Mengenal Perjalanan Mobil Listrik BMW, Berawal Dari Olimpiade (Bagian 1)

JAKARTA, Carvaganza -  Beberapa waktu lalu, pabrikan BMW meluncurkan mobil elektrik BMW i4 dan BMW iX. BMW i4 adalah sedan sport listrik pertama keluaran pabrikan Bavaria tersebut, sedangkan BMW iX merupakan SUV listrik yang akan menjadi model SUV listrik masa depan. Baik BMW i4 dan iX sudah bisa dipesan pada bulan Juni 2021 mendatang.

Sebelumnya, BMW sudah melahirkan mobil listrik BMW i3 dan BMW i3s yang bentuknya lebih ke city car. Manufaktur mengklaim kedua model itu sebagai mobil bebas emisi dan sangat ramah lingkungan. Kehadiran menjadi tonggak baru bagi perjalanan BMW di dalam melahirkan mobil-mobil masa depan bertenaga listrik.

Namun pengalaman BMW di dalam meriset dan menguji coba mobil-mobil listrik sudah berjalan selama 49 tahun, hampir setengah abad. Artinya sejarah BMW  dalam melahirkan mobil-mobil listrik sudah melewati periode waktu yang sangat lama.

BMW 1602e 1972

BMW 1602e

Langkah besar pertama BMW di dalam memproduksi mobil listrik terjadi tahun 1972 lewat BMW 1602e. Mobil tersebut dipakai pada Olimpiade Munich 1972 dan menjadi mobil ‘pengawal’ para pelari jarak jauh.

Alasan memakai mobil listrik adalah karena kendaraan tersebut tidak memakai mesin bakar internal, maka para pelari yang ada di belakang mobil tidak akan menghirup asap karbondioksida. Nama lengkap mobil tersebut adalah BMW 1602 Elektro-Antribe (Electric-Drive). Pengembangannya berdasarkan pada BMW 1602 dengan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga 32kW (43 hp). Mengadopsi baterai Varta 12,6 kWh yang bobotnya mencapai 350 kg. Tapi jarak tempuhnya masih pendek hanya 30 km saja.

BMW LS Electric

BMW LS Electric

Setelah melihat proyek 1602e cukup sukses, Bayerische Motoren Werke AG secara diam-diam mengembangkan proyek rahasia mengembangkan mobil listrik LS Electric. Mobil ini menggunakan 10 baterai asam timbal (lead-acid battery) yang bisa di-charging karena ada tempat colokannya.

Tapi waktu itu butuh waktu 14 jam untuk mengisi daya di baterai sampai penuh dan range yang ditempuh hanya 30,5 km saja. Motor listriknya buatan Bosch, bobot baterainya cukup berat, 318 kg. Baterai tersebut tak hanya menggerakkan mobil, tapi juga bisa memanaskan kaca depan dan kaca belakang.

Proyek ini tidak sampai diproduksi massal karena hanya sebagai ajang uji coba saja, sekaligus sebagai riset pabrikan di dalam mengembangkan mobil listrik.

BMW 325iX 1987

BMW 325iX

Kalau Anda mau tau dari mana asal mula penamaan sistem all-wheel drive ‘xDrive’ yang dipakai pabrikan Munich, ya asalnya dari mobil ini. BMW 325iX E30. Mobil tersebut menggunakan viscous coupling differential yang menyalurkan tenaga ke roda depan dan belakang dengan pembagian torsi 60/40 ke roda belakang dan depan.

BMW 325iX ini mengadopsi limited-slip rear differential yang membantu mendistribusikan tenaga ke setiap roda belakang.

Nah dari basis mobil inilah, akhirnya pada tahun 1987, BMW mengubah BMW 325iX model coupe menjadi mobil dengan tenaga listrik dan dikonversi menjadi gerak roda depan, dari yang tadinya AWD. Mobil yang jadi bahan riset itu terdiri dari 8 unit.

Coupe tersebut dibekali satu motor listrik dan baterai baru buatan Asea Brown Boveri. Bobot baterai lebih enteng dan bentuknya lebih kecil, namun kekuatannya tiga kali lebih besar dari baterai tipe lead-acid.

Jarak yang bisa ditempuh oleh kendaraan konversi ini sudah lumayan, 143 km dalam kondisi baterai penuh. Tiga dari delapan unit uji coba 325iX model turing (wagon) dipakai oleh PT Pos Jerman dan sisanya diserahkan kepada pemerintah sebagai mobil operasional.

BMW E1 1991

BMW E1

Mobil listrik pertama BMW yang dikembangkan betul-betul dari nol adalah BMW E1. Diproduksi tahun 1991, BMW E1 menggunakan material unik yakni alumunium dan panel bodi plastik daur ulang. Material yang dipakai untuk membuat batera juga baru, terbuat dari sodium-nickel chloride. Mampu menempuh jarak 241 km untuk satu kali pengecasan penuh.

Namun sayang, proyek BMW E1 dihentikan karena biayanya dianggap terlalu mahal. Meski demikian, BMW E1 menjadi langkah solid pabrikan di dalam mengembangkan mobil listrik sampai sekarang ini. Dan menjadikan BMW E1 sebagai perintis bagi lahirnya BMW i3.

Generasi lanjutan dari E1 adalah BMW E2 yang diperkenalkan di Los Angeles Auto Show. Generasi ini secara perlahan tenggelam karena BMW dikabarkan lebih memilih merahasiakan proyek electric vehicle miliknya. Kalah oleh General Motors yang mengembangkan EV1 dan Toyota yang melahirkan Prius yang kemudian menjadi ikon mobil listrik global. (Bersambung...)

EKA ZULKARNAIN

Sumber: ragam sumber

Artikel yang direkomendasikan untuk anda