EXCLUSIVE TEST DRIVE : Volvo XC60 Recharge T8, Kental Karakter Eropa

  • 2022/09/7U6A9737.jpg
  • 2022/09/845A7403.jpg
  • 2022/09/845A7417-1.jpg
  • 2022/09/20220909150831_845A7428.jpg
  • 2022/09/20220909151137_845A7433.jpg
  • 2022/09/20220910094855_7U6A9601.jpg
  • 2022/09/20220910133950_845A7464-1.jpg
  • 2022/09/20220910135129_845A7480.jpg
  • 2022/09/20220910140131_845A7497.jpg
  • 2022/09/20220910140915_845A7511.jpg
  • 2022/09/20220911114428_845A7566-1.jpg
  • 2022/09/Volvo-XC60-Recharge-T8-22.jpg
  • 2022/09/Volvo-XC60-Recharge-T8-26.jpg
  • 2022/09/Volvo-XC60-Recharge-T8-28.jpg

JAKARTA, Carvaganza - Setelah kami sempat menayangkan spyshotnya beberapa waktu lalu, OTO Media mendapat kesempatan istimewa untuk mencoba langsung Volvo XC60 Recharge T8. SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) asal Swedia yang bakal menggebrak lagi pasar Indonesia.

KEY TAKEAWAYS

  • Berapa tenaga yang dihasilkan motor listrik Volvo XC60 Recharge T8?

    Motor listrik menghasilkan tenaga 143 PS (141 hp) dan torsi 309 Nm. Total tenaga kombinasi yang dihasilkan 458 hp (460 PS) dan torsi 709 Nm.
  • Apakah Volvo XC60 Recharge T8 dilengkapi dengan kamera 360?

    Ya yang ditampilkan pada display sentuh pada bagian tengah dashboard.
  • Volvo XC60 Recharge T8 yang kami coba adalah Model Year 2022, sedangkan yang bakal diluncurkan di Indonesia nanti adalah Model Year 2023. Lebih lama memang, tapi setidaknya bisa memberikan gambaran terkait lini elektrifikasi Volvo.

    XC60 Recharge sendiri sebenarnya sudah dipasarkan di beberapa negara di ASEAN, seperti Malaysia dan Thailand. Ia bukanlah mobil bertenaga listrik sepenuhnya, melainkan PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle. Artinya XC60 Recharge memanfaatkan dua sumber daya, di mana mesin pembakaran tak hanya bekerja sebagai pengisi energi ke baterai, tapi juga mampu membantu memutar roda. Sebelum membahas soal performa, ada baiknya kita tengok desainnya.

    Volvo XC6060 Recharge T8

    Eksterior

    Kami tak mendapatkan data lengkap dari pihak Volvo terkait spesifikasi XC60 Recharge yang kami coba. Melihat desainnya, aura premium terpancar jelas ditambah kesan sporty, modern dan sedikit sentuhan tegas. Tampangnya diimbuhkan grille kotak dengan logo masif Volvo. Benar-benar mencirikan brand asal Swedia tersebut. Komponen itu ditemani headlamp kekinian dengan teknologi LED. Terdapat tiga segmen, di mana area tengah merupakan DRL yang membelah lampu menjadi dua bagian.

    Sementara nuansa sporty disodorkan area bumper. Intake cukup besar terpajang di sisi bumper dengan gaya kekinian dan ada sedikit sentuhan kromium. Di antara keduanya ada bukaan yang sekaligus menjadi tempat menempelnya plat nomor. Paling menarik sebenarnya area kap mesin. Cukup mengejutkan karena bidangnya besar. Karakter tegas terpancar dari sini, lantaran ada aksen lekukan yang membuatnya seolah berotot.

    Baca juga:  Kami Test Drive Volvo XC60 PHEV, Apa Keistimewaannya?

    Geser ke samping, tatanannya juga simpel nan apik. Tidak banyak permainan desain yang terasa kompleks. Volvo berhasil membuatnya terkesan premium dan gagah. Garis bodi yang menjalar ke belakang seolah semakin membesar. Ia menciptakan ilusi bokong XC60 Recharge besar. Desain kaca maupun spion tak aneh-aneh, cukup standar. Kemudian velg mengandalkan model two-tone dengan palang yang tak eksentrik. Walau begitu, kombinasi bodi dengan velg sukses menarik perhatian, rasanya pas. Apalagi komponen tersebut terbungkus Pirelli P-Zero berukuran 235/55 berdiameter 19 inci yang proporsional. Ground clearance-nya di angka 211 mm, cukup untuk melibas berbagai macam karakter jalan.

    Area buritan SUV sultan ini tak kalah menarik. Tidak jauh berbeda dengan depan, tapi nuansa gagah justru lebih dominan. Mungkin karena desainnya yang mengotak. Bagian lampu kombinasi menunjukkan ciri khas Volvo. Cuma bedanya ia dibuat lebih panjang ujungnya. Bahkan sampai ke tengah pintu bagasi dan atap. Tatanan bumper maupun pintu bagasi dibikin sederhana. Kesannya bersih.

    Jika melihat data spesifikasi dari Volvo di luar, dimensi XC60 Recharge yaitu 4.708 mm x 1.902 mm x 1.658 mm (PxLxT). Lebih besar sedikit dari Honda CR-V. Tapi jujur saja saya agak kewalahan dengan dimensi ini, apalagi ketika melewati jalan sempit. Badan bongsor terproyeksi jelas dari dalam kabin. Perlu pintar-pintar untuk bermanuver agar tak menyenggol objek lain di sekitar. Tapi tenang, dia punya fitur yang sangat membantu. Nanti kita bahas di fitur.

    Volvo XC6060 Recharge T8

    Interior

    Masuk ke kabin, rasa lapang langsung tersaji. Wajar mengingat dimensinya yang gede. Apalagi ini adalah SUV, sudah seharusnya menawarkan keunggulan tersebut. Turut disokong adanya panaromic sunroof yang memberikan ilusi lebih lega. Plus tatanan dasbor dan konsol tengah yang simpel. Ya, area tempat bertengger panel instrumen dan head unit dibikin elegan. Tidak banyak tombol bertebaran. Khas Volvo, simpel namun elegan, mewah dan betul-betul user-friendly.

    Di tengah terpajang display multimedia 9 inci yang diposisikan vertikal. Ia diapit dua lubang ventilasi yang juga memanjang tegak. Sementara geser ke bawahnya terdapat tombol dan kenop putar untuk mengaturnya, sekaligus kontrol semburan defogger. Ya, penyetel AC tak tertanam secara fisik, Anda hanya bisa mengubah suhu dan kecepatan kipas melalui layar tersebut. Fleksibilitasnya cukup tinggi, meskipun jadi sedikit pekerjaan rumah ketika menekannya. Apalagi ketika mobil sedang berdekatan dengan objek lain. Sistem secara otomatis langsung mengubah layar ke tampilan kamera 360. Tapi itu tak masalah, toh fungsi monitor area sekitar mobil bisa dimatikan. Lebih lanjut AC memiliki fungsi auto climate dan zona. Jadi pengaturan sesuai keinginan individu di dalam mobil memungkinkan dilakukan.

    Baca juga: Sudah Di Jakarta, Kami Temukan Sosok Lengkap Volvo XC40 dan XC60

    Pada area pengemudi, panel instrumen juga sudah digital yang tersaji di layar sentuh. Ukuran berdasarkan brosur dari negara luar yakni 12,3 inci. Selain menampilkan informasi kendaraan, turut menyuguhkan peta dari Google. Tak banyak yang bisa diotak-atik pada komponen tersebut. Sementara pada kemudi terdapat tombol pengaturan head unit dan fungsi kendaraan seperti cruise control.

    Geser ke konsol tengah, tuas persneling jadi daya tarik tersendiri karena dibuat dari kristal yang diapit kromium. Ia menjadi menonjol karena ditempatkan di atas panel berkelir piano black, lengkap dengan tombol lain yaitu parking brake dan auto hold. Aksen kayu pun terlihat di beberapa area. Ada yang melintang sepanjang dasbor, ada juga di konsol tengah sebagai penutup cup holder dan penampang wireless charger. Volvo tak ingin menghilangkan gaya eksklusif yang sering diaplikasikan mobil Eropa dengan penggunaan aksen kayu.

    Volvo XC6060 Recharge T8

    Puas memanjakan mata, kali ini giliran fungsionalitas di kabin. Jok bisa diatur secara elektrik, termasuk pada area penumpang depan. Arahnya juga banyak, termasuk memanjangkan dudukan. Fleksibilitas tersebut turut didukung kemudi yang punya fitur tilt and telescopic. Meski bagian ini tak elektrik. Bicara pengaturan, paling menarik sebenarnya kaca atap. Untuk membukanya tak pakai model tombol tekan melainkan sentuh. Anda perlu sedikit adaptasi ketika mengoperasikannya. Jika menyentuh tombol sekali, cover dan sunroof terbuka sedikit pada area pengemudi. Sebaliknya juga berlaku untuk menutup. Kalau ingin membuka seluruhnya, Anda harus mengusap tombol dari depan ke belakang.

    Berpindah ke belakang, baris penumpang dimanjakan material kulit sebagai pembungkus. Ya, banyak aksen softouch terselip di kabin. Kelapangannya mumpuni. Kemudian sisi premiumnya ditopang armrest yang tertanam di tengah jok. Ditambah kualitas suara dari speaker yang mumpuni. Ia mampu meningkatkan kenyamanan seluruh penumpang. Kemampuan tersebut berkat penggunaan sistem audio dari Bowers & Wilkins. Perangkatnya banyak dan tersebar merata, bahkan ada satu di tengah dasbor yang terlihat menonjol.

    Lanjut ke kapabilitas mengangkut barang. Sebagai SUV 5 penumpang, artinya menyisakan ruang di belakang sebagai bagasi dan nyatanya cukup luas. Barang besar bisa dimasukkan. Bila masih terasa kurang, tentu saja jok dapat dilipat. Berkat desain bokong yang mengotak, ruang atasnya cukup mengakomodasi. Paling menarik tentu cara membuka pintu bagasi. Selain karena ia elektrik, pengguna bisa membukanya dengan menendang atau pakai sensor kaki. Termasuk pula menekan tombol yang ada di kunci remote. Jadi praktis banget.

    Volvo XC6060 Recharge T8

    Performa

    Elektrifikasi menawarkan performa tinggi dan torsi instan. Hal ini pun disuguhkan XC60 Recharge. Bila berdasarkan data, motor listrik tertanam mampu menghasilkan 143 PS (141 hp) dan torsi 309 Nm. Sementara jantung mekanis pembakaran menciptakan 317 PS (315 hp) dan momen puntir 400 Nm. Seluruh energi tersebut bisa dikombinasikan. Jadinya 460 PS (458 hp) dan torsi 709 Nm. Angka yang mumpuni untuk SUV bongsor. Bukan cuma cukup menggerakkan mobil, tapi juga melesat kencang.

    Volvo pun memberikan mode berkendara menarik. 5 mode untuk karakter berkendara. Masing-masing bisa dipadukan dengan opsi 3 penggunaan baterai. Adapun 5 mode berkendaranya Hybrid, Power, Pure, Offroad dan Constant AWD. Sedangkan 3 mode penggunaan baterai terdiri dari Auto, Hold dan Charge. Semua itu bisa diatur melalui layar head unit di sesi pengaturan kendaraan.

    Baca juga:  Volvo Cars Siap Kembali ke Pasar Indonesia Tahun Ini, Janji Hadirkan Mobil Listrik

    Memulai perjalanan tentu saja saya menggunakan mode Hybrid dengan penggunaan baterai Auto. Ini artinya mobil secara otomatis mengatur penggunaan antara motor listrik dengan mesin bensin. Termasuk pula saat pengisian daya selama perjalanan. Entah jantung pacu bekerja jadi genset sambil membantu perputaran ban atau mematikannya agar hanya memakai tenaga baterai. Termasuk juga memanfaatkan regenerative braking. Saya sengaja memilihnya karena respon akselerasi tidak terlalu liar. Mengingat saya bergerak dari rumah di dalam kompleks, jadi tidak dibutuhkan tenaga besar. Begitu juga di jalan raya dengan kondisi lalu lintas tak bisa ditebak, perjalanan jadi terasa nyaman. Sesekali mesin menyala untuk mengisi baterai.

    Namun, lain cerita ketika saya ingin mengeluarkan seluruh tenaga. Terutama di jalur bebas hambatan. Ketika mengubah mode berkendara jadi Power, pedal gas terasa lebih sensitif. Mesin bahkan meraung keras, meski tersamarkan karena kekedapan mobil. Beda dengan mode Hybrid. Memang ia mengizinkan seluruh tenaga dikeluarkan semua, tapi ada sedikit jeda. Sedangkan Power, delivery-nya instan. Bahkan seluruh badan saya tertarik ke belakang karena besarnya lecutan tenaga.

    Hal yang paling kita rasakan ketika berada di dalam kabin adalah senyap, joknya nyaman banget dan tenaganya yang terasa besar. Kendaraan ini pun terasa stabil ketika harus melakukan manuver atau pun menikung di tikungan cepat. Bodi mobil terasa tertanam di aspal ketika kami harus melesat pada kecepatan konstan 100 - 110 km/jam. Hei, sekarang jangan harap kami bisa melesat di atas 120 km/jam di jalan tol, bisa ditilang kami.

    Volvo XC6060 Recharge T8

    Oh iya, soal performa tenaga mesin, mendingan kita pakainya secara terukur, sekalipun ia diberikan berbagai fitur semi otonom dan penjaga kestabilan. Mode ini pun membuat saya bertanya, sebenarnya ini mobil hemat bahan bakar atau tidak? Pasalnya tenaga sebesar ini pasti bakal sering digunakan bagi mereka yang menyukai kecepatan. Terlepas dari itu, nyatanya ia cukup hemat bahan bakar.

    Ketika menerima unit, indikator bahan bakar berada di posisi setengah lebih sedikit.  Sistem pun menunjukkan mobil masih bisa berjalan sejauh 270 kilometer dengan kapasitas baterai masih ada setengah. Setelah berkeliling Jakarta sejauh kurang lebih 100 kilometer, indikator memperlihatkan masih setengah, dan perkiraan jarak yang masih bisa ditempuh yakni 250 kilometer. Padahal cara berkendara saya tidak konstan. Terkadang santai, terkadang liar karena godaan performanya. Untuk menambah bahan bakar fosilnya, kami melakukan pengisian bensin di SPBU BP di kawasan Bintaro dan kandungan oktan yang disarankan pabrikan adalah RON 95 ke atas. 

    Bagaimana dengan mode berkendara lain? Sayangnya untuk offroad kami belum mencoba dengan seksama. Lantaran tidak mendapat kesempatan melewati jalan ekstrem. Namun, perlu diketahui mode tersebut bakal mengatur perputaran ban agar tak mengalami selip ketika melewati jalur terkait. Sedangkan Constant AWD memastikan pengendaraan yang sangat stabil. Sayangnya kami pun lebih banyak menggunakan mode Hybrid dan Power.

    Kenyamanan

    Faktor kenyamanan yang saya bahas di sini lebih kepada pengendaraan. Salah satunya fitur cruise control yang bersifat adaptif. Berarti ia bisa membaca pergerakan kendaraan di depan, sekaligus mengatur jarak sesuai setelan. Ini saya akui sangat membantu ketika berjalan di jalan tol dengan kondisi santai. Apalagi ia dibantu juga dengan fungsi lane keeping assist yang membantu mobil tetap berada di jalur mengikuti marka jalan. Tapi ingat ini tetap harus disupervisi oleh Anda agar terhindar dari bahaya kecelakaan.

    Berpindah jalur juga lebih aman, karena adanya blind spot warning. Indikator di spionnya menarik, bahkan terkesan elegan. Berbentuk mengikuti lekukan spion berwarna kuning, bukan lambang peringatan seperti pada umumnya.

    Perangkat lain adalah kamera 360 yang terproyeksi di head unit besar. Saya bisa memantau titik buta yang berada di seluruh bagian mobil. Apalagi ini diperkuat sensor yang meliputi seluruh sisi. Jika objek terlalu dekat, mobil akan memberikan peringatan. Sayangnya, gambar tersaji di layar head unit mengalami distorsi yang cukup mengganggu. Jadi agak sulit untuk memperhitungkan. Solusinya adalah mengubah tampilan ke salah satu kamera. Gambar langsung terlihat jelas tanpa adanya distorsi. Walau memang ini jadi pekerjaan rumah tersendiri, lantaran Anda harus menekan layar saat tengah mengontrol kemudi.

    Volvo XC6060 Recharge T8

    Kesimpulan

    Harus diakui mobil ini menawarkan performa mumpuni dari sebuah SUV besar, sekaligus menjaga kantong dari pembelian bahan bakar yang terlalu sering. Di satu sisi, ia turut memberikan keleluasaan dalam memilih gaya berkendara yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar maupun baterai. Anda pun jadi bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan

    . Selain dari performa, kenyamanan baik karena fitur pengendaraan maupun penunjang lain lengkap. Kesannya mobil ini tidak neko-neko dengan memberikan gimmick berlebih. Walau memang dari sisi harga mungkin akan membuat Anda bertanya-tanya, mengapa hanya segitu saja fiturnya. Tidak ada yang membuat mata terpelongo. Volvo Indonesia belum merilis harga XC60 Recharge. Namun, berdasarkan data dari negara tetangga yakni Thailand, harganya mulai dari Rp 1,2 miliaran. Bagaimana menurut Anda? (MUHAMMAD HAFID/EKA)

    Baca juga:  Honda Civic Type R Dibikin Gaya Station Wagon, Bikin Ngiler!

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Artikel Feature