Apa Kelebihan Daihatsu Rocky Memakai Platform DNGA?

JAKARTA, Carvaganza – Kehadiran Daihatsu Rocky dan kembarannya, Toyota Raize memang sedang ditunggu-tunggu. Kedua model ini dibuat atas dasar platform terbaru berbasis Daihatsu New Global Architecture (DNGA). PT Astra-Daihatsu Motor (ADM) sudah menginformasikan kembali platform tersebut dan bisa menjadi sinyalemen tambahan bagi Rocky dan Raize untuk bermain di pasar nasional.

Kalau kita melihat sejarahnya, dalam kurun waktu dua tahun manufaktur Daihatsu telah memperkenalkan tiga model terbaru berbasis DNGA. Fokusnya memang mengarah ke mobil berdimensi mungil dan terjangkau. Papan konstruksi modular pabrikan pertama kali ditemukan membangun Tanto yang dirilis Juli 2019. Tak berselang lama, Rocky lakoni debut global sekitar Oktober dan mengaspal di Jepang November. Keduanya pun terakhir disusul kei car bernama Taft sekitar awal 2020.

Pabrikan menyatakan bahwa pengembangan DNGA merupakan jawaban atas semakin cepatnya gerak perubahan kebutuhan konsumen di pasar. Dasar konseptualnya sendiri mengandalkan tiga pilar yakni “kualitas tinggi dengan harga terjangkau”, “menguasai detail terkecil”, dan “menyediakan teknologi mutakhir bagi semua orang”.

Daihatsu Rocky - DNGA

Sanggup berevolusi dengan cepat bukan berarti dibikin asal tempel. Klaimnya, segala aspek sudah dipertimbangkan. Mengusung konsep (1-1-1-1) yang memiliki filosofi 1 gram, 1 milimeter, 1 sen, dan 1 detik. Ini dapat diartikan bahwa setiap pengembangan produk berbasis DNGA telah memperhitungkan hingga ke titik mendetail. Meliputi dimensi, bobot, harga, dan waktu demi menghasilkan kendaraan efisien.

Pemanfaatan platform berbagi juga memudahkan penerapan kecanggihan teknologi dari saudara satu rangka. Seluruh fitur teknologi pada mobil Daihatsu dapat diimplementasikan ke model lain berbasis DNGA. Ya, tentu hal ini menyesuaikan dasar konseptual agar kecanggihan teknologi tersedia bagi semua orang.

Tak hanya itu, penerapan DNGA menjanjikan pengalaman dan sensasi berkendara berbeda. Sebut saja mesin halus dengan performa maksimal, kenyamanan berkendara, stabilitas kendaraan, serta efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan. Tak ketinggalan dibungkus dalam paket stylish dan modern dengan harga terjangkau. Jika semua ini menjadi nilai inti dari DNGA, sewajarnya bisa turut kita harapkan Rocky/Raize memikat dengan cara serupa.

Daihatsu Rocky

Ekspektasi Potensi Daihatsu Rocky

Dari basis DNGA, ada harapan setidaknya Rocky memenuhi karakteristik sebagai mobil murah yang berkualitas sekaligus canggih. Murah atau mahal memang relatif, namun diprediksi ia akan ikut bermain di segmen crossover mungil nan terjangkau sekelas Kia Sonet atau Nissan Magnite. Ukuran tubuh mungkin mengindikasikan letak ring tinju sang crossover Daihatsu. Menorehkan angka dimensi 3.995 x 1.695 x 1.620 mm (PxLxT) yang berarti kurang lebih sepantaran para pemain eksis. Sebagaimana juga diketahui, ia bahkan berhak atas diskon PPnBM dari pemerintah sehingga dipastikan tampil seksi di pasaran.

Jadi nilai menarik, pabrikan konon mengandalkan pemacu tiga silinder 1.000 cc turbo 1KR-VET. Yep, jantung dengan ruang bakar ganjil mungkin dikenal sebagai unit yang kurang balans - bergetar. Soal kualitas berkendara harus dibuktikan nanti. Namun kalau bicara performa memacu, dipastikan kemampuan Rocky pas untuk berbagai kebutuhan komutasi. Berkekuatan setara mesin 1,5 liter NA untuk tubuh mungil, torehkan angka 98 PS/140 Nm di atas kertas. Di samping itu, konon akan tersedia pula opsi lebih loyo 1,2 liter NA yang boleh jadi mengandalkan tarian tiga ruang bakar.

Daihatsu DNGA

Kecanggihan pemacu turbo dibarengi pengantar daya mutakhir D-CVT. Memainkan sinergi gerakan sabuk pemutar dan split gear demi efisiensi BBM, respons akselerasi cekatan, serta suguhkan kesenyapan berkendara. Tidak ada harapan kalau ia datang dalam format 4WD. Dengan begitu, besar kemungkinan seluruh putaran mesin diantar ke roda depan saja.

Sisi kecanggihan juga boleh jadi mejeng di sektor keselamatan. Ada probabilitas ia lompat jauh dari batasan kata moderat sebagai penunjuk diferensiasi dari kompetitor. Adalah penerapan teknologi Advanced Safety Assist (A.S.A.). Memanfaatkan ragam sensor dan kamera untuk mendeteksi objek sekitar mobil. Lewat peranti ini, Rocky sanggup memberikan peringatan bagi pengemudi bahkan bantu melakukan tindakan korektif otomatis.

Daihatsu Rocky

Termasuk di dalamnya adalah fitur Pre Collision Brake (PCB) dan Lane Departure Warning (LDW). Mirip seperti kita kenal dalam jargon sejenis Honda Sensing atau Toyota Safety Sense. Tersemat teknologi untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir dampak benturan lewat peringatan hingga pengereman otomatis. Juga kemampuannya dapat membantu pengemudi untuk mempertahankan posisi di satu jalur. Tentu dipastikan bukan itu saja, masih ada peran asisten lainnya.

Detail kemampuan dan potensi mungkin masih prediksi. Namun seminimalnya bisa dipastikan Rocky akan lahir dan dipasarkan di Tanah Air bila mengacu pada daftar mobil yang berhak atas diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah. Akankah Rocky memenuhi ekspektasi sesuai nilai dasar platform DNGA? Tinggal tunggu tanggal main. (AHMAD KARIM/EZ)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda