Saudara Senegara, Hyundai dan Kia Beda Strategi untuk Pasar Indonesia

JAKARTA, Carvaganza – Tahun 2020 lalu menjadi era baru bagi duo pabrikan Korea Selatan, yaitu Hyundai dan Kia, yang menjalankan bisnisnya dengan manajemen baru. Hyundai melalui PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dan Kia Bersama Indomobil melalui PT Kreta Indo Artha (KIA). Pada tahun penuh pertamanya dengan identitas baru, Hyundai dan Kia merilis produk yang hadir di segmen yang berseberangan.

Padahal kalau kita lihat line up produk Hyundai dan Kia yang bernaung di bawah payung Hyundai Group, semuanya saling berbagi platform di setiap kelas dan segmen. Namun untuk di Indonesia, selama setahun terakhir kedua merek mengarah ke segmen yang berbeda. Kalau kita perhatikan, Hyundai menawarkan produk baru untuk segmen menengah ke atas, sementara Kia sebaliknya.

Kalau kita kilas balik, Hyundai di tahun 2020 melansir Ioniq Electric, Kona Electric dan Palisade, yang semuanya dipasarkan dengan harga di atas Rp 500 juta. Sementara Kia mengandalkan model SUV dengan harga terjangkau, yaitu Kia Seltos dan Sonet. Dua model Kia ini masuk ke segmen dengan harga tidak sampai Rp 300 juta.

Hyundai Palisade

Meski kelihatannya seolah sengaja memisah segmen produk masing-masing, namun diakui Hyundai dan Kia memang punya tersendiri. Setidaknya itu yang diakui oleh pihak Hyundai Motors Indonesia. Dua dari tiga model baru yang Hyundai luncurkan tahun lalu adalah mobil listrik. Namun ditegaskan, strategi Hyundai untuk beberapa waktu ke depan bukanlah pada produk.

“Fokusnya kita pada dasarnya adalah bukan ke produk sebenarnya sekarang. Kita baru lahir di tahun kemarin, kita tahu sama tahu bahwa awareness-nya brand secara global dibandingkan sekarang kita di Indonesia ini masih kurang,” jelas Makmur, Managing Director PT HMID, hari Jumat (29/1/2021) lalu.

“Makanya PR kita tahun ini dalam tahap persiapan kita meningkatkan brand image kita dulu, itu nomor satu. Terbukti pada saat kita launch produk-produk ini kemarin diterima baik oleh masyarakat, berarti brand kita diterima baik oleh masyarakat.

Kia Sonet

“Yang kedua kita siapkan infrastruktur, yang jelas dari pertama kita bangun pabrik, akhir tahun ini kita berencana sudah mulai produksi, kantor Asia-Pasifik juga kita sudah beroperasi di sini. Dengan adanya kantor regional Asia-Pasifik di sini berarti kita menjadi basis ekspor, nah ini suatu hal yang sangat baik bagi kita karena dari pemerintah juga mengarahkan agar ekspor terjadi.

“Nah, yang terakhir kita pusat R&D, jarang lho suatu perusahaan otomotif yang punya R&D akan disiapkan di sini. Jadi itulah karena Hyundai di Korea melihat market di Indonesia sangat berpotensi sehingga mereka investasi tidak tanggung-tanggung.”

Sambil berupaya agar mereknya lebih dekat dikenal oleh masyarakat dan pasar Indonesia, Hyundai juga ingin memastikan layanan terbaik bisa dinikmati setiap konsumennya. Pembangunan fasilitas pabrik masih menjadi fokus utama Hyundai, yang rencananya akan beroperasi mulai akhir tahun ini.

Setelah target dari sisi brand awareness dan pembangunan pabrik terpenuhi, baru Hyundai akan memperkuat fokusnya pada produk. Tentunya pemilihan produk yang akan dihadirkan menyesuaikan tren pasar global dan di Indonesia sendiri. Soal pabrik, diklaim saat ini pembangunannya sudah mencapai 80% dan sesuai jadwal untuk dioperasikan pada akhir tahun ini.

Soal produk baru, setidaknya sudah ada tanda-tanda dua model yang akan diluncurkan di Indonesia. Kona Electric versi facelift sudah beredar di internet tiba di Indonesia. Sementara di kesempatan yang sama, Makmur tidak membantah soal SUV terjangkau Hyundai, yaitu Creta untuk bisa datang ke Indonesia juga. (WAHYU HARIANTONO)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda