FIRST DRIVE: Menari Bersama Ferrari 296 GTS di Pegunungan Tuscany

  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-5.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-2.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-8.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-1.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-7.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-6.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-4.jpg
  • 2022/10/Test-Drive-Ferrari-296-GTS-Italia-3.jpg
  • 2022/10/Ferrari-296-GTS-Test-Drive-Munawar-Chalil.jpg
  • 2022/10/Ferrari-296-GTS-Beauty-Shoot-5.jpg
  • 2022/10/Ferrari-296-GTS-Beauty-Shoot-6.jpg
  • 2022/10/Ferrari-296-GTS-Beauty-Shoot-4.jpg
  • 2022/10/Ferrari-296-GTS-Beauty-Shoot-8.jpg
  • 2022/10/Ferrari-296-GTS-Beauty-Shoot-7.jpg

MARANELLO, Carvaganza - Hembusan angin sejuk. Sinar matahari yang hangat. Aktivitas kota yang tidak begitu sibuk. Begitulah suasana musim gugur yang saya rasakan di Fortei di Marmi, salah satu kota kecil di utara Tuscany, Italia. Kota yang tidak begitu jauh dari Bologna ini memang menjadi destinasi para wisatawan untuk bersantai menikmati liburan yang tenang, tanpa hiruk pikuk ala kota besar. Populasi warganya bahkan tidak sampai 8.000 kepala.

Kota ini memang kecil, di pinggir pantai, bahkan tidak sampai setengah hari bisa habis dieksplorasi dengan kayuhan sepeda. Tapi ada sisi menarik dari Fortei di Marmi. Meski tidak begitu ramai, tapi toko-toko dan restoran yang ada di sini tidak bisa dipandang sebelah mata. Butik busana merek premium dengan dagangan termurah seharga ratusan dollar berjejer di sana. Dan yang menjadi komoditas khas di sini, adalah perkebunan anggur yang terkenal.

Tempat ini mengawali rangkaian aktivitas saya untuk mencoba langsung Ferrari 296 GTS di negara kelahirannya. Ferrari ingin memberikan pengalaman gaya hidup yang mungkin kerap dinikmati para pelanggannya. Selaras dengan bagaimana mobil terbaru mereka ini dikembangkan, yang namun tetap serius soal performa. Dengan konfigurasi atap lipatnya, Ferrari ingin tawarkan sensasi berkendara yang lebih bernuansa plesir.

Ferrari 296 GTS

Memang belum lama ini Carvaganza berkesempatan untuk menguji 296 GTB di Tanah Air, model Ferrari pertama yang dikembangkan dan diproduksi bermesin V6. Impresif harus diakui, melihat bagaimana teknologi Kuda Jingkrak telah berevolusi selama ini. Kini, seperti tradisinya, 296 hadir dengan versi atap lipat dengan nomenklatur GTS alias Gran Turismo Spider.

Baca Juga: Lebih Dekat Bersama Ferrari 296 GTS, Radikal dan Penuh Inovasi

V6 Pertama Ferrari

Kita bicara teknis sejenak. Ya, 296 adalah Ferrari V6 pertama yang resmi diproduksi dengan merek dan logo mereka. Versi GTB debut pada medio 2021, yang secara tidak langsung akan mengisi segmen F8 dan 488. Kemudian di April 2022, versi GTS diperkenalkan dengan menawarkan retractable hardtop (RHT). Format atap lipat solid ini menjadi khas untuk mid-engine supercar Ferrari, sejak debut di 458 Spider.

Desainnya sendiri seperti versi coupe, dibangun terinspirasi mobil balap klasik Ferrari 250 LM yang menjadi jagoan Il Commendatore, Enzo Ferrari, untuk ikut Le Mans. Beberapa referensi desainnya bisa dilihat dari lekukan moncong depan, intake di waistline dekat pintu, kap mesin, dan dimensi kompaknya. Tapi untuk penggemar era modern, bisa melihat elemen desain Ferrari Enzo dari garis jendela samping.

Ferrari 296 GTS V6

Nama 296 seperti kita semua tahu, mengacu pada kapasitas dan konfigurasi mesin, yaitu 2.9 liter turbo dan silinder V6. Kita boleh berdebat setuju atau tidak soal keputusan Ferrari melakukan downsizing mesin di model generasi baru ini. Tapi yang pasti, Ferrari tidak mengorbankan performa yang bisa dinikmati oleh para pecintanya. Sama seperti di GTB, 296 GTS yang dirancang Flavio Manzoni ini sanggup memuntahkan sampai 830 hp dan 740 Nm.

Output sebesar itu bukan semata dari mesin pembakaran internal, tapi turut didukung dengan sistem hybrid. Menurunkan teknologi PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) dari SF90, 296 dapat motor listrik yang didukung baterai berkapasitas 7,4 KWh. Seluruh output diluapkan hanya ke roda belakang. Dan dengan tenaga listrik saja, kita bisa lajukan mobil ini sampai sejauh 25 kilometer.

Jadi, meski kapasitas mesinnya lebih kecil 1.000 cc daripada F8 dan 488, tapi 296 GTS punya performa yang melampaui model V8 tersebut. Selain karena tuntutan regulasi standar emisi yang semakin ketat, Ferrari juga tidak ingin sia-siakan hasil eksperimen teknologi hybrid yang diterapkan di Formula 1. Bahkan tidak lama lagi menyusul di kelas Le Mans Hypercar.

Bisikan Halus Sang Kuda

Setelah sehari menikmati ketenangan dan kemewahan Fortei di Marmi, saya akhirnya bertemu dengan 296 GTS untuk memulai rangkaian perjalanan. Beberapa unit 296 GTS sudah siap untuk saya dan beberapa awak media dari region Asia untuk geber. Salah satunya ada 296 GTS dengan trim Assetto Fiorano, yang saya pikir akan diundi untuk dipakai salah satu peserta. Tapi sayangnya saat saya tanyakan tim Ferrari, unit tersebut hanya untuk display.

Ferrari 296 GTS

Melihat cuaca yang bersahabat di wilayah mediterania, langsung saja saya buka atap mobil ini. Belum jauh saya dan rombongan 296 GTS melaju, perhatian warga sekitar langsung tertuju ke mobil ini. Padahal Forte di Marmi bukan tempat yang asing dikunjungi berbagai supercar seperti Saint Tropez atau bahkan Monte Carlo yang lebih ramai. Berarti pesona sebuah Ferrari masih bisa memukau masyarakat Italia yang tinggal senegara dengan pabrikan ini.

Berhubung tidak perlu menggunakan seluruh potensi untuk dikemudikan santai di dalam kota, saya pakai mode eDrive. Seketika mesin langsung hening digantikan kerjanya oleh motor listrik. Tidak sepenuhnya hening karena saya masih bisa dengar dengingan motor listrik dari kabin saat kecepatan bertambah. Bisa menjadi alternatif menikmati sebuah Ferrari, apalagi saat tidak ingin mengganggu sekitar melewati jalan yang kecil atau sempit.

Tapi walaupun ini teknologi breakthrough untuk Ferrari, rasanya kurang pas ada di mobil berlogo Kuda Jingkrak tanpa menikmati suaranya. Langsung saya pindahkan model ke Hybrid agar mesin dan motor listrik saling sinergi memberikan performa optimal. Meninggalkan kota ini, perjalanan dilanjut ke jalan tol antar kota menuju Maranello dan melewati Passo Raticosa.

Akhirnya saya bisa menggeber 296 GTS dengan kencang di jalan tol ini. Traffic cenderung ramai saat saya tiba, jadinya kecepatan rata-rata yang bisa saya capai hanya di sekitar 140-170 km/jam. Tapi tidak mengapa saya pikir, toh mobil ini justru memang untuk dinikmati santai. Beberapa kali melewati terowongan, sengaja saya geber mesin ke putaran tinggi sambil turunkan gigi. Waah, ini baru kenikmatan dari Ferrari!

Ferrari 296 GTS

Mesin V6 turbo yang mengecil kapasitasnya ini nyatanya tetap nikmat suaranya. Bahkan Ferrari dengan sengaja mengembangkan akustiknya agar bisa menghasilkan karakter suara menyerupai mesin V12. Memang tidak semirip itu, tapi intonasi raungan mesin 296 ini tetap memberikan sensasi istimewa dari belakang punggung. Saya tetap bisa tersenyum sambil membejek pedal gas dalam-dalam.

Dengan atapnya yang terbuka, gemuruh angin tidak begitu mengganggu ketenangan di dalam kabin. Tapi tetap saja semakin kencang akan bertambah turbulensi udara di atas kepala, atau yang James May sering bilang “buffeting”. Akhirnya saya melipir sebentar untuk lewat rest area di jalan tol ini, untuk menutup atapnya. Karena tidak mungkin saya tiba-tiba melambat di tol sampai 45 km/jam, batas kecepatan 296 GTS bisa buka tutup atap sambil berjalan. Setelah tertutup sempurna, saya lanjut geber lagi lebih kencang.

Mode Performance sangat cocok dipakai di rute ini. Output mesin tidak terlalu spiky, dan masih gampang diprediksi perilaku chassisnya. Walaupun 296 punya wheelbase pendek dibandingkan model Ferrari lain, tapi lajunya tetap sangat stabil untuk cruising kencang di jalan tol. Sempat saya sampai menyentuh 220 km/jam dan tidak gentar sekalipun dengan kemampuannya. Tapi karena lalu lintas sangat ramai, akhirnya saya kurangi kecepatan dan kembali zona nyaman di 170-180 km/jam.

Ferrari 296 GTS

Semakin Hidup di Pegunungan

Bentangan jalan tol akhirnya selesai saya arungi, karena rute mengarahkan saya untuk exit menuju Passo della Futa. Dari namanya membuat saya antusias, karena langsung terbayang jalan berkelok di pegunungan. Saya pikir ini akan membuat bercengkrama dengan 296 GTS semakin asik sampai akhir perjalanan.

Benar saja, saya langsung merasa melek saat melihat jalan di hadapan saya. Di bawah rimbunnya pepohonan pinggir jalan, belokan demi belokan disajikan layaknya masuk ke restoran all you can eat. Akhirnya langsung saja transmisi 8-speed yang sejak awal saya pakai mode otomatis, saya mainkan dengan paddle-shifter. Di sini karakter 296 terasa lebih hidup dan menyenangkan. Apalagi bisa menggeber mesin sampai redline sebelum berpindah gigi.

Baca Juga: TEST DRIVE: Ferrari 296 GTB, Performa V6 Meyakinkan Dengan Sentuhan Hybrid

Dengan atap yang kembali dibuka, perjalanan di Passo della Futa semakin nikmat. Karena udara segar di kawasan ini semakin membuat angin yang menghembus ke kabin terasa sejuk. Dan inilah inti diciptakannya atap lipat untuk mobil kencang dan asik seperti 296 GTS. Rute ini menuju check point perjalanan saya menuju Maranello, dengan pemberhentian di Chalet Raticosa untuk istirahat sebentar.

Setibanya di tempat coffee break ini, kembali 296 GTS menjadi pusat perhatian. Bukan hanya oleh warga lokal, tapi juga para pengunjung. Ternyata tempat ini menjadi lokasi pilihan para biker untuk menikmati motor kesayangannya. Makanya tidak heran kalau lebih banyak motor yang terparkir daripada mobil di Chalet ini. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak malu menghampiri dan berfoto di samping mobil yang saya dan rombongan pakai.

Ferrari 296 GTS

Suasana santai dan sejuk menemani waktu santai saya di Raticosa. Sambil menikmati hamparan hijau pepohonan dan barisan bukit di horizon. Nikmat mana lagi yang kau dustakan di surga berkendara ini? Sayangnya karena itinerary yang padat, waktu saya terbatas di sini. Panitia mengingatkan waktu untuk melanjutkan perjalanan sampai ke titik finish. Toh katanya masih panjang jalan berkelok yang bisa dinikmati sepanjang Passo Raticosa.

Saya pikir ini waktu yang tepat untuk menikmati performa maksimal supercar hybrid ini. Sambil atap dibuka, saya pindahkan driving mode ke Qualifying, yang akan memuntahkan output maksimal dari powertrain.

Dan benar saja. Sisa perjalanan ini adalah bagian terbaik dari semuanya. Ferrari kept the best for the last! Passo Raticosa seperti level berikutnya dari Passo della Futa. Variasi tikungannya lebih beragam, baik dari elevasi sampai radiusnya. Tikungan hairpin lebih banyak disajikan di sini. Tidak salah rasanya saya pakai mode Qualifying untuk 296 GTS.

Setelah berakselerasi kencang, pengereman mobil ini sangat mantap. Kedinamisan distribusi bobotnya sangat asik, tidak sampai membuat buntutnya bergeser saat moncongnya menukik. Begitu setir ditekuk untuk melahap hairpin pun, roda depannya sangat nurut dan responsif menerjemahkan input tangan. Di sinilah wheelbase ringkas 296 sangat terasa manfaatnya. Seolah tidak ada kenyangnya melahap tikungan demi tikungan.

Ferrari 296 GTS

Sepinya lalu lintas di sini membuat suasana sekitar sangat tenang. Ini membuat raungan V6 lebih asik terdengar untuk diajak mencapai RPM tinggi. Apalagi setiap membuka throttle saat keluar tikungan, siulan turbocharger seiring mesin berteriak semakin memanjakan telinga. Bahkan sesekali saya benamkan gas maksimal saat keluar tikungan, roda belakang spontan sedikit membuang meski traction control masih aktif. Dengan sedikit keberanian lebih, mobil ini bisa sangat asik meliukkan ekornya sambil membakar ban di setiap corner exit.

Benar-benar sebuah sensasi yang sulit ditandingi mengajak 296 GTS menari di Raticosa sambil menikmati angin sejuk menerpa kepala. Karakter mesin yang sangat responsif dan torquey sesaat membuat saya lupa kalau ini mobil bermesin enam silinder dengan elektrifikasi. Sesuatu yang belum tentu bisa ditandingi oleh pabrikan lain rival Ferrari.

296 adalah jawaban Ferrari pada tantangan industri otomotif yang semakin dituntut untuk lebih ramah lingkungan. Mesin V6 dengan turbo dan sistem hybrid menjadi kompromi terbaik yang bisa ditawarkan, terlebih dengan bekal laboratorium di F1. Ferrari menganggap belum saatnya untuk memaksakan diri beralih ke listrik sepenuhnya. Kapan Ferrari akan sepenuhnya beralih ke listrik, tidak ada yang tahu pasti. Tapi 296 dengan atap terbuka tentu menawarkan teknologi dan sensasi pengalaman yang patut dirasakan.

Ferrari 296 GTS

Akhirnya seluruh rangkaian perjalanan penuh adrenalin dan kesenangan tadi saya sudahi di Maranello, kampung halaman Ferrari. Makan malam di restoran Il Cavallino yang legendaris menjadi penutup yang sempurna, sambil melihat berbagai memorabilia otomotif ikonik di dalamnya. Tidak lupa segelas anggur Lambrusco menemani pengalaman yang sulit dibeli dengan uang ini.
(MUNAWAR CHALIL / WH)
FOTO: FERRARI

Baca Juga: Intip Dulu Hal Menarik Dari Ferrari 296 GTS Yang Kami Geber Di Italia

Pelajari lebih lanjut tentang Ferrari 296 GTS

Mobil Ferrari Lainnya

  • Ferrari 12Cilindri
    Ferrari 12Cilindri
  • Ferrari 12Cilindri Spider
    Ferrari 12Cilindri Spider
  • Ferrari 296 GTB
    Ferrari 296 GTB
  • Ferrari 296 GTS
    Ferrari 296 GTS
  • Ferrari 812 GTS
    Ferrari 812 GTS
  • Ferrari F8 Spider
    Ferrari F8 Spider
  • Ferrari F8 Tributo
    Ferrari F8 Tributo
  • Ferrari Portofino M
    Ferrari Portofino M
  • Ferrari Roma
    Ferrari Roma
  • Ferrari SF90 Spider
    Ferrari SF90 Spider
  • Ferrari SF90 Stradale
    Ferrari SF90 Stradale

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Ferrari Pilihan

Pilihan mobil untuk Anda

Updates

  • Periklindo Ingin Komersial dan Transportasi Publik Dapat Insentif EV
    Periklindo Ingin Komersial dan Transportasi Publik Dapat Insentif EV
    Zenuar Yoga 22 Mei, 2026
  • iCAR V23 Punya Puluhan Titik Untuk Ruang Personalisasi
    iCAR V23 Punya Puluhan Titik Untuk Ruang Personalisasi
    Anjar Leksana 22 Mei, 2026
  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • Dua Hari Lagi, Daihatsu Gelar Event Akbar Serentak Di  Seluruh Jaringan Diler
    Dua Hari Lagi, Daihatsu Gelar Event Akbar Serentak Di Seluruh Jaringan Diler
    Eka Zulkarnain H 21 Mei, 2026
Artikel lainnya

New cars

  • Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • VinFast VF MPV 7 Resmi Meluncur: MPV Listrik Rakitan Lokal Berdaya Jelajah 450 Km, Harga Mulai Rp345 Juta
    VinFast VF MPV 7 Resmi Meluncur: MPV Listrik Rakitan Lokal Berdaya Jelajah 450 Km, Harga Mulai Rp345 Juta
    Anindiyo Pradhono 20 Mei, 2026
  • Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Anindiyo Pradhono 20 Mei, 2026
Artikel lainnya

Drives

  • Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Eka Zulkarnain H 01 Mei, 2026
  • Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
    Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
    Anindiyo Pradhono 30 Apr, 2026
  • Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Eka Zulkarnain H 28 Apr, 2026
  • First Impression Wuling Eksion: Terasa Banget SUVnya dan Solid
    First Impression Wuling Eksion: Terasa Banget SUVnya dan Solid
    Anjar Leksana 18 Apr, 2026
  • TEST DRIVE: Menguji Batas Ketangguhan Deepal SO7 ke Garut
    TEST DRIVE: Menguji Batas Ketangguhan Deepal SO7 ke Garut
    Setyo Adi 03 Feb, 2026
Artikel lainnya

Review

  • Lepas Bakal Segera Masukkan E4 EV, Kompetisi Makin Ketat
    Lepas Bakal Segera Masukkan E4 EV, Kompetisi Makin Ketat
    Anjar Leksana 11 Mei, 2026
  • Beragam Kelebihan Hyundai Stargazer Cartenz Prime Buat Keluarga Indonesia
    Beragam Kelebihan Hyundai Stargazer Cartenz Prime Buat Keluarga Indonesia
    Anjar Leksana 04 Mei, 2026
  • Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Eka Zulkarnain H 01 Mei, 2026
  • Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Eka Zulkarnain H 28 Apr, 2026
  • Geely Tampilkan Teknologi i-HEV  hingga Arsitektur Off-Road NEV di Beijing Auto Show
    Geely Tampilkan Teknologi i-HEV hingga Arsitektur Off-Road NEV di Beijing Auto Show
    Bangkit Jaya 25 Apr, 2026
Artikel lainnya

Video

  • VIDEO: Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Bisa "Terbang" Lewati Rintangan
    VIDEO: Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Bisa "Terbang" Lewati Rintangan
    Muhammad Hafid 08 Jan, 2025
  • VIDEO: Terpancing Warga Sekitar, Dodge Viper Tabrak Mobil Parkir Saat Burnout
    VIDEO: Terpancing Warga Sekitar, Dodge Viper Tabrak Mobil Parkir Saat Burnout
    Alvando Noya 22 Apr, 2024
  • VIDEO: BMW M2 Vs Kia EV6 GT, Pertaruhan 6 Silinder Lawan Motor Listrik
    VIDEO: BMW M2 Vs Kia EV6 GT, Pertaruhan 6 Silinder Lawan Motor Listrik
    Muhammad Hafid 06 Jan, 2024
  • VIDEO: Baterai Mobil Listrik Cina Ini Tiba-Tiba Lepas di Tengah Jalan
    VIDEO: Baterai Mobil Listrik Cina Ini Tiba-Tiba Lepas di Tengah Jalan
    Muhammad Hafid 04 Jul, 2023
  • VIDEO: Kesempatan Eksklusif Lihat Debut Global Chery Omoda 5 EV di Auto Shanghai 2023
    VIDEO: Kesempatan Eksklusif Lihat Debut Global Chery Omoda 5 EV di Auto Shanghai 2023
    Bangkit Jaya 11 Mei, 2023
Artikel lainnya

Hot Topics

  • Dilelang Rp 15M, Sang Flamboyan Lamborghini Miura P400 S
    Dilelang Rp 15M, Sang Flamboyan Lamborghini Miura P400 S
    Eka Zulkarnain H 01 Jun, 2021
  •  Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce
    Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce
    Eka Zulkarnain H 10 Feb, 2021
  • Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun
    Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun
    Eka Zulkarnain H 10 Feb, 2021
  • Microsoft Surface Car, Tak Kalah Keren Dari Mobil Otonom Apple
    Microsoft Surface Car, Tak Kalah Keren Dari Mobil Otonom Apple
    Rizki Satria 05 Feb, 2021
  • Terdampak Pandemi, Honda Tutup Operasi Di 2022
    Terdampak Pandemi, Honda Tutup Operasi Di 2022
    Rizki Satria 03 Jan, 2021
Artikel lainnya

Interview

  • Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
    Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
    Wahyu Hariantono 17 Mar, 2026
  • Bidik Segmen Baru, Lexus Ubah Cara Berinteraksi
    Bidik Segmen Baru, Lexus Ubah Cara Berinteraksi
    Muhammad Hafid 11 Mar, 2026
  • Lexus Indonesia Fokus Pada Kendaraan Elektrifikasi dan Lirik Kaum Muda
    Lexus Indonesia Fokus Pada Kendaraan Elektrifikasi dan Lirik Kaum Muda
    Muhammad Hafid 06 Mar, 2026
  • Strategi Bburago Indonesia 2026: Bidik Hypercar dan Menjadi 'Sahabat' Kolektor
    Strategi Bburago Indonesia 2026: Bidik Hypercar dan Menjadi 'Sahabat' Kolektor
    Wahyu Hariantono 27 Feb, 2026
  • Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
    Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
    Wahyu Hariantono 25 Feb, 2026
Artikel lainnya

Modification

  • Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Anjar Leksana 17 Mei, 2026
  • iCAR Co-Creation Ecosystem, Mantapkan Posisi Di Kustom dan Gaya Hidup
    iCAR Co-Creation Ecosystem, Mantapkan Posisi Di Kustom dan Gaya Hidup
    Eka Zulkarnain H 08 Mei, 2026
  • Berkunjung Ke Wuhu,  Bertemu  iCAR V27 Custom Adventure Setir Kanan
    Berkunjung Ke Wuhu, Bertemu iCAR V27 Custom Adventure Setir Kanan
    Eka Zulkarnain H 27 Apr, 2026
  • Ukir Sejarah, Modifikasi IMX 2026 Series Diselenggarakan di Candi Prambanan
    Ukir Sejarah, Modifikasi IMX 2026 Series Diselenggarakan di Candi Prambanan
    Zenuar Yoga 20 Apr, 2026
  • IIMS 2026: NMAA Pamer Inspirasi Modifikasi Wuling Cortez Darion
    IIMS 2026: NMAA Pamer Inspirasi Modifikasi Wuling Cortez Darion
    Zenuar Yoga 14 Feb, 2026
Artikel lainnya

Features

  • Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Anindiyo Pradhono 20 Mei, 2026
  • Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Anjar Leksana 17 Mei, 2026
  • EKSKLUSIF: Menjajal Teknologi Autonomous Driving  VLA 2.0 Milik Xpeng di Guangzhou
    EKSKLUSIF: Menjajal Teknologi Autonomous Driving VLA 2.0 Milik Xpeng di Guangzhou
    Eka Zulkarnain H 18 Mei, 2026
  • Toyota Resmi Luncurkan Land Cruiser FJ, Harganya Lebih Murah dari Fortuner
    Toyota Resmi Luncurkan Land Cruiser FJ, Harganya Lebih Murah dari Fortuner
    Anindiyo Pradhono 15 Mei, 2026
Artikel lainnya

Community

  • Volkswagen Resmikan Berdirinya ID. Buzz Club Indonesia
    Volkswagen Resmikan Berdirinya ID. Buzz Club Indonesia
    Anindiyo Pradhono 17 Feb, 2026
  • Touring Diskusi FORWOT Ajak Jurnalis Lihat Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di 2026
    Touring Diskusi FORWOT Ajak Jurnalis Lihat Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di 2026
    Bangkit Jaya 27 Jan, 2026
  • Jaecoo Resmikan Komunitas J5 EVO, Langsung Punya Ratusan Anggota
    Jaecoo Resmikan Komunitas J5 EVO, Langsung Punya Ratusan Anggota
    Anjar Leksana 26 Jan, 2026
  • GR Enthusiast Rayakan Anniversary ke-2, Gelar Adu Cepat di Trek Gokart
    GR Enthusiast Rayakan Anniversary ke-2, Gelar Adu Cepat di Trek Gokart
    Setyo Adi 30 Des, 2025
  • MB Club INA Siap Gelar Jamnas 2025 di Bandung Akhir Pekan Ini
    MB Club INA Siap Gelar Jamnas 2025 di Bandung Akhir Pekan Ini
    Muhammad Hafid 01 Des, 2025
Artikel lainnya

Gear Up

  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Thrustmaster Rilis T598 di Indonesia, Janjikan Pengalaman Sim Racing Lebih Realistis
    Thrustmaster Rilis T598 di Indonesia, Janjikan Pengalaman Sim Racing Lebih Realistis
    Wahyu Hariantono 01 Des, 2025
  • Hot Wheels Rilis RLC Custom Datsun 240Z, Langsung Ludes Diserbu Kolektor
    Hot Wheels Rilis RLC Custom Datsun 240Z, Langsung Ludes Diserbu Kolektor
    Muhammad Hafid 11 Jul, 2025
  • Aston Martin Valkyrie Kini Hadir dalam Versi Lego, Termasuk Gullwing dan Mesin V12
    Aston Martin Valkyrie Kini Hadir dalam Versi Lego, Termasuk Gullwing dan Mesin V12
    Muhammad Hafid 03 Jun, 2025
  • Adidas Indonesia Pamer Koleksi Apparel Mercedes-AMG Petronas F1 di Ashta Mall
    Adidas Indonesia Pamer Koleksi Apparel Mercedes-AMG Petronas F1 di Ashta Mall
    Wahyu Hariantono 25 Mar, 2025
Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test
  • Ferrari Amalfi Meluncur di Asia Tenggara, Bawa Nafas Baru La Nuova Dolce Vita
    Ferrari Amalfi Meluncur di Asia Tenggara, Bawa Nafas Baru La Nuova Dolce Vita
    Wahyu Hariantono 13 Mar, 2026
  • Ferrari 849 Testarossa Resmi Hadir di Asia Tenggara
    Ferrari 849 Testarossa Resmi Hadir di Asia Tenggara
    Setyo Adi Nugroho 14 Nov, 2025
  • Ferrari 849 Testarossa Resmi Diluncurkan: Supercar Hybrid 1.050 HP Pengganti SF90 Stradale
    Ferrari 849 Testarossa Resmi Diluncurkan: Supercar Hybrid 1.050 HP Pengganti SF90 Stradale
    Muhammad Hafid 10 Sep, 2025
  • Mengenal Ferrari 12Cilindri, Berlinetta V12 dengan Performa Atmosferik Brutal
    Mengenal Ferrari 12Cilindri, Berlinetta V12 dengan Performa Atmosferik Brutal
    Muhammad Hafid 26 Agu, 2025
  • Amalfi Jadi V8 Murni Terakhir? Ferrari Masih Hati-Hati Luncurkan Mobil Listrik
    Amalfi Jadi V8 Murni Terakhir? Ferrari Masih Hati-Hati Luncurkan Mobil Listrik
    Wahyu Hariantono 11 Jul, 2025
  • Mengenal Ferrari Amalfi, Coupe V8 Twin-Turbo Elegan Sang Penerus Roma
    Mengenal Ferrari Amalfi, Coupe V8 Twin-Turbo Elegan Sang Penerus Roma
    Muhammad Hafid 09 Jul, 2025
  • La Nuova Dolce Vita, Berkencan ala Sultan Bersama Ferrari Roma
    La Nuova Dolce Vita, Berkencan ala Sultan Bersama Ferrari Roma
    Eka Zulkarnain 04 Des, 2024
  • Fakta Menarik dari Supercar Terbaru Ferrari F80 yang Sarat Kecanggihan
    Fakta Menarik dari Supercar Terbaru Ferrari F80 yang Sarat Kecanggihan
    Alvando Noya 22 Okt, 2024
  • 10 Mobil Klasik Ferrari Termahal di Dunia, Tembus Sampai Rp 1 Triliun
    10 Mobil Klasik Ferrari Termahal di Dunia, Tembus Sampai Rp 1 Triliun
    Rizki Satria 04 Mei, 2021
  • First Drive Ferrari 12Cilindri: Simfoni Terakhir Mesin V12 Tanpa Elektrifikasi?
    First Drive Ferrari 12Cilindri: Simfoni Terakhir Mesin V12 Tanpa Elektrifikasi?
    Wahyu Hariantono 03 Sep, 2025
  • First Drive Ferrari Roma Spider: Melayani dengan Kesempurnaan dan Kenyamanan
    First Drive Ferrari Roma Spider: Melayani dengan Kesempurnaan dan Kenyamanan
    Anindiyo Pradhono 23 Sep, 2024
  • Test Drive Ferrari 296 GTS: Menikmati Raungan V6 Hybrid dengan Atap Terbuka di Tuscany
    Test Drive Ferrari 296 GTS: Menikmati Raungan V6 Hybrid dengan Atap Terbuka di Tuscany
    OTO 26 Okt, 2022
  • First Drive Ferrari 296 GTB: Mesin V6 Hidup Kembali dengan Pendekatan Teknologi Hybrid
    First Drive Ferrari 296 GTB: Mesin V6 Hidup Kembali dengan Pendekatan Teknologi Hybrid
    Setyo Adi Nugroho 05 Agu, 2022

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature
  • Ferrari 849 Testarossa Mendebut, Plug-in Hybrid 1.050 hp yang Menghidupkan Kembali Legenda
    Ferrari 849 Testarossa Mendebut, Plug-in Hybrid 1.050 hp yang Menghidupkan Kembali Legenda
    Muhammad Hafid 12 Sep, 2025
  • Ferrari Memperkenalkan Amalfi, Penerus Roma dengan Karakter Lebih Tegas
    Ferrari Memperkenalkan Amalfi, Penerus Roma dengan Karakter Lebih Tegas
    Wahyu Hariantono 02 Jul, 2025
  • Melihat Lebih Dekat Ferrari F80 di Universo Ferrari Bangkok
    Melihat Lebih Dekat Ferrari F80 di Universo Ferrari Bangkok
    Anindiyo Pradhono 26 Nov, 2024
  • Ferrari F80 Lanjutkan Singgasana Supercar Hybrid LaFerrari
    Ferrari F80 Lanjutkan Singgasana Supercar Hybrid LaFerrari
    Zigwheels 18 Okt, 2024
  • Ferrari Ogah Pasang Turbo ke Mesin V12
    Ferrari Ogah Pasang Turbo ke Mesin V12
    Alvando Noya 27 Mei, 2024
  • First Drive Ferrari Roma Spider: Prancing Horse Buat Harian
    First Drive Ferrari Roma Spider: Prancing Horse Buat Harian
    Anindiyo Pradhono 04 Okt, 2024
  • Mengenal Ferrari 335 S Spider Scaglietti 1957, Salah Satu Mobil Termahal yang Konon Milik Lionel Messi
    Mengenal Ferrari 335 S Spider Scaglietti 1957, Salah Satu Mobil Termahal yang Konon Milik Lionel Messi
    Ahmad Karim 09 Agu, 2021