Mobil Mungil Smart Versi SUV Bertenaga Listrik Dikembangkan Bersama Produsen Mobil Asal Cina

JAKARTA, Carvaganza.com - Masih ingat kan sama mobil mungil adik kandung dari Mercedes-Benz, Smart ForTwo. City car 2-penumpang yang punya bodi ringkas ini cukup menarik perhatian. Bukan hanya karena bentuknya yang unik, tapi dimensinya yang ringkas membuatnya sangat praktis untuk mobilitas jarak dekat seperti di perkotaan. Sampai-sampai rumah modifikasi Brabus ikutan gatal untuk menyentuhnya.

Brand Smart kabarnya tengah menyiapkan mobil ini dalam versi SUV (Sport Utility Vehicle). Menariknya, SUV lucu itu nantinya akan memakai sistem penggerak elektrik. Nah lebih menariknya lagi, mobil ini akan dikembangkan oleh Daimler AG, induk perusahaan Mercedes-Benz, dengan Geely, produsen mobil asal CIna.

Walaupun punya popularitas dan sejarah yang kurang baik di Indonesia, Geely sebetulnya grup otomotif yang besar secara global. Geely adalah pemilik 50 persen saham Lynk & Co, brand mobil listrik asal Cina yang sedang berusaha menyaingi Tesla. Geely juga memiliki 50,1 persen saham produsen otomotif Malaysia, Proton. Geely juga menjadi pemilik saham mayoritas dari brand mobil sport asal Inggris Lotus. Tak berhenti sampai di situ, produsen mobil asal Swedia, Volvo dan divisi performanya, Polestar, juga dikuasai oleh Geely. Bahkan pada 2018 lalu, Geely membeli 9,7 persen saham Daimler AG, pemilik merek Mercedes-Benz dan Smart. Smart ForTwo selama ini diroduksi oleh Ineos, yang memiliki sepertiga saham Mercedes-AMG Formula 1 Team. Jadi, boleh dibilang Smart bukan produk main-main dan kolaborasi Smart dan Geely juga patut diperhatikan.

Smart ForTwo

Kabarnya, Mercedes-Benz dan Geely berbagi tugas dalam pengembangan Smart SUV. Menurut Guide Auto Web, Daimler akan lebih fokus mengembangkan interior dan eksterior mobil ini. Sementara Geely bertugas menyiapkan arsitektur elektrikal kendaraan. Ingat, Geely punya brand Lynk & Co yang memang khusus memproduksi mobil listrik.

Memang informasi ini masih berupa rumor dan belum ada pernyataan resmi baik dari Daimler maupun Geely. Tapi jelas proyek ambisius ini punya potensi yang bagus. Begini, Smart ForTwo saja di Indonesia dulu dijual dengan harga yang sangat murah untuk ukuran mobil Eropa. Harganya yang berkisar di Rp 200 juta tentu menjadi daya tarik sendiri selain dari bentuk yang unik dan citra brand premium yang melekat. Bayangkan kalau SUV Smart itu nanti dijual di rentang harga yang sedikit saja lebih mahal dari Mitsubishi Xpander misalnya. Ya tapi kita masih harus menunggu kepastian produk ini. Kalaupun jadi diproduksi, masuk ke Indonesia atau tidaknya pun masih tanda tanya.
RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda