi semoga saja produksi mesin V8 milik AMG yang khas tidak akan dihapus sepenuhnya. Lagipula, apakah rela ikon seperti SLS AMG dan AMG GT punya suksesor tidak bermesin V8? (WAHYU HARIANTONO)

Sumber: Autocar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda